Sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang di puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di kabupaten/kota dibatasi. Pembatasan ini bertujuan menciptakan kompetensi dokter agar memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang Dr Bayu Wahyudi menyatakan, pihaknya ingin menghilangkan paradigma di masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa sakit sedikit harus ke RSMH. Namun, pada akhirnya pasien tersebut terpaksa menunggu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan akibat keterbatasan sarana.
”Kita ingin puskesmas dan RSUD kabupaten/kota bekerja optimal, khususnya para dokter. RSMH tetap buka pelayanan kesehatan,khusus kasus-kasus gawat darurat (emergency),” ujarnya di Palembang kemarin.
Pengoptimalan pelayanan kesehatan berjenjang ini juga berfungsi untuk mencegah membludaknya (over capacity) pasien di RSMH Palembang. Sebab, selama ini kapasitas tempat tidur pasien di RSMH sudah tidak mencukupi lagi. Saat ini, jumlah tempat tidur yang tersedia sebanyak 834 buah, dan yang tergabung dengan pasien asuransi kesehatan miskin (Askeskin) sebanyak 474 tempat tidur.
Karena itu, jika pelayanan kesehatan berjenjang tidak dibatasi, dikhawatirkan RSMH tidak mampu lagi menanggung jumlah pasien. Menurut dia, dalam sehari, pasien yang masuk ke RSMH sekitar 40 pasien. Untuk melayani pasien tersebut, RSMH menarik tempat tidur dari tempat lain sehingga pelayanan kesehatan terasa belum berjalan optimal.
”Jadi, jangan sampai ada anggapan, pusing-pusing sedikit pasti sembuh di RSMH, itu tidak benar,” tandas dia. Seharusnya masyarakat cukup mendapatkan pengobatan di puskesmas atau RSUD jika harus dirawat. Tetapi, jika ingin dirujuk ke tempat tertinggi, tetap diperbolehkan.
Menanggapi pengoptimalan pelayanan kesehatan berjenjang pada puskesmas dan RSUD, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang Zulkarnain Noerdin menilai, selama ini prosedur pelayanan kesehatan sudah berjalan optimal. ”Jika setiap pasien selalu dirujuk ke RSMH, memang akan terjadi penumpukan dan pelayanan kesehatan yang diharapkan juga tidak optimal,” ujarnya.
Dokter Spesialis
Selama ini, kata dia, peralatan dan obat-obatan di setiap puskesmas dan RSUD sudah mencukupi, termasuk para dokter. Bahkan, sekarang di setiap puskesmas sudah dilengkapi dokter spesialis. ”Kita minta paradigma masyarakat yang lebih percaya rumah sakit dibandingkan puskesmas tidak ada lagi,” ucap Zulkarnain.
Menurut dia, masyarakat harus tahu bahwa ada kasus-kasus tertentu yang bisa ditangani puskesmas dan RSUD, tidak perlu langsung mendatangi rumah sakit.Untuk itu, dia berharap hal ini dapat disosialisasikan lagi kepada masyarakat, sehingga tempat pelayanan kesehatan rujukan tetap optimal. Anggapan masyarakat yang lebih mempercayai pelayanan kesehatan rumah sakit harus sedini mungkin dihilangkan. Jika tidak, puskesmas tidak bisa memberikan pelayanan maksimalnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Palembang Irmaidi mengatakan, obat-obatan dan dokter di puskesmas tidak kalah bersaing dengan rumah sakit. Bahkan, kata dia, saat ini di tiap puskesmas sudah tersedia dokter, dan di puskesmas swakelola dilengkapi dokter spesialis.
”Sekarang puskesmas swakelola,seperti di Merdeka, Dempo, Seberang Ulu (SU), dan Plaju, terdapat dokter spesialis. Jadi, tidak ada lagi puskesmas yang tidak mampu mengobati pasien,” ujarnya.
Irmaidi menjelaskan, setiap pelayanan kesehatan hendaknya dilakukan bertahap. Jangan langsung menggunakan pengobatan dosis tinggi, sehingga ketika mendapatkan pelayanan kesehatan obat yang rendah,tubuh tidak mampu lagi menerimanya. ”Ini kebiasaan buruk karena jika selalu berobat dosis tinggi, obat-obat lain tidak mampu. Selain itu, harga obat dosis tinggi lebih mahal,” tandasnya.
Cinta Puskesmas
Masyarakat sekarang, sudah seharusnya cinta dengan puskesmas. Jika sudah cinta puskesmas, pelayanan kesehatan yang diharapkan tidak akan kalah bersaing dengan rumah sakit. ”Hilangkan paradigma berobat di rumah sakit lebih baik dibandingkan puskesmas,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang Hasbullah Akib menuturkan, di setiap puskesmas kini sudah ada dokter dan masyarakat diharapkan menggunakan pelayanan kesehatan dokter tersebut. Tetapi, jika tidak bisa ditangani, tetap diberikan pelayanan kesehatan rujukan ke RSUD.
Hasbullah menambahkan, masyarakat harus percaya pengobatan puskesmas sama baiknya dengan rumah sakit, karena selama ini banyak masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan kesehatan puskesmas. (hengky chandra agoes/SINDO)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan