infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Bentuk Khatamun Nubuwwah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Dalam suatu riwayat yang bersumber dari as-Sa-ib bin Yazid r.a. dikemukakan:

Bibiku membawa aku untuk menemui Nabi saw lantas ia berkata kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, keponakanku ini sakit”. Ketika itu Rasulullah saw menyapu kepalaku (as-Sa-ib), mendo’akan keberkahan untukku dan berwudhu. Air sisa wudhlunya lalu kuminum. Setelah itu aku berdiri di belakangnya, aku memandang kepada khatam (tanda) yang terletak di antara kedua bahunya. Ternyata khatam itu sebesar telur burung dara.

(Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id dari Hatim bin Isma’il dari Ja’d bin ‘Abdurrahman yang bersumbber dari Sa-ib bin Yazid r.a.)

wp-1664840071625

Dalam suatu riwayat, Jabir bin Samurah r.a. mengemukakan perihal Khatamun Nabi sebagai berikut:

Aku pernah melihat khatam (kenabian) … Ia terletak antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dara.

(Diriwayatkan oleh Sa’id bin Ya’qub ath-Thalaqani dari Ayub bin Jabir, dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.)

Seorang wanita bernama Rumaitsah*) bercerita kepada cucunya, yaitu ‘Ashim bin ‘Umar ra.a sebagai berikut:

Waktu aku mendengar Rasulullah saw bersabda, aku duduk berdampingan dengan beliau saw begitu dekatnya, seandainya aku mau mengecup tanda kenabian yang terletak di antara kedua bahunya, tentu dapat kulakukan.

Adapun sabda beliau yang ditujukan kepada Sa’ad bin Mu’adz dikala ia meninggal dunia itu ialah: Bergoncang ‘Arasy Allah Yang Maha Rahman karenanya (karena kematian Sa’d).

(Diriwayatkan oleh Abu Mush’ab al- Madini dari Yusuf bin al-Majisyun dari bapaknya dari ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah yang bersumber dari neneknya yaitu Rumaitsah)

*) Rumaitsah adalah putri ‘Amr bin Hisyam bin ‘Abdul Muthalib

Ibrahim bin Muhammad pernah mendengar salah seorang putra ‘Ali bin Abu Thalib k.w. berkata:

Apabila ‘Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah saw, maka ia akan bercerita panjang lebar. Dan ia akan berkata, “Diantara kedua bahunya terdapat khatam kenabian, yaitu khatam para Nabi.

(Diriwayatkan oleh Ahmad bin `Ubadah adl-Dlabi ‘Ali bin Hujr dan lainnya, yang mereka terima dari ‘Isa bin Yunus dari ‘Umar bin ‘Abdullah, dari Ibrahim bin Muhammad yang bersumber dari salah seorang putra ‘Ali bin Abu Thalib k.w.)

Dalam suatu riwayat, Alba bin Ahmar al Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid ‘Amr bin Akhthab al Anshari r.a. sebagai berikut:

Abu Zaid berkata, “Rasulullah saw bersabda kepadaku, ‘Wahai Abu Zaid, mendekatlah kepadaku dan usaplah punggungku!’”. Maka punggungnya kuusap dan terasa jari jemariku menyentuh Khatam. Aku (Alba bin Ahmar al Yasykuri) bertanya kepada Abu Zaid, “Apakah khatam itu?” Abu Zaid menjawab, “Kumpulan bulu-bulu”.*)

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu ‘Ashim dari ‘Uzrah bin Tsabit yang bersumber dari Alba bin Ahmar al Yasykuri)

*) Ia mengatakan demikian karena hanya dapat merasakan dengan rabaan tangannya saja, tidak melihat dengan mata kepala. Jadi apa yang dikatakannya itu hanya berdasarkan rabaan belaka, ialah bulu yang tumbuh sekitar khatam.

Salman al-Farisi datang membawa baki berisi kurma kepada Rasulullah saw (sewaktu dia baru tiba di Madinah). Baki itu diletakkannya di hadapan Rasulullah saw.

Rasulullah saw bersabda, “Wahai Salman, apa ini?” Salman menjawab, “Ini sedekah buat Anda dan sahabat anda!”.

Rasulullah saw bersabda, “Angkatlah ini dari sini, kami tak makan sedekah!”

Baki itu pun diangkat oleh Salman. Keesokan harinya ia datang lagi dengan membawa makanan yang serupa dan diletakkan di hadapan Rasulullah saw.

Rasulullah saw bersabda, “Apakah ini wahai Salman?” Salman menjawab, “Ini adalah hadiah buat Tuan!”

Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya, “Hidangkanlah!”

Kemudian Salman memperhatikan khatam yang terletak di punggung Rasulullah saw (bagian belakang badannya sebelah atas), maka ia pun (Salman) menyatakan keimanannya kepada beliau.

Salman r.a. adalah budak seorang Yahudi, maka oleh Rasulullah saw ia dibeli dengan beberapa dirham, yakni dengan cara mengupah menanam pohon kurma. Salman bekerja di kebun itu sampai pohon-pohon kurma itu berbuah, Rasululllah saw membantunya menanam pohon-pohon itu. Diantaranya ada sebatang pohon yang ditanam Umar r.a. Pohon pohon itu tumbuh dengan subur, kecuali sebatang pohon yang mati.

Rasulullah saw bersabda, “Kenapa pohon yang satu ini?” Umar r.a. menjawab, “Wahai Rasulullah, sayalah yang menanamnya!”

Rasulullah saw pun mencabutnya, kemudain menanaminya lagi dan tumbuhlah dengan baik.

(Diriwayatkan oleh Abu ‘Ammar bin Harits al-Khuza’i dari Ali bin Husain bin Waqid dari ‘Abdullah bin Buraidah yang bersumber dari Abu Buraidah r.a.)

Abu Nadlrah al ‘Aufi pernah bertanya kepada Abu Sa’id al Khudri perihal khatam. Inilah ceritanya:

Aku bertanya kepada Abu Sa’id al Khudri perihal khatam kenabian Rasulullah saw. Ia menjawab, “Khatam itu di bagian belakang badan Rasulullah saw merupakan daging yang menyembul”.

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Bisy bin al Wadlah dari Abu ‘Aqil ad-Dauraqi yang bersunber dari Abu Nadlrah al-‘Aufi)

wp-1665835295590

‘Abdullah bin Sirjis menceritakan pengalamannya tatkala bersama Rasulullah saw:

Aku datang menghadap Rasulullah saw sewaktu beliau sedang berada di antara para shahabat shahabatnya. Aku berkeliling sedemikian rupa di belakangnya. Rupanya beliau pun mengerti apa yang kuinginkan, maka beliau melepaskan selendang dari punggungnya, kemudian terlihatlah olehku tempat khatam kenabian yang berada di antara kedua bahunya sebesar genggaman tangan, di sekitarnya terdapat tahi lalat, seakan akan kumpulan jerawat. Sebelum aku kembali, aku menghadap dulu kepada Rasulullah saw. kemudian kukatakan, “Wahai Rasulullah, semoga Allah swt melimpahkan maghfirah-Nya kepada Tuan!” Beliau pun menjawab, “Bagimu juga!” Orang orang (yang berada) ketika itu bertanya, “Apakah Rasulullah saw memohonkan ampunan untukmu?” Ia menjawab, “Ya dan juga untuk kalian!” Kemudian ia membaca ayat:

“Dan mohonlah ampun karena dosamu dan mohonkanlah ampunan untuk orang orang Mukmin, laki laki dan perempuan”.

(Diriwayatkan oleh Ahmad bin al Muqaddam Abul Asy’ats al ‘Ajali al Bashri dari Hammad bin Zaid dari ‘Ashim bin al Ahwal yang bersumber dari ‘Abdullah bin Sirjis)***

Wallahua’lam

***Rujukan: Terjemah Hadits Mengenai Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah SAW; Imam At-Tirmidzi; Penerbit Diponegoro; Cetakan ke-10; 2014; halaman 37-43

kembali ke atas | indeks

14 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca