Beliaulah Al Imam Al Humam, Sayyidul Anam, Asy Syariful Afif, Al Muthaharul Munif Basri bin Abdullah bin Ahmad bin Isa. Beliau adalah saudara kandung Imam Alawy, ibu mereka adalah puteri Sayyid Syeikh Muhammad bin lsa atau yang dikenal dengan Ummul Banin.
Beliau menimba ilmunya dari ayahnya Abdullah bin Ahmad dan juga dari kakaknya Alwy bin Abdullah, beliau mengikuti jejak keduanya, rajin mempelajari berbagai ilmu disertai dengan sifat wara’ yang luar biasa dan selalu menjauhi kepemimpinan, beliau termasuk sosok yang berbudi luhur yang baik.
Beliau memiliki banyak keturunan yang terkenal dengan keilmuan mereka yang luas, berjiwa mulia dan lapang, sumber rahasia ilmu dan akhlak, tempat kesalehan, ilmu dan kejujuran di samping keadaan yang luar biasa, mereka memiliki dua tempat di kota Tarim, satu di dekat masjid Al Aydrus dan yang satu lagi di dekat masjid Al Habudzi.

Baca Juga
Di antara keturunannya yang terkenal adalah Syeikhul Kabir, Al Qudwah Al Alim An Nahrir Salim bin Basri, sosok yang memiliki kedudukan dan kepribadian yang tinggi juga kekeramatan yang luar biasa, mengenai beliau diungkapkan oleh Syeikh Al Imam Al Alim Al Kabir Muhammad bin Ahmad bin Abil Hab setelah memuji beliau dengan pujian yang luar biasa, dalam syairnya berkata:
Wahai Salim, hatiku terbakar olehmu
Janganlah engkau meninggalkan aku karena air mataku terus bercucuran
Sampai pada baitnya:
Kematian Ibnu Basri merupakan lubang dalam agama ini
Kematian Ibnu Basri nampaklah ketinggiannya dan sifatkanlah
Imam Salim ini termasuk sosok terpandang yang mengerti tentang ma’rifat dan hukum-hukum Allah, yang mengikuti kitabullah dan sunnah rasul-Nya, sempurna dalam mengikuti jejak rasulnya, mentaati ajaran syariatnya, meniti jejaknya, yang mencium aroma wewangian rahasia hakikat-Nya, beliaulah lautan dalam kedermawanan, sumber rahasia ilmu yang deras, keistimewaannya banyak sekali dan kekeramatannya sangat terkenal di berbagai penjuru, tetapi disini kami akan membawakan sekelumit dari sekian banyak kisahnya yang disebutkan oleh para imam dan buku-buku sejarah mereka, yang satu ini cukup menjadi bukti akan keagungan dan kebesaran kedudukannya di sisi Allah.

Mari kita ikuti cerita dari Al Imam Ali bin Abu Bakar dalam kitabnya Al Burqah yang merupakan salah satu kitab rujukan utama kami dalam menukil Manaqib guru-guru kami dari kalangan Saadah Bani Alawy:
Sultan di Tarim mengumpulkan guru-guru dan orang-orang saleh, ia berkata, “Pilihkan untukku kalangan terbaik penduduk Tarim,” merekapun ikut memilihkan untuknya kumpulan orang yang banyak. Setelah itu ia berkata, “Pilihkan untukku yang terbaik dari mereka,” mereka memilihkan sejumlah orang-orang terpandang, lalu ia berkata, “Pilihkan dari mereka ini yang paling terpandang lagi.” Merekapun memilih sejumlah orang dan merekapun terus memilih hingga si sultan berkata, “Pilihkan satu orang yang terbaik dari semuanya.”
Merekapun memilih Syeikh Salim bin Basri ini. Sultan ini memberinya ujian yang banyak dan dahsyat, yang mana sebagiannya saja dapat membuat ulama besar menjadi gentar, tetapi menghadapi hal ini beliau ibarat batu yang kokoh. Beliau tidak terpengaruh sedikitpun bahkan lebih menampakkan rahasia warisan Nabawi yang ada pada diri beliau. Di antara ujian itu ialah seorang wanita cantik bersolek dalam keadaan telanjang ingin merayu beliau dengan pintu kamar yang terkunci dari luar. Beliau hanya menamparnya dengan sandalnya. Tak ayal lagi sekujur tubuh wanita itu terserang penyakit kusta, tepatnya di bekas pukulan sandal itu.
Setelah kejadian ini, sultan meminta maaf pada beliau dan memohon kepada beliau agar berkenan menyembuhkan wanita itu. Meski telah diuji sedemikian beratnya, hati beliau yang penuh kasih sayang tidak tersakiti sedikitpun bahkan beliau meniup air yang telah dibacai dan memberikannya kepada wanita itu. Dengan seizin Allah, wanita itu sembuh seperti sedia kala dan inilah salah satu keberkahan beliau yang nampak pada wanita itu juga keberkahan Rasulullah saw.
Syeikh Sayyid Salim bin Basri meninggal tahun 604 H, bertepatan di tahun itu juga meninggallah Al Imam Ali bin Yahya bin Maimun Al Hadrami At Tarimi, di tahun itu juga dibangunlah kota Qarrah dan dihancurkan desa Kuhlan.
As Sayyid Al Jalil Muhammad Syillih menyebutkan bahwa Sayyid Salim ini menimba ilmu dari Syeikh Salim bin Fadl Ba Fadl, beliau sempat berangkat ke daerah Yaman dan Hijaz untuk menimba ilmu dari kebanyakan ulama disana. Di antara ulama yang menimba ilmu dari beliau adalah Sayyiduna Al Ustadzul A’dhom Al Faqihul Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawy, Ibnu Abil Hab, Syeikh Ali Ba Marwan, Al Qadi Ahmad Ba Isa, Syeikh Ali bin Muhammad Al Khatib pendiri masjid Wa’il.
Buku Sayyid Muhammad Syillih ini termasuk salah satu buku rujukanku dalam menukil Manaqib Saadah Ba’alawy dalam kitab ini, buku beliau adalah Al Masyra’ Rawi Fii ManaqibBani Alawy.***
***Rujukan: Riwayat dan Wasiat Para Wali & Shalihin; Al Habib Ahmad bin Zain Al Habsyi; Ahmad Yunus Al-Muhdhar; Cahaya Ilmu Publisher, 2022; halaman 201-203











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan