infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

RSUD Baturaja Minim Spesialis

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Ibnu Sutowo, Baturaja, dari tipe C ke tipe B terganjal minimnya dokter spesialis. Padahal, dari segi fasilitas dan pelayanan, RSUD ini terus berbenah. Direktur RSUD Dr Ibnu Sutowo Herawati Abdullah mengakui, jumlah tenaga dokter spesialis belum proporsional. Pihaknya masih membutuhkan dokter spesialis untuk melayani pasien mayor yang intensitas kebutuhannya cukup tinggi,seperti spesialis anak dan bedah.

“Untuk menuju tipe B, idealnya masing-masing tenaga spesialis mayor ini memiliki tiga dokter,” ujarnya di Baturaja Jumat kemarin. Herawati mengungkapkan, kini RSUD Dr Ibnu Sutowo memiliki 30 tenaga dokter umum dan spesialis, terdiri atas dokter yang berstatus PNS, PTT, PTT daerah, dan honor rumah sakit.

Dari sekian banyak dokter spesialis yang dibutuhkan, RSUD Baturaja baru memiliki 1 dokter anak, 1 dokter bedah, 2 dokter penyakit dalam, dan 3 kebidanan. Untuk meningkatkan status rumah sakit, faktor jumlah tenaga spesialis paling dominan atau mutlak untuk dijadikan acuan peningkatan sebelum diajukan ke Dinas Kesehatan. Sebab, dari segi pelayanan dan fasilitas, RSUD Dr Ibnu Sutowo sudah memadai.

Meski jumlah tempat tidur yang dimiliki baru sebatas 150 buah. Sedangkan dalam syarat RS tipe B, setidaknya memiliki 200 unit tempat tidur. Dia mencontohkan, Rumah Sakit Bari, Palembang, yang hanya memiliki tempat tidur di bawah 200 unit. Tetapi, karena memiliki banyak tenaga spesialis, RSUD Bari dikategorikan menjadi RS tipe B.

Khusus penambahan tenaga dokter spesialis, pihaknya telah berulang kali meminta bantuan kepada Departemen Kesehatan maupun pabrik penyalur obat, baik secara formal maupun informal. Sebab, tenaga spesialis ini sangat dibutuhkan. Apalagi, RSUD Ibnu Sutowo masih menjadi rumah sakit rujukan, seperti Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan, dan Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Dalam waktu dekat, lanjut Herawati, RSUD Ibnu Sutowo bakal meresmikan penggunaan instalasi gawat darurat (IGD) terpadu. Semua kegiatan yang berhubungan dengan gawat darurat, termasuk rontgen dan rawat inap di bawah tiga hari, tersedia di sana. Dijadwalkan, fasilitas IGD terpadu ini akan diresmikan Bupati OKU H Eddy Yusuf, Senin (5/5) mendatang.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda OKU Januar Effendi membenarkan rencana peresmian penggunaan IGD terpadu. Dengan diresmikannya fasilitas ini, diharapkan mempercepat penggunaan semua fasilitas yang didanai APBN itu.

“Kita harap pelayanan kesehatan bagi semua kalangan dapat lebih baik, termasuk rencana peningkatan status rumah sakit,” kata Januar kemarin. Sebelumnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) OKU memang berencana meningkatkan status RSUD Ibnu Sutowo tipe C menjadi tipe B.

Alasannya, RSUD Ibnu Sutowo masih menjadi rumah sakit rujukan dari daerah lain. “Selain pendidikan, kesehatan adalah hal mutlak yang harus dibenahi untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bupati OKU H Eddy Yusuf. (jimmy/adi)***Harian SINDO

845 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

5 responses to “RSUD Baturaja Minim Spesialis”

  1. Avatar leelly
    leelly

    ya jikapun rencana tersebut benar-benar telah terlaksana, saya sebagai masyarakat turut mengucapkan selamat dan berharap semoga dengan adanya peningkatan status dari C ke level B nantinya juga akan dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. toh semua akan menjadi bias dan percuma dengan banyaknya tenaga spesialis jika hanya berupa “NAMA” dengan segala gelar dan kehormatan yang terpampang di papan nama namun orangnya nanti malah tak pernah ada bahkan tak pernah tahu dimana itu Batu raja.

    karena sudah hal lumrah dimana pada jaman sekarang para dokter spesialis ini merasa enggan dan Ogah jika ditugaskan ke daerah. entah dengan alasan apa yang pasti kita berharap kepada pihak berwenang untuk terus meningkatkan pengawasan juga terhadap para dokter dan perangkat medis lainnya yang ditugaskan ke daerah. jadi bukan hanya namanya saja yang terdaftar di suatu Rumah sakit daerah tapi sosoknya juga bisa melayani masyarakat di daerah dengan baik. dan ini yang terpenting bukan hanya penningkatan level atau status yang perlu diperhatikan.

    karena bagaimanapun, masyarakat jugalah pada akhirnya yang akan terkorbankan jika terjadi kekeliruan dimasa mendatang.

  2. Avatar Budi Santoso

    budi apo taher???

  3. Avatar coki
    coki

    gimana specialis mau betah lengkapi dulu dong fasilitas penunjang buat dokter spesialisnya seperti rumah dinas ,mobil dinas uang insentif dll.jangan dikira sekolah spesialis itu mudah dan murah

  4. Avatar kenain
    kenain

    setuju dengan pendapat pak coki.jangan menuntut petugas kesehatan harus tinggal didaerah ,mereka kan manusia juga sama seperti jeng leely. coba bu leely seandaimya punya anak spesialis p[asti tdk ingin diperlakukan sama seperti itu. manusiawi kan jenghgggggg

  5. Avatar DARMAWAN
    DARMAWAN

    ass,…
    tolong bagi infoo tentang rumah sakit umum baturaja sii….!!
    sekalian minta alamat situsnya sii,…

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca