infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Galeri

ahlan wa sahlan …

Selamat datang di GALERI infokito

Kumpulan Lagu Khas Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Palembang

Gending Sriwijaya
Youtube
Dek Sangke
Youtube
Ribulah Ribu
Youtube
Sayang Selayak
Youtube
Dirut
Youtube
Pagar Pengantin
Youtube
Gadis Tekungkung
Ya Saman
Youtube

Koleksi Foto dan Gambar



Sketsa Kota Palembang tahun 1811 oleh Jaekes -Di dalam sketsa Keraton Palembang ini tampak dua buah kuta yang seakan-akan kembar. Di sebelah kanan adalah gapura pintu masuk Kuta Lama, dikenal juga Kuta Tengkuruk, sedangkan di sebelah kiri adalah gapura pintu masuk Kuta Besak. Di sebelah kanan gapura Kuta Lama tampak bagian puncak menara Masjid Agung. Sketsa di atas dibuat setelah kedua kuta tersebut diduduki oleh Belanda tahun 1821.


Denah Keraton Palembang tahun 1811 – Denah Keraton Kuto Besak Palembang ini digambar ulang oleh Ir. Bambang G berdasarkan denah dari Mayor William Thorn dari buku Memoir. Menurut I. J. Sevenhoven, regeering commisaris Belanda pertama di Palembang, Kuto Besak berukuran lebar 77 roede dan panjang 49 roede (Amsterdamsch roede = kurang lebih 3,75 m, atau panjangnya ialah 288,75 meter dan lebarnya 183,75 meter), dengan keliling tembok yang kuat dan tingginya 30 kaki serta lebarnya 6 atau 7 kaki.


Keraton Kuta Gawang atau Palembang Lama – Ini sketsa Kraton Palembang Kuta Gawang sebelum Kraton dan Kota Palembang Lama ini dibakar habis oleh Kompeni dalam Perang Palembang — Kompeni tahun 1659.


Jembatan Ampera ‘on show‘ – Jembatan Ampera mulai dibangun pada masa pemerintahan Soekarno tahun 1962, memiliki panjang 1.177 meter dan lebar 22 meter. Menariknya, bagian tengah jembatan ini terangkat setinggi 35,40 meter jika ada kapal yang hendak melintas, seperti tampak pada foto. Pada tahun 1970 aktivitas naik-turun jembatan dihentikan karena waktu yang dibutuhkan bukan lagi 10 menit seperti sebelumnya tapi 30 menit, sehingga mengganggu arus lalu lintas.


Sketsa Masjid Agung Palembang tahun 1848 – Sketsa ini dibuat sekitar tahun 1847-1848 sebagai koleksi dalam Lc Moniteur des Indes-Orientales. Sketsa ini dibuat setelah Masjid tersebut diperbaiki oleh pemerintah Belanda pada tahun 1823, sebagai upaya memikat dan membujuk penduduk Palembang untuk dapat “berbaik” kepada Belanda. (Sumber: Cultureel Indie 1939)


Tangga Raja dan Masjid Agung – Gambar Masjid Agung sekitar tahun 1905 ini disketsa ulang oleh ITB jurusan Arsitektur berdasarkan foto Archief KIT 726.2 N 113 dan foto J.A van Rijn van Alkemade. Menarik dari sketsa ini adalah adanya tangga raja di dekat Sungai Tengkuruk (bangunan sebelah kanan).


Benteng Kuto Besak Tahun 1929 – Benteng Kuto Besak tahun 1929 yang difoto dari udara. Tampak di sebelah kiri tembok Benteng Kuto Besak sedangkan sebelah kanan (tengah) adalah bangunan rumah Residen. Rumah residen ini adalah bekas lahan Benteng Kuta Lama.



ke atas


ke atas



jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect