Qatadah r.a. bertanya kepada Anas bin Malik r.a., “Pernahkah Rasulullah saw menyemir rambutnya yang telah beruban?” Anas bin Malik menjawab, “Tidak sampai demikian. Hanya beberapa lembar uban saja di pelipisnya.” Namun Abu Bakar r.a. pernah mewarnai (rambutnya yang memutih) dengan daun pacar dan katam.
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar dari Abu Daud dari Hammam yang bersumber dari Qatadah).
Catatan:
Katam adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan untuk memerahi rambut sedangkan warnanya merah tua.
Hadits yang semacam dengan ini terdapat pula dalam Shahih Bukhari, namun tidak ada cerita tentang Abu Bakar. Dalam Shahih Muslim pun terdapat Hadits seperti itu, juga dalam Sunan Abu Daud dengan tambahan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. pernah menyemir uban mereka.

Baca Juga
Anas bin Malik r.a. mengemukakan:
Aku tidak mendapatkan lebih dari 14 lembar uban yang tumbuh di kepala dan jenggot Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh Ishaq bin Manshur dan Yahya bin Musa dari Abdurrazzaq dari Ma’mar dari Tsabit yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
Catatan:
Dalam Shahih Muslim ada yang semakna dengan Hadits ini, yakni dalam bab “Keutamaan”, hadits no. 2344, juga dalam Sunan Nasai bab “Perhiasan”.
Dalam suatu riwayat, Simak bin Harb r.a. mengungkapkan, aku mendengar Jabir bin Samurah r.a. menjelaskan, setelah ia ditanya tentang uban Rasulullah saw. Apabila Rasulullah saw meminyaki rambut kepalanya, maka tidak terlihat uban di kepalanya. Sedangkan bila tidak meminyakinya, terlihatlah sedikit uban di kepalanya.
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Mutsanna dari Abu Daud ath-Thayalisi dari Syu’bah yang bersumber dari Simak bin Harb r.a.)
Dalam suatu riwayat, Ibnu Umar r.a. mengungkapkan:
Uban Rasulullah saw hanya sekitar 20 lembar saja.
(Diriwayatkan oleh Muhammad bin ‘Umar bin al-Walid al-Kindi al-Kufi dari Yahya bin Adam dari Syarik dari Ubaidullah bin Umar dari Nafi’ yang bersumber dari Ibnu Umar r.a.)
Catatan:
Ibnu ‘Umar r.a. nama lengkapnya adalah Abu ‘Abdurrahman ‘Abdullah. Ia adalah putra ‘Umar bin Khaththab r.a. yang dilahirkan tak lama setelah Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul. Ia banyak sekali meriwayatkan hadits dan wafat pada tahun 73 atau 74 H.
Hadits yang semakna terdapat pula pada Sunan Ibnu Majah dalam bab “Pakaian”, hadits nomor 3630.
Dalam suatu riwayat, Ibnu ‘Abbas r.a. mengemukakan:
Abu Bakar r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh Anda telah beruban!” Rasulullah saw bersabda, “Surah Hud, surah al-Waqi’ah, surah al-Mursalat, surah ‘Amma Yatasa-alun dan surah Idzasy syamsu kuwwirat, menyebabkan aku beruban.”
(Diriwayatkan oleh Abu Kuraib Muhammad bin al-A’la dari Muawiyah bin Hisyam dari Syaiban dari Abu Ishaq dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas r.a.)
Catatan:
Hadits yang semakna dikeluarkan pula oleh Thabrani.
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Abu Juhaifah r.a. dikemukakan bahwa para shahabat berkata:
Wahai Rasulullah, kami melihat Anda sungguh telah beruban. Rasulullah saw bersabda, “Surah Hud dan beberapa surah sebangsanya (telah menyebabkan aku beruban).”
(Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki’ dari Muhammad bin Basyar dari Ali bin Shalih dari Abu Ishaq yang bersumber dari Abu Juhaifah r.a.)
Catatan:
Abu Juhaifah adalah Wahab as-Sawa bin Amir bin Sha’sha’-ah al-Kufi. Ia adalah seorang shahabat yang masyhur. Menurut adz-Dzahabi, ia adalah rawi yang tsiqat (kuat hapalan dan terpercaya). Ia wafat pada tahun 74 H.
Abu Ramtsah at-Taimi Taymur Rabbab r.a. bercerita:
Aku bersama anakku menemui Nabi saw. Tatkala aku melihatnya, aku pun berkata kepada anakku:
Inilah Nabiyyullah saw. Ia mengenakan dua helai pakaian berwarna hijau. Rambutnya telah ditumbuhi uban dan ubannya berwarna merah.
(Diriwayatkan oleh ‘Ali bin Hujr dari Su’aib bin Shafwan dari ‘Abdul Malik bin Umair dari Iyadl Laqith al-Ajali yang bersumber dari Abu Ramtsah at-Taimi Taymur Rabbab r.a.)
Catatan:
Abu Ramtsah at-Taimi Taymur Rabbab r.a. adalah shahabat Rasulullah saw. Namun nama panggilannya diperselisihkan. Ada yang menyebut Rifa’ah, ada pula yang menyebut Khayab dan masih ada panggilan lainnya.
Uban Rasulullah saw. berwarna merah karena rambutnya disemir dengan pacar.
Hadits yang semakna dengan ini terdapat pula dalam Sunan Abu Daud bab “Pakaian”, hadits no. 4065 yang bersumber dari Abu Ramtsah. Juga dalam Sunan Nasai bab “Perhiasan” dan dalam Sunan Tirmidzi.
Pernah ada yang bertanya kepada Jabir bin Samurah r.a. perihal uban di kepala Rasulullah saw ia menjawab:
Di kepala Rasulullah saw tidak terdapat uban, kecuali beberapa lembar pada belahan kepalanya (sisirannya). Apabila ia memakai minyak, maka tertutuplah uban itu karena minyak.
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani dari Suraij bin Nu’man dari Hammad bin Salamah yang bersumber dari Simak bin Harb r.a.)
Catatan:
Hadits yang semakna dengan ini terdapat pada Shahih Muslim bab “Sifat-sifat Nabi saw”, hadits no.2344 dan juga pada Sunan Nasai bab “Perhiasan”.
Semir Rambut Rasulullah SAW
Abu Ramtsah pernah menemui Rasulullah saw dan ia bercerita sebagai berikut:
Aku dan anakku menemui Rasulullah saw. Rasulullah saw bertanya, “Apakah ini anakmu?” Aku menjawab, “Ya,benar!” Rasulullah saw bersabda, “Dia tidak akan disiksa disebabkan dosamu, dan kau juga takkan disiksa disebabkan dosanya.”
Abu Ramtsah berkata, “Aku melihat uban Rasulullah saw berwarna merah.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani dari Hisyam dari ‘Abdul Malik bin Umair dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Abu Ramtsah r.a.)
Catatan:
Hadits yang semakna tertera pula dalam Sunan Abu Daud dalam bab “Tarajjul”, hadits no. 4288, juga dalam Sunan Tirmidzi dan dalam Sunan Nasai. Terdapat pula dalam Sunan Abu Daud dalam bab “Diyat”, hadits no. 4495 dikatakan bahwa setelah itu Rasulullah saw membaca ayat suci al-Quran surah al-An’am ayat 165 dan an-Najm 38.
“Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS.53 an-Najm : 38)
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Utsman bin Mauhab r.a. diungkapkan:
Abu Hurairah r.a. pernah ditanya, “Apakah Rasulullah saw pernah memacari rambutnya?”
Ia menjawab, “Ya.”
(Diriwayatkan oleh Sufyan bin Waki dari ayahnya dari Syarik yang bersumber dari ‘Utsman bin Mauhab r.a.)
Catatan:
Nama lengkap ‘Utsman bin Mauhab r.a. adalah ‘Utsman bin ‘Abdullah bin Mauhab at-Taimi, at-Thalhi, maula keluarga Thalhah al-Madani al-A’raj. Ia adalah seorang rawi yang tsiqat.
Abu ‘Isa at-Tirmidzi berkata, “Menurut riwayat Abu ‘Awanah, hadits ini diriwayatkan oleh ‘Utsman bin ‘Abdullah bin Mauhab yang bersumber dari Ummu Salamah.”
Hadits yang semakna dengan ini terdapat dalam Shahih Bukhari bab “Pakaian”, juga terdapat dalam Sunan Ibnu Majah bab “Pakaian”, hadits no. 3623.

Al-Jahdzamah r.a. istri Busyair bin al-Khashashiyyah pernah bercerita:
Aku melihat Rasululah saw keluar dari rumahnya mengibas-ibaskan rambut sehabis mandi. Dan di kepalanya terdapat bekas daun inai atau bekas celupan (rawi ragu).
(Diriwayatkan oleh Ibrahim bin Harun dari Nadlr bin Zararah dari Abu Jinab dari Iyad bin Laqith yang bersumber dari Jahdzamah r.a.)
Catatan:
Nadlr bin Zararah adalah rawi yang dla’if dan termasuk matruk.
Abu Jinab dikenal sebagai rawi yang masyhur tapi ia dianggap dla’if karena sering menyamarkan rawi.
Dalam suatu riwayat, Anas r.a. menerangkan:
Aku melihat rambut Rasulullah saw dipacari merah.
(Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman dari ‘Amr bin ‘Ashim dari Hammad bin Salamah dari Humaid yang bersumber dari Anas r.a.)
Selanjutnya Hammad mengungkapkan bahwa Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil r.a. berkata:
Aku melihat rambut Rasulullah saw di rumah Anas bin Malik memakai pacar.
(Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman dari ‘Amr bin ‘Ashim dari Hammad bin Salamah yang bersumber dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil r.a.)
Catatatan:
Menurut Imam Nawawi, Rasulullah saw memacari rambutnya hanya sewaktu-waktu saja (tidak sering).
Wallahu a’lam
***Rujukan: Terjemah Hadits Mengenai Pribadi dan Budi Pekerti Rasulullah SAW; Imam At-Tirmidzi; Penerbit Diponegoro; Cetakan ke-10; 2014; halaman 53-59













![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)







Tinggalkan Balasan