Penawaran perdana Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 004 Selasa (26/2) kemarin diserbu investor karena investasinya dinilai lebih menjanjikan. Pimpinan Bank Central Asia (BCA) Palembang Darmawan mengatakan, jatah penawaran ORI seri 004 BCA Palembang sejumlah Rp3,5 miliar ludes diborong investor. Sedikitnya 14 investor berhasil mendapatkan ORI yang merupakan investasi terbitan pemerintah itu.
”Untuk ORI kali ini, BCA mendapatkan jatah penawaran ORI Rp3,5 miliar. Itu pun sudah habis hari ini (kemarin) dibeli 14 investor. Dibandingkan penawaran ORI seri 003, jumlahnya kali ini lebih tinggi,” ungkapnya di Palembang, kemarin.
Menurut dia, jumlah penawaran ORI yang ditetapkan pemerintah untuk Bank BCA terbilang sedikit. Bahkan, secara keseluruhan, penawaran yang ditetapkan kepada beberapa bank yang ditunjuk untuk menawarkan ORI di Kota Palembang hanya berkisar Rp100 miliar. Darmawan menuturkan, melihat respons pembelian investor dan nasabah yang terus meningkat sejak ORI seri 001, seharusnya penawaran yang diberikan diperbanyak.
”Kalau dilihat totalnya tidak sampai Rp100 miliar dan untuk investor di Kota Palembang belum begitu ideal,” tandasnya. Darmawan melanjutkan, besarnya nominal yang ditawarkan bergantung pada kebutuhan investor yang tersedia. Namun,dia menegaskan, jumlah ORI yang dilepas pemerintah di Kota Palembang masih tergolong kecil dibandingkan dengan dana yang terdapat di bank se-Sumsel.
”Setiap ada penawaran ORI, animo investor luar biasa, bahkan harus rela mengantre untuk mendapatkan penawaran ORI seri 004,” tukas dia.
Wakil Kepala Wilayah II Bank Mandiri Palembang R Paul Sianturi mengaku, penjualan ORI seri 004 kali ini pihaknya mendapat jatah penawaran sebanyak Rp74 miliar. Dia menjelaskan, berdasarkan jumlah nominal yang disediakan, maka masing-masing investor maupun nasabah yang ingin membeli dibatasi pembeliannya mulai Rp5 juta–Rp3 miliar. Dia meyakini, penawaran ORI tidak akan bertahan sampai 6 Maret sebagai batas akhir penawaran.
”Penawaran diprediksi akan habis dalam beberapa hari saja. Meski demikian, jatah sebanyak Rp74 miliar, mudah-mudahan Bank Mandiri Palembang masih memiliki stok untuk beberapa mendatang,” katanya.
Senada dikatakan Area Sales Manager Bank Danamon Indonesia (BDI) Karoline Tarigan. Dia mengungkapkan, pembelian pada hari pertama ORI 004 sekitar Rp100 miliar sudah mencapai 50%. Dia menambahkan, pembelian ORI 004 masih didominasi kalangan nasabah.
”Nasabah kita sangat antusias membeli ORI dalam jumlah banyak. Karena itu, pada hari pertama penjualan sudah mencapai 50%,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat ekonomi sekaligus dosen Politeknik Unsri Markoni Badri menilai, tingginya respons dari kalangan nasabah maupun investor yang memanfaatkan surat berharga pemerintah itu tidak lain karena pergerakan perekonomian dunia yang cenderung kurang stabil.
Dia menegaskan, investor yang memanfaatkan investasi dalam bentuk ORI, merasa yakin menanamkan investasinya karena tidak akan mengalami gagal bayar (default). Selain itu, kata dia, harga ORI cenderung mengalami kenaikan dan bunga yang ditawarkan lebih tinggi berkisar 9%. ”Jadi, wajar saja peminatnya tinggi,” paparnya. (komalasari/SINDO)


















Tinggalkan Balasan ke mot^Batalkan balasan