Strategi kaum Zionis Internasional (Internasional Jews, Henry Ford) yang oleh sejarawan Barat juga dikenal dengan sebutan ‘The Conspiracies“, dengan baik terekam di dalam surat jawaban Rabi Tertinggi Konstantinopel, yang pada tahun 1489 menerima pengaduan Rabi Shamur yang mewakili komunitas Yahudi Perancis Selatan yang ditindas oleh raja dan warga setempat yang beragama Katolik.
Dalam suratnya, Rabi Shamur meminta nasehat dan masukan berkenaan dengan situasi dan kondisi yang dialami komunitas Yahudi di Perancis yang terus menrus ditindas Gereja dan Kerajaan. Shamur memaparkan bagaimana orang-orang Kristen Perancis yang tinggal di Arles, Aix dan Marseilles menancam sinagog-sinagog mereka.
Dalam surat jawaban Rabi Tertinggi di Konstsntinopel tertanggal 24 Juli 1489 yang kalimat per kalimatnya menjadi begitu terkenal dengan lugas mencerminkan strategi kaum Yahudi menundukkan Gereja dan juga dunia disebutkan:
“Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa Raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Umat Kristen memerintah supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putera-puteri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka.
Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka binalah putera-puteri kalian menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka didiklah putera dan puteri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka didiklah putera dan puteri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyusup ke berbagai jajaran pemerintah. Dengan demikian, kalian akan bisa menudukkkan orang Kristen dengan cengkraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”
Sejak itu, dengan rapi kaum Yahudi menjalankan strateginya dengan amat hati-hati, hingga tidak sampai 300 tahun kemudian (tepatnya tahun 1773), Rosthchild I dengan berani mencanangkan 25 butir rancangan penguasaan dunia pada pertemuan 13 keluarga Yahudi terkemuka di dunia di Judenstrasse, Bavaria. Rancangan inilah yang mengilhami terbitnya agenda bersama Gerakan Zionis Internasional pimpinan Theodore Hertzl dengan nama ‘Protocol of Zions‘. [infokito]
Wallahua’lam










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan