infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Menyusuri Jalur Bapak Para Nabi

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

REPUBLIKA.ID, Palestina merupakan negeri persimpangan aneka suku, peradaban, hingga pertempuran yang menyisakan banyak hal untuk digali dan ditemukan kembali.

ILUSTRASI Jazirah Arab menjadi lokasi tempat keturunan Nabi Ibrahim AS, melalui Ismail AS, tinggal dan berkembang – Republika | DOK WDL ORG

Terbentang dari Jenin di utara hingga Hebron di selatan, jalur sepanjang 321 kilometer di Tepi Barat, Palestina itu merupakan bagian mega proyek menelusuri kembali jejak perjalanan Bapak Para Nabi, Ibrahim al-Khalil.

Rute Masar Ibrahim al-Khalil berawal dari tempat kelahiran Nabi Ibrahim di Sanliurfa, tenggara Turki lalu ke selatan melintasi Suriah, Yordania, dan Palestina. Rute ini sebenarnya bisa ditarik lebih jauh hingga ke Makkah.

Namun, Perang Suriah mengaburkan rute tua itu dan jalur di Turki masuk ke wilayah tidak aman. Jalur Ibrahim di Tepi Barat merupakan salah satu Jalur Ibrahim yang masih bertahan hingga kini. Meski melintasi dua negara berkonflik, Palestina dan Israel, Masar Ibrahim al-Khalil tidak bertujuan mendamaikan kedua negara.

Tujuan utama digalinya Masar Ibrahim al-Khalil ini merupakan bagian promosi pariwisata setempat dengan mengenalkan ragam kultur yang dilalui rute tua ini. Apalagi, nama Ibrahim sendiri tidak cuma penting sebagai Bapak Para Nabi dalam Islam, tapi juga bagi umat Nasrani dan Yahudi sebagai pembawa ajaran monotheis.

Jalur Masar Ibrahim al-Khalil sendiri tidak benar-benar berada di rute asli yang ditempuh Ibrahim, tapi gabungan kisah dan legenda setempat. Meski demikian, jika mau, pencarian jalur asli jejak perjalanan Nabi Ibrahim bisa dilakukan.

Wisatawan bisa menyusuri Masar Ibrahim al-Khalil dari utara ke selatan dari Jenin, Nablus, Jebel Gerezim, Awarta, Douma, Kufr Malik, Auja, Jerico, Abu Taybah, Ramallah, Yerusalem, Betlehem, dan Hebron. Di sana terdapat kampung-kampung Badui di mana warganya dengan terbuka menerima wisatawan yang berkunjung di rumah-rumah mereka.

BBC menulis, ratusan wisatawan asing ataupun lokal menyusuri jalur itu tiap tahunnya. Mereka membelah batas budaya dan agama di sana. Karena sangat panjang, wisatawan bisa menyusuri sebagian saja Jalur Ibrahim ini, misalnya dari Nablus hingga Ras al-Auja. Perjalanan antara dua tempat itu dihiasi pemandangan kebun zaitun, kebun peach, dan lembah bebatuan. Beberapa lahan terbengkalai tampak ditumbuhi tumbuhan opium liar dan tanaman berduri.

Membuka kembali jalur ini tidak seperti membuka jalur di taman. Tim dari BBC yang menyusuri Jalur Ibrahim bekerja keras mencari petunjuk bagian-bagian jalur yang sudah tidak jelas lagi. Belum lagi kerja keras mengatasi hambatan yang ada seperti pos pemeriksaan keamanan baik milik Israel maupun Palestina.

Bila menyusur jalur utara ke selatan, salah satu titik pertama yang akan ditemui di utara adalah Jebel Gerazim, gunung yang berdiri di atas Kota Nablus. Dari atasnya akan nampak Laut Mediterania dan perbukitan Yordania.

Di puncak Jebel Gerazim ada sebuah menara yang dibangun Salahuddin Al-Ayyubi. Di lereng gunung ada permukiman warga Yahudi dari sekte Samaritan yang masih memiliki sekitar 700 pengikut. Salah satu alasan mengapa Yahudi sekte Samaritan mendiami daerah itu adalah karena mereka yakin, Ibrahim pernah datang ke sana dan membangun altar pertama di Kana’an.

Mereka yakin, inilah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Ibrahim. Memasuki Awarta, wisatawan harus menempuh delapan kilometer berkendara mobil untuk memotong pemeriksaan di pos keamanan utama. Di desa di dekat Nablus itu, warganya sangat bergembira karena desa mereka dilalui Masar Ibrahim al-Khalil. Bukan apa-apa, adanya jalur ini ikut mendorong infrastruktur listrik mencapai Desa Awarta. Ini merupakan fasilitas mewah dan sinyal harapan bagi warga Palestina.

Karena itu, mereka tidak berhenti berharap akan ada wisatawan baru esok hari. Sementara itu, penampungan air masih mengandalkan infrastruktur sisa masa lampau.

Aroma Persia

Terus menyusuri Masar Ibrahim al-Khalil ke selatan, trek akan menanjak ke perbukitan dari Awarta ke Jabal Aurma. Menuju Jabar Aurma, aroma Persia amat tercium dengan adanya tumbuhan salvia (sage) liar dan oregano. Di puncak Jabar Aurma terdapat enam ruang penyimpanan bawah tanah dari batu. Tempat itu digunakan untuk menyimpan logistik selama masa pengepungan Palestina.

Tidak pernah ada keraguan bahwa Palestina memang jadi negeri persimpangan aneka suku, peradaban, hingga pertempuran yang menyisakan banyak hal untuk digali dan ditemukan kembali.

Lereng Lembah Yordania juga bukanlah tempat yang mudah untuk bertani karena posisinya yang berada pada 800 kaki di bawah permukaan laut. Namun, warga lokal tidak menyerah dan tetap menanam gadum. Kadang, pemandangan di sepanjang jalur juga membuat pilu.

Di Desa Douma yang terletak sekitar 25 kilometer di tenggara Nablus, seorang bayi 18 bulan bernama Ali Dqabsheh bersama orang tuanya tewas dalam serangan yang membakar rumah reyot mereka pada 2015. Dua tahun berlalu, kesedihan masih menggantung di langit desa itu. Kenyamanan dunia tampak tidak pernah menyentuh, apalagi menghapus kesedihan tanah itu.

Di Douma, rumah-rumah tradisional dari batu harus beradu dengan rumah-rumah modern. Kehidupan desa selalu tampak sama di mana saja: burung-burung bebas beterbangan, sawah atau ladang yang mengelilingi permukiman, dan para pria yang pergi ke sawah dan ladang. Hiburan warga adalah apa yang mereka ciptakan sendiri, seperti suling kayu dan lagu-lagu berbahasa setempat.

Ilustrasi Babilon, lokasi dakwah Nabi Ibrahim menurut rekaan William Simpson pada abad ke-19 merujuk temuan arkeologis – Republika (wikimedia commons)

Mendekati selatan, ada mata air Ain Samiya yang jadi sumber mata air untuk kota tiga agama, Yerusalem. Di beberapa bagian lainnya, kehidupan tampak kontras. Di Kafr Malik ada warga desa yang menyewakan kamar-kamar di rumah bertingkat nan elegan milik mereka dengan hiasan interior dari bordir tradisional beraneka warna. Pakaian sebagian mereka pun menunjukkan strata sosial di atas biasa.

Di sana, warga setempat juga menyewakan pakaian tradisional setempat. Turis Yahudi dari Amerika dan Amerika Latin cukup sering ke Kufr Malik dan penduduk setempat menerima mereka dengan baik. Sebagian warga, bahkan masih bercakap dalam Bahasa Spanyol karena pernah bekerja di Amerika Latin. Sebagian keturunan warga desa itu, bahkan bertahan di Brasil hingga hari ini.

Dari sana, perjalanan bisa diteruskan ke Abu Taybah, masih di Kufr Maik. Tempat itu merupakan satu-satunya pusat produksi minuman beralkohol di Tepi Barat. Bisnis yang dijalankan warga Palestina Nasrani.

Di jalur ini juga ada asrama agama Mar Saba dari zaman Byzantium. Terletak di Lembah Kidron, tempat itu merupakan salah satu tempat tertua di Palestina. Adapula bangunan keagamaan St George di Lembah Yordania. Pejalan juga bisa berlanjut ke sebuah padang bernama Nabi Musa yang konon jadi tempat istirahat terakhir Musa AS.

Ujung rute Masar Ibrahim al-Khalil dari utara ke selatan berakhir di Hebron, kota tua yang jadi pusat konflik selama bertahun-tahun. Area warga Muslim dan Yahudi benar-benar jelas pemisahannya. Kadang, wisatawan dapat melihat wisatawan lain beribadah dalam cara agama masing-masing di satu kota itu, Muslim melaksanakan shalat dan Yahudi melakukan ibadahnya sendiri.***

Wallahu a’lam

***Disadur dari sebuah tulisan di laman Republika

kembali ke atas | indeks pilihan | download | iklan kecik



14 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca