[tips] Tetap Fit Selama Berhaji
Menunaikan ibadah haji tak dimungkiri memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Tak hanya kemampuan finansial, beribadah haji juga mensyaratkan kekuatan fisik agar mampu menunaikan seluruh rukun dan wajib haji. Karena itu, dibutuhkan persiapan maksimal untuk mencapai kesehatan yang optimal. Persiapan apa saja yang mesti dilakukan? Simak tips berikut:
Sebelum keberangkatan
- Setiap calon haji diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seperti di Puskesmas atau dinas kesehatan tingkat kabupaten atau kotamadya.
- Para jamaah haji dianjurkan pula untuk melakukan imunisasi meningitis meningokokus tetravalen untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit meningitis meningokokus tertentu. Imunisasi ini diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
- Kalau bisa sebelum berangkat haji, fisik Anda sudah beristirahat secara cukup. Ambil cuti dari tempat kerja Anda beberapa hari atau sekitar satu minggu sebelum berangkat tampaknya cukup untuk menyegarkan tubuh.
- Perlu diingat agar memakan beragam makanan dengan gizi seimbang.
- Perbanyak makan sayur dan buah-buahan, tapi kurangi makanan yang tinggi lemak dan batasi pula santapan manis yang mengandung gula murni.
- Usahakan berolahraga dengan rutin demi memperkuat daya tahan tubuh. Lakukan olahraga yang Anda sukai atau biasa dilakukan. Jika ingin cara yang lebih sederhana, lakukan senam atau jalan kaki sekitar 3-5 km atau sesuai dengan kemampuan secara berkala 2-3 kali seminggu. Selanjutnya, latihan dilakukan tiap hari menjelang keberangkatan. Berjalan kaki menjadi penting karena ibadah haji didominasi oleh aktivitas yang membutuhkan ketahanan berjalan kaki.
- Siapkan obat-obatan pribadi. Anda dapat menyiapkan obat-obatan bebas yang biasa dikonsumsi seperti obat batuk, influenza, serta cairan penghangat tubuh seperti minyak kayu putih atau balsem. Jangan lupa membawa krim pelembab untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
Selama perjalanan
- Penerbangan Jakarta-Madinah atau Jakarta-Jeddah mencapai 8-10 jam. Sebaiknya, sepanjang perjalanan dimanfaatkan untuk istirahat.
- Cukup makan dan minum. Perjalanan yang panjang membutuhkan stamina kuat. Perut yang dibiarkan kosong akan mudah menimbulkan penyakit.
- Siapkan obat-obatan secukupnya di dalam kabin pesawat.
- Jangan menahan buang air kecil atau besar. Pesawat memiliki toilet atau kamar mandi yang bersih.
Saat tiba di Tanah Suci
- Agar kondisi badan tetap segar, beristirahat dengan cukup dan tidur sekitar 6-8 jam, apalagi menjelang puncak haji.
- Makan dengan gizi seimbang (empat sehat lima sempurna). Perbanyak konsumsi buah-buahan, terutama buah-buahan yang mengandung banyak air seperti jeruk, apel, semangka, dan pir. Buah-buahan ini bermanfaat untuk menambah kalori dan menjaga kebutuhan cairan tubuh.
- Walau cuaca dingin, jangan segan untuk minum. Minum setiap hari paling sedikit 5-6 liter atau 1 gelas setiap jam. Kelembaban udara di Tanah Suci sangat rendah sehingga dehidrasi senantiasa mengancam.
- Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
- Bawa kain ihram yang tebal. Ini berguna untuk mengatasi udara dingin yang menusuk kulit.
- Bila tidak benar-benar diperlukan, usahakan agar tidak keluar dari tenda atau pemondokan. Jika harus pergi keluar, jangan lupa gunakan masker. (neh/republika)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan