PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya menginvestasikan modalnya untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Bahder Johan menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya siap memasok energi listrik bagi sekitar seperempat (0,25%) penduduk Kota Palembang melalui PLTMG. Sedikitnya lima investor tertarik menginvestasikan dananya untuk pembangunan PLTMG yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar USD16 juta.
Kehadiran PLTMG diharapkan mampu membantu pasokan listrik kepada 14.000 pelanggan PLN. Bahder menerangkan, pihaknya melakukan kerja sama dengan PLN Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) selaku pendistribusi. Dia menambahkan, pembangunan pembangkit energi listrik kepada PLN dengan sistem 20 mw tersebut rencananya mulai dilakukan awal 2008.
”Secara umum kita perkirakan besarnya investasi yang diperlukan USD16 juta. Dananya bukan dari APBD, melainkan dari para investor lokal yang saat ini sudah menawarkan diri. Pembangkit ini diperkirakan dapat membantu pasokan listrik ke PLN untuk seperempat jumlah penduduk Kota Palembang,” jelasnya, seusai menandatangani MoU antara PT SP2J dan PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) tentang pembangunan PLTMG 2 x 7 mw, Kamis kemarin.
Dia menambahkan, dari dua titik yang direncanakan antara Boom Baru dan Jakabaring, pembangunan PLTMG juga difokuskan di kawasan Kalidoni. Dia mengungkapkan, letak pembangkit sedapat mungkin berdekatan dengan pipa gas. Namun sebelum ditetapkan, pihaknya juga sedang melakukan survei ke lapangan, kemarin di kawasan PT Pusri.
”Untuk skala pembangkit sebesar ini, diperkirakan lokasi areal yang diperlukan sekitar 8.000 meter atau mendekati 1 hektare tanah,” tandasnya. Sementara untuk pembagian saham, Bahder mengaku, pihaknya menerapkan sistem berupa kepemilikan tanah, bangunan, privat, dan usaha dalam bentuk perizinan. Dengan demikian, tidak ada bagi hasil dengan pihak PLN, karena PT SP2J hanya menjual energi ke PLN.
”Dalam kesempatan ini kita sepakati PLN mau menerima listrik yang dihasilkan power plan yang dihasilkan PT SP2J,” tegasnya.
General Manager PT PLN WS2JB Dodoh Rahmat mengaku, kerja sama dalam bentuk pasokan listrik dengan PT SP2J tidak sepenuhnya dapat mengurangi tingkat pemadaman. Hanya saja dia mengaku, dengan membeli pasokan energi dari perusahaan tersebut akan mengurangi kerugian yang dialami PLN.
”Bukan mendapat keuntungan, tapi pengurangan kerugian loh. Sebab, jika dibandingkan dengan membangkitkan, cara ini bisa memperkecil kerugian yang dialami PLN,” tegasnya. Dodoh menambahkan, harga yang ditetapkan juga tidak berbeda dengan kerja sama lainnya, dengan kata lain murni bisnis to bisnis, atau berada di kisaran Rp500–600 tiap kwh. (komalasari/sindo)


















Tinggalkan Balasan