infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Mengenal Ahmadiyah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Ensiklopedia
Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah nama kolektif bagi dua kelompok yang bermuara pada satu tokoh, Mirza Ghulam Ahmad, yaitu Jamaah Muslim Ahmadiyah (The Ahmadiyya Muslim Community) dan Gerakan Ahmadiyah Lahore (Lahore Ahmadiyya Movement). Kelompok pertama lebih populer dengan nama Ahmadiyah Qodiani dan di tiap negara masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Pemisahan Ahmadiyah menjadi dua kelompok terjadi setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal. Kelompok kecil yang lahir di Lahore meyakini Mirza hanyalah seorang pembaharu (mujadid) dan setelah kepergiannya, harus ditunjuk seorang pengganti. Kelompok ini lahir karena tidak sependapat dengan kelompok pertama yang terlalu mengkultuskan Mirza yang menganggapnya sebagai nabi dan rasul yang menerima wahyu langsung dari Tuhan.

Nama “AHMADIYAH” sendiri bukan pertama kalinya ada setelah Mirza Ghulam Ahmad membentuk atau mengadakannya. Jauh-jauh sebelum Mirza Ghulam dikenal, nama Ahmadiyah itu telah ada. Ketika Mirza Ghulam masih bocah, berumur kurang lebih tujuh tahun, Sir Syed Ahmad Khan, (1817-1898) pendiri Aligarh yang mashur itu, pada tahun 1842 membukukan hasil-hasil kuliyah-kuliyahnya dengan judul: “Al-Khutbatu-Al-Ahmadiyah“.

Bahkan jauh-jauh lagi di belakang Syed Ahmad Khan, kira-kira 600 tahun sebelum Mirza Ghulam lahir, nama Ahmadiyah itu telah ada. Syed Ahmad al-Bedawi, seorang pejuang Islam yang mashur, mendirikan suatu Thariqat yang menggunakan nama beliau sendiri, ialah Ahmadiyah atau Bedawiyah.

Kontrovesi tentang Ahmadiyah boleh dibilang hadir bersamaan dengan lahirnya kelompok ini. Kaum Muslim tidak bisa menerima klaim Mirza Ghulam Ahmad yang menyebut dirinya adalah Imam Mahdi yang diutus Allah setelah Muhammad. Mereka juga tidak bisa menerima konsep kematian dan kebangkitan kembali Isa versi Mirza. Terlebih, setelah anggota kelompok ini (Qodiani) menyebut Mirza adalah nabi setelah Muhammad. Inilah yang mendasari kelompok ini disebut bukan bagian dari Islam, karena sesuai Alquran surat Al-Ahzab (33) ayat 40 yang artinya, ”Muhammad itu sekali-kali bukan bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…”.

Bahkan di negara asalnya sendiri, India, Ahmadiyah juga tidak diakui dan konstutusi negara India tegas menyebut Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Rabithah ‘Alam Islamy, yang berpusat di kota Mekkah Al-Mukarramah, mengeluarkan keputusan yang menyatakan golongan Ahmadiyah sebagai golongan non-­Muslim serta melarang anggota-anggotanya naik haji.

Jamaah Ahmadiyah Pakistan dikenal aktif menyebarkan pahamnya. Kini, perwakilan Ahmadiyah ada di hampir 189 negara, termasuk Indonesia. Sedang Ahmadiyah Lahore tumbuh subur di 17 negara saja. Dakwah mereka disokong oleh dana yang besar. Umumnya mereka mapan secara ekonomi. Di India, Inggris, dan Pakistan, ada anggota Ahmadiyah yang menjadi petinggi negara.

Tercatat beberapa nama seperti Sir Zafrullah Khan, seorang tokoh negarawan di India dan juga merupakan salah satu anggota kabinet saat itu. Beliau juga tercatat sebagai tokoh Salvation Army Ahmadiyah yang giat menyusun keku¬atan terutama mempengaruhi kalangan pemerintahan maupun militer. Mumtaz Daultana, seorang Kepala pemerintahan daerah Punjab barat.

Misi dakwah Ahmadiyah ke luar Pakistan dimulai tahun 1920. Tahun 1925 masuk ke Indonesia, setelah beberapa santri asal Minangkabau belajar ajaran itu ke Pakistan. Setahun kemudian mereka kembali dan aktif menyebarkan ajaran itu. Selain itu, banyak pendatang asal India yang membawa ajaran itu.

Ahmadiyah Qodiani yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Jumlah mereka lebih banyak ketimbang Ahmadiyah Lahore. Artinya lebih banyak warga Ahmadiyah yang menganggap Mirza adalah nabi ketimbang yang menganggap dia hanya seorang mujaddid semata.***[tri/triyono-infokito]

***Rujukan

  • Dialog Jumat Tabloid Republika, Edisi Jumat 18 Januari 2008/9 Muharram 1429 H
  • Abdullah Hasan Alhadar, Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah

» Update data terakhir pada 20 Januari 2008

255 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Mengenal Ahmadiyah”

  1. Avatar leelly
    leelly

    sepakat. apapun bentuk kepercayaan dan ajaran dari golongan-golongan atau aliran islam lainnya, jika masih menyatakan percaya kepada Rukun islam dan rukun Iman termasuk didalamnya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi akhirul zaman dan percaya dengan ajaran-ajaran Beliau maka itu masih bisa di kategorikan bagian dari bagian ajaran Islam. namun jika sudah ada yang mengkultuskan nabi terakhir bukanlah Muhammad SAW maka itu bukanlah bagian dari ajaran ISlam. dan sudah sepatutnyalah kita sebagai umat muslim harus waspada dan berhati-hati dengan penyebaran dan pergerakan ajaran-ajaran yang menyesatkan tersebut. karena bisa jadi ada misi-misi tertentu dari ajaran-ajaran tersebut yang ingin berupaya menghancurkan islam sebenarnya. dan semoga pemerintah tidak terkecoh dengan hasil pertemuan dengan umat ahmadiyah beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa mereka percaya dan yakin bahwa nabi akhirul zamannyanya adalah Muhammad SAW. bukan Mirza Ghulam Ahmad yang seperti selama ini selalu mereka dengungkan dan mereka sebarkan bahwa nabi akhir jaman berasal dari pakistan yaitu Mirza Ghulam Ahmad.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca