Ibadah Haji merupakan rangkaian ibadah dalam Islam yang wajib ditunaikan bagi mereka yang mampu dan merupakan rukun Islam kelima. Ibadah Haji tahun 2025 merupakan rangkaian ibadah haji terakhir yang dikelola oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan alhamdulillah saya bersama istri berkesempatan menunaikan rangkaian Ibadah Haji Tahun 2025 M / 1446 H.
Saya dan istri memiliki nomor porsi yang secara sistem dijadwalkan berangkat ke tanah suci melalui mekanisme haji reguler pada tahun 2026 untuk asal wilayah Sumatera Selatan. Namun karena kuota calon jemaah haji reguler asal Sumatera Selatan yang berangkat tahun 2025 tidak terpenuhi sampai dengan jadwal waktu pelunasan yang ditetapkan pemerintah, saya dan istri termasuk mereka yang dipanggil sebagai calon jemaah haji cadangan tahun 2025.
Informasi awal panggilan calon jemaah haji cadangan tahun 2025 saya ketahui pada tanggal 2 Maret 2025 melalui salah satu pengurus KBIHU Al Bisri Eka Mandiri yang berkantor di Komplek PHDM V, Kalidoni, Palembang. [ lokasi map KBIHU Al Bisri Eka Mandiri ]
Berdasarkan ketetapan aturan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji reguler 1446 H/2025 M terbagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 14 Februari-14 Maret 2025. Lalu, tahap kedua diselenggarakan mulai dari tanggal 24 Maret-17 April 2025 yang kemudian diperpanjang hingga 25 April 2025 dan kemudian diperpanjang lagi hingga 2 Mei 2025.
Indonesia tahun 2025 mendapat 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Untuk kuota haji reguler, terbagi atas 190.897 jemaah haji reguler yang berhak lunas sesuai urutan porsi; 10.166 jemaah haji reguler prioritas lanjut usia; 685 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) dan 1.572 petugas haji daerah (PHD).
PERSIAPAN
Setelah mengetahui termasuk dalam calon jemaah haji reguler cadangan tahun 2025 dan menyiapkan kelengkapan administrasi, tanggal 4 Maret 2025 datang ke Puskesmas Kenten Kota Palembang [ lokasi map ] untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan kebugaran calon jemaah haji tahun 2025 dan dilanjutkan keesokan harinya melakukan medical check-up calon jemaah haji 2025 di RSUD Fatimah Palembang [ lokasi map ].
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ibadah haji, saya dan istri mengikuti rangkaian manasik haji di KBIHU Al Bisri Eka Mandiri yang berkantor di Komplek PHDM V, Kalidoni, Palembang. Tahun 2025 ini merupakan jemaah Al Bisri XXIV (Bisri 24), artinya KBIHU Al Bisri sudah memberangkat jemaah haji sebanyak 24 kali sejak pendiriannya di tahun 2000. Saya dan istri tergabung dalam regu 18 KBIHU Al Bisri yang merupakan regu terakhir Bisri 24 dan saya ditunjuk sebagai Kepala Regu (Karu). Walaupun tidak mengikuti dari awal kegiatan manasik, namun kami berusaha untuk memaksimalkan pelajaran yang disampaikan oleh pengurus KBIHU Al Bisri, yang sangat menekankan agar setiap jemaah KBIHU Al Bisri dapat mandiri melakukan rangkaian ibadah haji di tanah suci.
Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2025 diselesaikan tanggal 25 Maret 2025 di Bank Muamalat Cabang Palembang. BPIH Tahun 2025 untuk embarkasi Palembang sebesar Rp.54.411.751.
Kementerian Agama kota Palembang menyelenggarakan rangkaian manasik gabungan yang berlangsung dari tanggal 16 s.d. 25 April 2025. Tanggal 16 April 2025 dipusatkan di Masjid Al-Anshor, Sukarami, Palembang dan tanggal 17 s.d. 25 April manasik haji dilaksanakan di masing-masing kecamatan kota Palembang, untuk kecamatan Kalidoni kegiatan manasik haji berlangsung di Masjid Darul Muttaqin, Komplek PHDM. Sedangkan bimbingan manasik haji secara nasional yang berlangsung secara hybrid (offline dan online), dilaksanakan tanggal 19 April 2025 dan untuk calon jemaah haji asal kota Palembang berkumpul di Masjid Al-Anshor, Sukarami.
Pemerintah Indonesia menegaskan kewajiban vaksinasi bagi seluruh jemaah calon haji dan petugas haji. Selain vaksin meningitis yang telah menjadi syarat wajib selama ini, mulai tahun 2025 juga diwajibkan vaksinasi polio. Tanggal 25 April 2025 saya melakukan suntik vaksinasi Meningitis dan Polio di Puskesmas Kenten, Palembang.
Alhamdulillah, seluruh persyaratan keberangkatan ke tanah suci untuk musim haji tahun 2025 sudah dipenuhi. Saya tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 22 embarkasi Palembang (PLM) yang merupakan kelompok terbang terakhir, rombongan 5, syarikah Rakeen Mashariq (RKN). Jemaah Bisri 24 sebanyak 181 orang pengelolaannya terbagi atas 2 (dua) Syarikah yaitu 157 orang Syarikah Al Bait Guests (BTG) dan 24 orang Syarikah Rakeen Mashariq (RKN). Kloter PLM 22 terdiri dari jemaah calon haji dari KBIHU Bisri, KBIHU Al Muzdalifah, KBIHU Al Mabrur, jemaah mandiri dan jemaah dari Provinsi Bangka Belitung.
KEBERANGKATAN KE TANAH SUCI
Selanjutnya memasuki tahapan persiapan keberangkatan ke tanah suci. Kementerian Agama RI sudah menjadwalkan keberangkatan jemaah calon haji 2025 M / 1446 H gelombang 1 tanggal 2-16 Mei 2025 dan gelombang 2 tanggal 17-31 Mei 2025.
Jemaah calon haji dari Bisri 24 yang tergabung dalam Kloter 22 embarkasi Palembang (PLM) terjadwal berangkat ke Mekkah tanggal 29 Mei 2025 dan masuk ke asrama haji tanggal 28 Mei 2025. Tanggal 27 Mei 2025 merupakan jadwal penyerahan koper bagasi (ukuran besar) ke petugas haji yang dikoordinir oleh KBIHU Bisri dan penerimaan koper dipusatkan di Asrama Haji. Bersamaan dengan penyerahan koper bagasi, diterima juga ID Card jemaah haji tahun 2025 sebagai identitas pribadi dan identitas di koper bagasi (ukuran besar) dan koper kabin (ukuran kecil).




Persiapan keberangkatan ke tanah suci dimulai dari masuk Asrama Haji Sumatera Selatan tanggal 28 Mei 2025. Dijadwalkan jemaah haji Kloter 22 PLM diterima petugas haji di Asrama Haji pukul 06.00. Pengurus KBIH Al Bisri mengkoordinir jemaah calon haji Bisri 24 berkumpul bersama di Masjid Aqobah 1 Komplek Pusri sebelum Subuh dan ba’da Subuh diberangkatkan ke Asrama Haji Sumatera Selatan menggunakan 4 (empat) unit Bus Damri.
Kami diterima di Asrama Haji Sumatera Selatan oleh petugas haji yang sudah lebih awal berada di lokasi, yang dilanjutkan administratif penerimaan jemaah calon haji yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Asrama Haji. Petugas haji menyerahkan gelang identitas jemaah calon haji, paket keperluan mandi pribadi dan uang living cost senilai 750 real. Sebelum diizinkan masuk ke kamar masing masing, kami harus melakukan pemeriksaan kesehatan tahap akhir. Di Asrama Haji, saya ditempatkan di kamar Madinah Nomor 327 (MD-327).

Ba’da sholat Ashar, dilaksanakan manasik haji pemantapan yang dibimbing oleh petugas haji bertempat di Masjid Baitul Maghfiroh Asrama Haji Sumatera Selatan. Malamnya, ba’da sholat Isya, petugas haji mengadakan pemantapan kepala regu (Karu) dan kepala rombongan (Karom) Kloter 22 PLM di Gedung Mekkah ruang Jabal Uhud.
Tanggal 29 Mei 2025 dini hari, dimulai seremonial pelepasan jemaah calon haji Kloter 22 PLM di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumatera Selatan. Dalam seremonial ini, diserahkan juga passport, visa dan tiket pesawat kepada masing masing jemaah calon haji. Selesai seremonial, sekitar pukul 02:10 WIB dini hari, dilanjutkan keberangkatan jemaah calon haji kloter 22 PLM menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 dengan menggunakan 9 unit bus.
Pukul 04:00 WIB, pesawat maskapai Saudi Airlines mulai berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 menuju Bandara King Abdulaziz, Jeddah dengan nomor penerbangan SV-5133 dan saya menempati nomor kursi 174. Karena keberangkatan kami langsung menuju Jeddah dan dilanjutkan langsung ke Mekkah, konsekuensinya kami langsung menggunakan pakaian ihrom dari Asrama Haji untuk mengakomodir niat ihrom umroh di atas pesawat ketika melewati kawasan miqot.
KEGIATAN DI KOTA MEKKAH
Pukul 08:15 WAS atau 12:15 WIB, pesawat yang kami tumpangi melewati lokasi miqot Yalamlam, dan di posisi ini, kami semua berniat ihrom umroh. Pukul 09:05 WAS, alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah dengan selamat. Di Bandara King Abdulazziz, proses administratif penerimaan jemaah calon haji Kloter 22 PLM dikoordinir oleh petugas haji Indonesia dan petugas Syarikah Al Bait Guests (BTG) dan Syarikah Rakeen Mashariq (RKN). Di sini, mulai dipisah pengurusan jemaah calon haji Bisri 24 yang dikelola oleh masing masing Syarikah (Syarikah BTG dan RKN).


Selesai pengurusan administratif penerimaan jemaah calon haji Kloter 22 PLM di Bandara King Abdulazziz, pukul 10:45 WAS, bus yang kami tumpangi mulai bergerak menuju kota suci Mekkah. Pukul 12:45, rombongan bus mulai memasuki kota Suci Mekkah dan menuju ke hotel yang sudah ditentukan oleh masing masing Syarikah. Untuk 157 orang jemaah Bisri 24 yang dikelola Syarikah Al Bait Guests (BTG) menginap di Abraj Almisk Hotel (kode hotel 709), Jarwal sedangkan 24 orang jemaah Bisri 24 yang dikelola Syarikah Rakeen Mashariq (RKN) menginap di Hotel Athyr Al Mashaer, Jarwal (kode hotel 610), ditambah satu orang jemaah haji mutasi dari kloter 21 sehingga total menjadi 25 orang. Saya menginap di Hotel Athyr Al Mashaer kamar nomor 416 yang diisi 5 bed. Hotel ini terletak di kawasan Jarwal berjarak lebih kurang 1,8 km dari Masjidil Harom, sehingga masih memungkinkan untuk berjalan kaki ke Masjidil Harom apabila tidak menggunakan fasilitas bus sholawat. Kegiatan setelah menempati kamar hotel adalah istirahat dan persiapan untuk pelaksanaan umroh wajib yang dijadwalkan malam harinya.





Setelah menunaikan rangkaian ibadah sunah sebelum melaksanakan ibadah umroh, sekitar pukul 22:30 WAS, kami berangkat menuju Masjidil Harom menggunakan bus sholawat nomor 16 jurusan Jarwal – Jabal Ka’bah. Setelah bus yang kami tumpangi tiba di terminal Jabal Ka’bah, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju Masjidil Harom. Pukul 23:00 WAS, rombongan kami tiba di pelataran Masjidil Harom yang didampingi oleh Ketua Kloter PLM 22 Bapak Joko Nursodik, pembimbing ibadah Kloter PLM 22 Bapak Asmarkondi, dokter Klote dr Choiriah dan paramedis Kloter Eva Kristin. Sebelum memulai ibadah Umroh, kami berkumpul di pelataran Masjidil Harom untuk memberi kesempatan kepada anggota rombongan ke toilet dan memperbaharui wudhu.




Pukul 23:45 WAS, kami mulai memasuki area Mataf, sebutan untuk area tawaf di seputar Ka’bah. Dimulailah rangkaian ibadah Umroh yaitu tawaf (tawaf qudum), sai dan tahallul. Seluruh rangkaian ibadah ini diselesaikan pukul 02:45 tanggal 30 Mei 2025. Beberapa jemaah melanjutkan menunggu sholat Subuh di Masjidil Harom, yang lainnya kembali ke hotel untuk beristirahat. Kegiatan berikutnya kami isi dengan ibadah pribadi yang rutin dan juga keperluan pribadi.




Ba’da Maghrib, sekitar pukul 19:00 WAS, Ketua Kloter PLM 22 dan pembimbing ibadah sektor 6 mengundang jemaah haji di Hotel Athyr Al Mashaer (hotel 610) melaksanakan pemantapan bimbingan ibadah terkait kegiatan di Armuzna (Arofah, Muzdalifah, Mina) di Mushollah Hotel 610 Lantai S, dan ditutup dengan sholat Isya. Selama menunggu tibanya waktu ke Armuzna, diisi dengan rangkaian ibadah pribadi dan keperluan lainnya. Saya sendiri mengisi kegiatan dengan sholat berjamaah, baik di Masjidil Harom, di Masjid Ba’ustman (masjid terdekat dari hotel) ataupun Mushollah Hotel. Untuk menjaga stamina, sholat berjamaah lebih banyak dilakukan di Masjid Ba’ustman atau Mushollah Hotel.
Tanggal 1 Juni 2025, seluruh jemaah haji Bisri 24 sebanyak 182 orang menyerahkan uang dam kepada Ketua rombongan Bisri 24 yang selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Bisri Mekkah untuk pembelian hewan dam jemaah haji Bisri 24. Tanggal 2 Juni 2025 ba’da Ashar hingga menjelang Maghrib, petugas haji Indonesia dan petugas Kementerian Kesehatan Arab Saudi Sektor 6 mengadakan penyuluhan kesehatan bagi jemaah haji di Mushollah Hotel 610 Lantai S dan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin influenza bagi jemaah calon haji yang memenuhi kriteria. Ba’da Isya dilanjutkan dengan kegiatan pemantapan penyelenggaraan kegiatan di Armuzna untuk kafilah 22 di Mushollah Hotel 610 Lantai S. Untuk kegiatan selama di Armuzna, pemerintah Arab Saudi mengelompokkan rombongan jemaah dengan sebutan kafilah dan Kloter PLM 22 di hotel 610 tergabung dalam Kafilah 22.
PUNCAK HAJI 2025
Tanggal 4 Juni 2025, 8 Dzulhijjah 1446 H, dijadwalkan dimulai keberangkatan jemaah calon haji reguler Indonesia menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Rombongan saya mulai berangkat dari Hotel 610 ke Arofah menggunakan bus pukul 18:50 WAS dan tiba di Arafah pukul 20:25 WAS dengan menempati Maktab 39B yang diisi oleh jemaah Kloter PLM 22. Maktab 39B sudah dilengkapi dengan matras tidur dan penyejuk udara. Tempat sholat, keperluan MCK dan air panas disiapkan di sekitar maktab. Malamnya diisi dengan ibadah pribadi dan keperluan pribadi.



Tanggal 5 Juni 2025, 9 Dzulhijjah 1446 H, rangkaian ibadah wukuf saat puncak ibadah haji, diawali dengan sholat Subuh berjamaah dilanjutkan dengan rangkaian ibadah sunah selama di Arafah. Pukul 10:30 s.d. 11:15 WAS, dikoordinir oleh Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter PLM 22, dilaksanakan pembacaan talbiyah dan surah Yasin bersama di dalam Maktab 39B. Pukul 11:50 s.d. 12:10 WAS disampaikan Khutbah Wukuf oleh Pembimbing Ibadah Haji Kafilah PLM 22 Bapak Asmarkondi. Dilanjutkan sholat Zuhur dan Ashar berjamaah dengan jama’ taqdim qoshor. Ba’da sholat dilanjutkan dengan zikir bersama di dalam Maktab 39B dan ditutup dengan makan siang. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan amalan khusus masing masing jemaah atau pun rombongan hingga menjelang keberangkatan ke Muzdalifah. Sholat Maghrib dan Isya kami tunaikan di Maktab 39B sambil menunggu giliran penjemputan bus menuju Muzdalifah. Pukul 20:30 WAS, kami mulai bergerak ke Muzdalifah menggunakan bus dan tiba 15 menit kemudian. Selama mabit (bermalam) di Muzdalifah, diisi dengan rangkaian ibadah sunah dan istirahat. Petugas di Muzdalifah sudah menyiapkan batu untuk keperluan melontar jumroh di Mina.
Tanggal 6 Juni 2025 dini hari, dimulai keberangkatan jemaah calon haji reguler Indonesia dari Muzdalifah ke Mina. Secara sistem, penjemputan bus akan berlangsung setiap 30 menit untuk mengangkut semua jemaah calon haji secara tertib. Di awal, penjemputan jemaah calon haji masih berlangsung tertib, namun mulai dirasa penjemputan bus mundur dari jadwal yang disusun. Masing masing jemaah calon haji mulai berdesakan melewati pintu 39B untuk akses keluar menuju bus. Pukul 04:00 WAS, saya baru bisa terangkut oleh bus menuju Mina dan terpisah dari rombongan Kloter PLM 22. Pergerakan bus sangat lambat dengan pemandangan banyaknya jemaah calon haji yang berjalan kaki. Pukul 06:25 WAS, petugas bus dari Syarikah RKN yang saya tumpangi menyampaikan bahwa bus tidak mungkin bergerak dalam waktu dekat, karena terjadi penutupan jalur bus menuju tenda di Mina sebagai dampak akses jalan bus yang dipenuhi oleh jemaah yang berjalan kaki. Opsi yang ditawarkan oleh petugas bus dari Syarikah RKN yaitu tetap menunggu di bus sampai jalan untuk akses bus dibuka kembali atau turun dari bus dan berjalan kaki menuju tenda di Mina. Dari kesepakatan seluruh penumpang bus, kami akhirnya turun dan berjalan kaki menuju tenda di Mina. Setelah berjalan kaki bersama rombongan menuju tenda di Mina, pukul 08:12 WAS, saya beserta rombongan tiba di tenda penampungan Mina Maktab 39B. Setibanya di tenda Mina, belum ada rombongan Kafilah PLM 22 yang tiba, hanya diisi oleh jemaah calon haji yang mengikuti program murur. Beberapa jemaah Bisri 24 ada yang tersesat arah dan ada pula yang terpaksa beristirahat di tenda petugas karena kelelahan. Bertahap jemaah calon haji tiba di masing masing tenda penampungan. Karena kondisi yang kurang kondusif, agenda melontar jumroh yang semula dijadwalkan ba’da Ashar secara berombongan, dimundurkan menjadi ba’da Isya. Beberapa jemaah mengambil inisiatif tetap melontar jumroh ba’da Ashar yang terpisah dari rombongan. Ba’da Isya mulai pukul 20:00 WAS hingga pukul 22:00 WAS ditunaikan melontar jumroh Aqobah di lantai 3 arena lontar jumroh dan ditutup dengan tahallul awwal.
Keesokan harinya, tanggal 7 Juni 2025, saya mencukur habis rambut di tenda dengan bantuan sesama jemaah haji. Ibadah berikutnya dilanjutkan dengan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah dan saya beserta sebagian besar rombongan Kafilah PLM 22 mengambil nafar awwal. Beberapa jemaah ada juga yang mengambil nafar tsani. Karena kami mengambil nafar awwal, tanggal 8 Juni 2025, pukul 09:45 s.d. 11:05 kami tempuh perjalanan pulang dari tenda Mina menuju Hotel Atheer Al Mashaer, Makkah. Selama 2 hari di Mina, kami menginap di tenda Maktab 39B yang ditempati oleh jemaah Kloter PLM 22 yang dilengkapi dengan matras tidur dan penyejuk udara. Hanya saja, jumlah matras tidur yang tersedia di dalam tenda tidak mencukupi jumlahnya dengan total jemaah Kloter PLM 22, sehingga ada jemaah yang pindah ke tenda lain yang kosong, ada juga yang tidur di luar tenda atau tidur di Masjid terdekat. Lokasi tenda kami tidak terlalu jauh dari Masjid Kuwait yang digunakan oleh jemaah haji untuk sholat maupun MCK. Di area sekitar tenda Maktab 39B tidak disediakan tempat khusus sholat, sehingga sholat ditunaikan di dalam tenda atau pun ke Masjid Kuwait ini. Area tenda Maktab 39B bisa dicapai melalui King Abdullah Road, Street 620 atau pun Street 608, Mina.













Setelah beristirahat pasca kegiatan di Armuzna, tanggal 10 Juni 2025, pukul 01:20 WAS saya melaksanakan thawaf ifadah di area Mataf yang dilakukan tanpa menggunakan pakaian ihrom, disambung dengan sholat Subuh berjamaah dan dilanjutkan dengan Sa’i (tahallul tsani). Paginya saya dan istri melanjutkan sarapan pagi di Shawarma Vaps, Pullman Zamzam. Kegiatan berikutnya di Makkah merupakan rangkaian ibadah pribadi dan keperluan lainnya diantaranya:
- Sholat berjamaah, baik di Masjidil Harom, di Masjid Ba’ustman (masjid terdekat dari hotel) ataupun Mushollah Hotel 610. Tempat saya sholat di Masjidil Harom selain di area Mataf yaitu area roof top, area bangunan lantai 1 dan pelataran Masjidil Harom. Pintu yang pernah dimasuki dilalui yaitu pintu 66, 68, 79, 84, 100, 114 dan umroh gate.
- Melaksanakan tiga kali badal umroh.
- Wisata kuliner dan belanja di seputaran Masjidil Harom dan hotel tempat menginap.
- Ziarah ke Bir Tuwa (Sumur Tuwa) yang terletak di kawasan Jarwal, tidak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap.
- Silaturahmi sesama jemaah haji yang berasal dari perusahaan yang sama (14/06/2025).
- City tour kota Makkah (15/06/2025) semua jemaah haji Bisri 24, menggunakan 4 unit bus dan didampingi muthawif dengan tujuan ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina dan Jabal Nur.
- City tour ke Pasar Ka’kiyyah, Makkah (18/06/2025) menggunakan taksi dalam kota.
- Ziarah ke pemakaman Hajun & Ma’la (19/06/2025) dan (30/06/2025), secara khusus menziarahi makam ibunda Khadijah r.ha, Abuya Sayyid Alwi Almaliki, Sayyidina Abdullah bin Zubair, Syekh Nawawi Banten, Syekh Yasin Padani dan Kyai Ma’mun Zubair.
- Wisata ke Hira Cultural District (20/06/2025) di area Jabal Nur menggunakan taksi dalam kota dengan mengunjungi Museum Wahyu (Revelation Exhibition), Museum Quran dan kuliner Bakso Bistro.
- Ziarah ke Gua Hira (22/06/2025) yang terletak di puncak Jabal Nur menggunakan taksi dalam kota. Perjalanan ke puncak Jabal Nur ditempuh dengan jalan kaki.
- Wisata religi ke Kota Thaif (24/06/2025) menggunakan bus dengan mengunjungi Masjid Abdullah bin Abbas, penyulingan mawar, makan siang nasi Mandhi, kereta gantung Al Hada dan Masjid Qornil Manazil.
- Silaturahmi ke majelis Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alwi Al Maliki (26/06/2025) di Ar Rusayfah, Makkah.






















BERGERAK KE KOTA MADINAH
Tanggal 27 Juni 2025, diadakan rapat koordinasi antara Petugas Haji Kloter PLM 22 dengan karu dan karom di Mushollah Hotel 610 Lantai S untuk membahas persiapan ke Kota Madinah. Tanggal 1 Juli 2025, ba’da Sholat Subuh di Masjidil Harom, ditunaikan Thawaf Wada’ di pelataran Ka’bah (Mataf) untuk persiapan meninggalkan kota Makkah dan menuju kota Madinah. Pukul 17:45 WAS, bus membawa kami dari Hotel Atheer Al Mashaer, Makkah menuju kota suci Madinah. Pukul 01:15 WAS tanggal 2 Juli 2025, rombongan bus kami mulai memasuki kota Madinah dan tiba di Hotel Jawharat Al Rasyid, Madinah Munawwarah pukul 02:00 WAS. Setelah urusan administrasi selesai, saya menginap di Hotel Jawharat Al Rasyid kamar nomor 522 yang diisi dengan 3 bed. Letak Hotel Jawharat Al Rasyid sangat dekat dengan Masjid Nabawi, sekitar 500 meter, sehingga dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar 5-10 menit saja, melalui Masjid Al Ghamamah, Masjid Abu Bakar as-Siddiq dan gate terdekat yaitu gate 310. Selama di kota Madinah, Jemaah Bisri 24 menginap di dua hotel berbeda yaitu 132 orang menginap di Hotel Jawharat Al Rasyid (kode hotel 418) dan 50 orang menginap di Hotel Karam Al Khair (kode hotel 309).
Beberapa rangkaian kegiatan selama di kota suci Madinah yaitu:
- Ziarah ke Makam Rasulullah SAW sebanyak enam kali yang saya lakukan ba’da sholat Ashar atau ba’da sholat Subuh.
- Ziarah pemakaman Baqi sebanyak enam kali.
- Ziarah ke Raudhoh sebanyak tiga kali. Yang pertama (04/07/2025) dikelola oleh Syarikah RKN serta kedua (05/07/2025) dan ketiga (08/07/2025) menggunakan aplikasi Nusuk.
- City tour kota Madinah (5/07/2025) menggunakan bus dengan mengunjungi kebun kurma, Masjid Quba dan bukit Uhud.
- Wisata kuliner dan belanja di seputaran Masjid Nabawi.







KEPULANGAN KE TANAH AIR
Tanggal 8 Juli 2025, diadakan rapat koordinasi antara Petugas Haji, Karu dan Karom Kloter PLM 22 di area lobi Hotel Jawharat Al Rasyid yang membahas persiapan kepulangan ke tanah air. Tanggal 9 Juli 2025, pukul 15:05 WAS, kami mulai meninggalkan Hotel Jawharat Al Rasyid, Madinah menggunakan 9 armada bus menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, tiba di Bandara pukul 15:40 WAS, dilanjutkan administratif penerimaan penumpang. Pukul 19:30 WAS, kami mulai boarding ke pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV-5420. Pukul 20:45 WAS, pesawat mulai take-off dari Bandara AMAA, Madinah dengan tujuan akhir Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Pesawat sempat mampir di bandara transit untuk pengisian bahan bakar.
Tanggal 10 Juli 2025, pukul 12:07 WIB, pesawat yang kami tumpangi tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang dan dilanjutkan dengan administratif penerimaan penumpang. Pukul 12:40 WIB kami meninggalkan Bandara SMB2 menggunakan bus menuju Asrama Haji. Tiba di Asrama Haji pukul 13:15 WIB dan dilanjutkan seremonial penerimaan jemaah haji Kloter PLM 22 di Gedung Serbaguna Asrama Haji Sumatera Selatan. Pukul 14:15 WIB kami mulai meninggalkan Asrama Haji dengan menggunakan bus dan tiba di Masjid Aqobah 1 Pusri pukul 14:50 WIB yang disambut keluarga para jemaah Haji. Setibanya di Masjid Aqobah 1 Pusri, keluarga besar kami sudah menunggu di parkiran Masjid Aqobah 1, dilanjutkan pengambilan air zam zam kemasan 5 liter per jemaah haji dan pengambilan koper jemaah haji di TPA Masjid Aqobah 1 Pusri. Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2025 dapat ditunaikan dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga besar di Palembang.
PENUTUP
- Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah zhohir (fisik) dan batin (spiritual). Siapkan diri lebih awal baik fisik maupun batin (spiritual).
- Rangkaian ibadah di tanah suci baik di Mekkah maupun Madinah, didominasi oleh aktifitas jalan kaki, baik itu thawaf, sa’i, melontar jumroh, ibadah ke Masjidil Harom, ibadah ke Masjid Nabawi hinggalah wisata kuliner dan belanja. Persiapan fisik dan batin sejak di tanah air. Sebagai gambaran, jarak tempuh ibadah thawaf sebanyak 7 putaran ditempuh kisaran 3 s.d. 3,5 km. Jarak tempuh ibadah sa’i sebanyak 7 kali bolak balik kisaran 3 s.d. 3,2 km.
- Pelajari fiqh ibadah haji/umroh baik itu rukun haji/umroh, wajib haji/umroh, sunah haji/umroh, larangan haji/umroh dan segala hal terkait ibadah haji/umroh, agar kita bisa melaksanakan rangkaian ibadah secara mandiri di tanah suci, walaupun seandainya dari KBIHU ikut mendampingi dengan pembimbing ibadah haji.
- Lengkapi diri dengan identitas pengenal baik yang diberikan oleh petugas Haji Indonesia maupun petugas haji Arab Saudi / Syarikah.
- Upayakan membawa alat komunikasi (handphone) yang dilengkapi dengan kuota internet.
- Bawa perlengkapan pribadi yang mengantisipasi cuaca ekstrim di tanah suci (panas kering, berdebu), semisal payung, kacamata hitam, topi, masker, botol air minum, krim kulit, obat-obatan (obat batuk, pilek, demam, tetes mata).
- Bawa pakaian dan perlengkapan pribadi standar secukupnya. Hotel di Mekkah memungkinkan kita untuk mencuci dan menjemur pakaian, tetapi hotel di Madinah sebaliknya. Ada pilihan untuk kekurangan pakaian dan kebutuhan pribadi standar dapat dibeli di kota Mekkah atau Madinah.
- Air zam zam tersedia di banyak tempat di area Masjidil Harom (suhu dingin dan normal), baik pelataran Masjidil Harom maupun di dalam bangunan Masjidil Harom. Sedangkan di Masjid Nabawi, air zam zam hanya tersedia di dalam bangunan Masjid Nabawi dan area khusus pembagian air zam zam di dekat gate 310.
- Pemerintah melalui pihak Syarikah menyiapkan makan pagi, siang dan malam selama di Mekkah, Madinah, Arofah dan Mina serta makanan ringan untuk di Muzdalifah
- Aplikasi berbasis android yang dapat digunakan untuk referensi penyelenggaraan ibadah haji 2025 diantaranya aplikasi Satu Haji, Saudi Visa Bio, Nusuk, Haramain Recordings, Google Maps


Wallahu a’lam
kembali ke atas | indeks pilihan | download | iklan kecik




















Tinggalkan Balasan