infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Wajik, Tradisi Penyambutan Jemaah Haji

indeksdownloadgaleripromosicaripranala

Wajik memang nikmat. Itu setidaknya yang dirasakan masyarakat Desa Tuo Sumay di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. Makanan ini mereka sebut nasi manis karena manis dan gurih di lidah.

Namun, bukan sekadar karena rasanya yang nikmat itu mereka kerap menikmati wajik. Ada tradisi di sana untuk selalu memasaknya pada setiap acara khusus dan perayaan keagamaan. Pada perayaan Idul Fitri, Idul Adha, serta penyambutan jemaah haji yang berpulang dari Mekkah, mereka menikmati wajik bersama-sama.

Sejak Rabu (17/12) pagi, para ibu di Desa Tuo Sumay telah berkumpul di rumah Masturah lalu. Sebuah wadah penggorengan besar disiapkan untuk membuat wajik. Menurut Khodijah, warga setempat, mereka menyambut kedatangan Masturah setelah dirinya kembali dari menunaikan ibadah haji di Mekkah.

”Ibu Masturah dan beberapa orangtua di sini kembali dari ibadah haji dengan selamat. Karena itu, kami menyambutnya sebagai tanda sukacita kami,” ujar Khodijah.

Proses pembuatan wajik cukup panjang, diawali dengan menanak ketan putih. Selanjutnya, gula merah, gula putih, dan santan direbus dengan menggunakan api dari kayu bakar. Proses pemasakan gula dan santan memakan waktu sekitar lima jam.

Setelah mengental, hasilnya dicampurkan pada ketan. Jadilah wajik kegemaran masyarakat Tuo Sumay. ”Wajik itu salah satu makanan khas di sini, selain dodol ketan. Kami menyukainya,” tuturnya.

Menurut Halik, warga lainnya, tradisi penyambutan semacam ini berlangsung setiap tahun. Sejak lima tahun terakhir, banyak warga yang mencapai tingkat kesejahteraan memadai sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk naik haji.

Ini seiring harga sawit yang tinggi. Sawit yang semula hanya berkisar Rp 5000 per kg, terus naik dan sempat mencapai Rp 1.600 per kg. Hanya belakangan ini saja harga sawit merosot.

”Kalau dulu, belum tentu setahun sekali kami bisa menggelar tradisi penyambutan seperti ini. Tapi, sekarang menjadi rutin karena setiap tahun selalu ada warga yang berangkat ke Mekkah. Bahkan jumlahnya semakin banyak,” tuturnya.

Tidak hanya acara penyambutan pasca kepulangan ibadah haji, masyarakat juga menggelar pesta adat sebelum mengantar warga berangkat beribadah. Hanya saja, acara syukuran ini digelar lebih besar-besaran.

Calon jemaah yang akan berangkat biasanya juga memotongkan kerbau untuk disantap oleh masyarakat setempat. Mereka kemudian berdoa bersama-sama untuk memohon keselamatan bagi calon jemaah haji di desa itu. (ITA/kompas)

•••

43 hit

harga emasworld monitor


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca