Pemprov Sumsel akan melakukan uji coba konversi minyak tanah ke gas elpiji pada November tahun ini untuk mendukung langkah pemerintah pusat. Wakil Gubernur Provinsi Sumsel Mahyuddin NS menyebutkan, konversi minyak tanah ke gas elpiji untuk sementara dilaksanakan di Kota Palembang. Dia menambahkan, saat ini Pemprov telah merancang tim untuk melakukan sosialisasi dengan Pertamina UP III dan Upms II.
Dia menerangkan, setidaknya ada kerja sama yang harus dibuat dengan Pertamina untuk selanjutnya dilakukan kontrak kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara pemprov dengan Pertamina. “Yang jelas kita sosialisasikan dulu program pemakaian gas kepada masyarakat di Kota Palembang. Dengan begitu, mereka (masyarakat) tahu nilai ekonomisnya, baru kita adakan MoU dengan Pertamina,” jelasnya.
Dia menyatakan, saat ini sosialisasi menggunakan gas elpiji kepada masyarakat merupakan program nasional. Dia berharap, semua daerah di Sumsel dapat melanjutkan program sesuai dengan harapan. Wagub menerangkan, saat ini program yang dibentuk pemerintah dinilai sangat positif.
“Sumsel merupakan salah satu daerah pertama di luar Jawa yang sedang menyiapkan program konversi minyak tanah ke gas elpiji,” ungkapnya. Wagub menerangkan, tahap pertama pada November tahun ini mengambil contoh di dua kecamatan.
”Kita ambil dua kecamatan dulu, seperti di Plaju dan di Gandus. Kita akan melihat seberapa jauh jumlah KK yang membutuhkan. Kita harapkan kalau berhasil di dua kecamatan tersebut, Gubernur mengharapkan hingga awal 2008 program tersebut dapat berjalan mencapai 500.000 kepala keluarga,” paparnya.
Mahyuddin menambahkan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil maupun UKM, pihaknya juga berharap adanya kerja sama bukan pada sektor pengembangan gas perumahan. Dia berharap, pengembangannya dapat diwujudkan dengan melibatkan dana kemitraan/program kemitraan bina lingkungan (PKBL) di Pertamina UP III dan UPms II.
Sementara itu, General Manager PT Pertamina UPms II Palembang Deni Whisnuwardhani mengatakan, saat ini program konversi minyak tanah ke gas telah disepakati. Dia menegaskan, pemprov sangat mendukung rencana pemerintah pusat.
”Mudah-mudah sosialisasi pada November tahun ini dapat direalisasikan di Sumsel. Konversi gunanya untuk mengurangi subsidi minyak tanah dan membiasakan masyarakat menggunakan gas yang lebih ekonomis,” jelasnya. (irwan/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan