Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memaparkan strategi komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung dan Sekanak.

Langkah ini mencakup solusi jangka pendek, jangka panjang, hingga rencana pengendalian terintegrasi, guna menghadapi tantangan perubahan iklim dan curah hujan tinggi.
Kepala PUPR Kota Palembang, Ir Yudha F ST MT, mengatakan, berdasarkan data terbaru, terdapat sejumlah titik prioritas yang menjadi fokus penanganan.
“Seperti saat Wali Kota Palembang Ratu Dewa, meninjau kondisi Banjir di sejumlah kawasan, seperti di kawasan Sungai Bendung, genangan juga kerap terjadi di wilayah Simpang Polda, Jalan May Salim Batubara, Pipa Reja, Sekip, hingga Jalan Veteran,” Selasa (7/4/2026).
Titik genangan teridentifikasi di Jalan Demang Lebar Daun (depan SMK 2 dan Siti Khadijah), Simpang 5 DPRD, Jalan Angkatan 45, hingga area Kambang Iwak Besak.
“Permasalahan utama di kedua wilayah ini meliputi sedimentasi sungai yang memprihatinkan, kepadatan pemukiman di sempadan sungai yang menyulitkan pengerukan, serta faktor alam seperti pasang surut air laut dan topografi yang rendah”.
Pemkot Palembang mengerahkan 531 pekerja yang terbagi dalam lima unit Operasi dan Pemeliharaan (OP), yaitu OP Sungai, Drainase, Kolam Retensi, Pengendali Banjir, dan IPAL. Tim ini bekerja dalam tiga shift selama 24 jam untuk memastikan saluran tetap berfungsi optimal.
Strategi jangka pendek meliputi:
- Pengerukan sedimen secara rutin pada saluran drainase dan sungai.
- Optimalisasi operasional pompa pengendali banjir dan pintu air.
- Pemasangan Flood Warning System dan pemanfaatan aplikasi digital untuk monitoring genangan.
- Visi Jangka Panjang dan Infrastruktur Terintegrasi
Solusi permanen, pemerintah fokus pada peningkatan infrastruktur melalui pembangunan dan penambahan kolam retensi, yang saat ini berjumlah 50 lokasi di Palembang. Selain itu, revitalisasi Sungai Sekanak dan Lambidaro terus dilanjutkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai sistem transportasi air sekaligus ikon wisata kota.
Pemerintah Kota berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan partisipasi aktif warga dapat mewujudkan Palembang yang lebih tangguh terhadap risiko banjir kedepan di masa depan.
Program Sumsel Bersih sebagai upaya Nyata Atasi Banjir
Wali Kota Palembang Ratu Dewa , saat menerima audiensi dari Sumsel Bersih, Jumat (17/4/2026), membahas masalah perkotaan yakni banjir, sampah dan kemacetan. Sumsel Bersih mengungkapkan hasil analisis mereka sejak 2024.
Ketua Sumsel Bersih, Boni Bangun, mengatakan, banjir di Palembang masih menjadi permasalahan serius. Baik dari segi sebaran titik rawan maupun kedalaman air. Penyebab banjir diantaranya sedimentasi Sungai Musi, akibat pendangkalan, luapan air sungai kini masuk ke pemukiman warga saat pasang. Selain itu, ekspansi permukiman yang menimbun rawa tanpa disertai pembangunan kolam retensi yang memadai menjadi pemicu utama genangan air tak kunjung surut saat hujan deras tiba.
Masalah banjir ini harus segera ditangani dengan efektif. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan juga harus ditingkatkan. Sumsel Bersih merencanakan akan menggelar forum grup discussion (FGD) untuk mencari solusi konkret mengatasi masalah perkotaan ini.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik rencana penyelenggaraan FGD lintas sektor yang dijadwalkan pada Mei 2026. Ini akan menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah.
Penanggulangan banjir butuh sinergi multi-stakeholder. Selain infrastruktur, audiensi ini juga menekankan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Banyaknya aliran sungai yang tersumbat oleh sampah domestik menganggu sistem drainase kota. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi Palembang untuk mengatasi banjir.***
***Rujukan: Majalah LIMAS, Volume 7, Edisi April 2026









![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)











Tinggalkan Balasan