infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Minyak Tanah Segera Ditarik di Pasaran Sumsel

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Pertamina segera menarik keberadaan minyak tanah (mitan) di pasaran Sumsel agar program konversi LPG memenuhi target yang diharapkan. Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Faisal mengatakan, konversi terus dilakukan sebagai upaya menekan subsidi minyak tanah yang semakin membengkak akibat kenaikan harga minyak mentah dunia mendekati USD100 per barel.
Akibat kenaikan harga ini, subsidi pemerintah untuk premium, minyak tanah dan solar meningkat menjadi Rp99 triliun. Faisal menjelaskan, bila penggunaan LPG kian mantap, secara bertahap minyak tanah akan ditarik dari pasaran.” Saat ini Rp50 triliun habis digunakan untuk subsidi minyak tanah. Padahal, awal 2007, pemerintah hanya menanggung Rp57 triliun untuk subsidi,” jelasnya usai soft launching Konversi Minyak Tanah ke LPG di Kec Sukarame Palembang, Sabtu (24/11) kemarin.

Dia menjelaskan, pemerintah menyubsidi minyak tanah Rp5000 per liter dari harga tanpa subsidi, yakni Rp8000 per liter. Menurutnya, penggunaan LPG 3 kg setiap kepala keluarga (KK) dapat menghemat pengeluaran sebesar Rp24.000 per bulan. Dia menuturkan, 1 kg LPG setara dengan 2,5 liter minyak tanah. Faisal menerangkan, harga LPG 3 kg sampai di pasaran konsumen Rp12.750/tabung, dengan harga sebenarnya tanpa subsidi Rp18.000. Dengan konversi ini, harga minyak tanah akan dinaik kan untuk mengurangi subsidi.
Sementara itu, penilaian menggunakan LPG memiliki risiko besar, dia menegaskan, pandangan yang tidak keliru. ”Justru sebenarnya penggunaan minyak tanah yang jauh tidak aman. Jangan khawatir agen atau pangkalan minyak tanah hilang pekerjaan setelah konversi ini karena semuanya kita alihkan menjadi agen atau pangkalan LPG,” terang dia. Faisal menambahkan, setelah konversi minyak tanah ke LPG dilakukan di Sumsel, berikutnya segera dilakukan di Sumut.

Pemberlakuan ini berdasarkan kesiapan daerah menyiapkan infrastruktur termasuk kemungkinan cadangan gas yang dimiliki. Sumsel merupakan provinsi ketiga yang melakukan konversi setelah DKI Jakarta dan Prov Banten. ”Daerah yang telah siap kita dorong untuk melakukan konversi, mungkin Medan atau Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Wagub Sumsel Mahyuddin NS menjelaskan, Pemprov Sumsel menargetkan penyaluran LPG 3 kg sebanyak 1 juta tabung dan akan dilakukan secara bertahap dengan sosialisasi yang memadai. Masyarakat harus diajarkan cara penggunaan tabung dan kompor serta memasang regulator.

Sebagai tahap awal pada soft launching ini dibagikan 50 tabung untuk 50 KK, sedangkan tahap selanjutnya untuk 50.000 KK. ”Targetnya, untuk Kota Palembang mencapai 200.000 tabung,”jelas dia. Hal yang sama dikatakan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, konversi ini dilakukan bukan untuk memberatkan masyarakat, melainkan memudahkan sekaligus membantu pemerintah pusat mengurangi ketergantungan minyak bumi. (siera syailendra/sindo)

37 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

2 responses to “Minyak Tanah Segera Ditarik di Pasaran Sumsel”

  1. Avatar dianna

    saya kira ga akan berhasil konversi minyak tanah sekarang harusnya jangan dulu ditarik dapasaran…mungkin dia mau ekspor lebih banyak kan harga minyak lagi bagus..

  2. Avatar Mbah joko

    Memang sudah seharusnya kita tidak tergantung lagi dengan minyak tanah. Energi itu harus dibuat alternatifnya jangan satu saja.Pacar aja satu apa gak nyeselll tuh, sekali muda banyakin serep..hehehehehe

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect