Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed mengungkapkan, sekitar 40% wilayah Banyuasin belum teraliri listrik, terutama daerah perairan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Banyuasin secara keseluruhan, membutuhkan waktu sekitar 5–10 tahun. Untuk pembangunan listrik di daerah-daerah diperlukan dana yang tidak sedikit. Namun, Bupati tidak bisa menyebutkan berapa rupiah investasi yang dibutuhkan untuk membuat Bumi Sedulang Setudung tersebut bebas dari kegelapan.
”Ya mungkin kalau 5 tahun lagi kita mungkin bisa mencapai 80% dalam penggarapan listrik. Tapi kalau untuk semuanya belum bisa dilakukan, karena membutuhkan waktu sampai 10 tahun untuk mengcover semuanya,” tegasnya. Amiruddin menjelaskan, untuk listrik perlu diperhatikan sumbernya dari mana, apakah dari Banyuasin, dari daerah tetangga, atau dari Sumsel. Sebab, sumber daya listrik sangat mempengaruhi pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Selain itu, jaringan untuk daya listrik dari tiang sampai masalah teknis lainnya membutuhkan dana dalam jumlah besar.
”Banyak hal yang menjadi persoalan untuk membangunkan listrik bagi warga, terutama pembiayaan. Kita harus memperhatikan, apakah listrik tersebut dayanya dari Banyuasin atau daerah lain. Kemudian, jaringan listrik yang harus menjangkau daerah-daerah pelosok dan konsumen juga menjadi pertimbangan ekspansi jaringan listrik,” terangnya. Kepala PLN Ranting Pangkalan Balai Syamsul Rizal mengatakan, setiap tahun PLN memiliki program listrik masuk desa.
Dia mengungkapkan, untuk 2007 pihaknya sudah membuka jaringan pada tiga desa, yaitu Desa Bengkuang, Taja Indah, dan Betung. ”Dari desa tersebut, ada beberapa dusun yang dialiri listrik. Program ini semata dari APBN dan permintaan masyarakat, jadi kita membantu masyarakat,” ucapnya. Menurut Syamsul, sesuai visi PLN yaitu 75–100, di usia kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun, maka seluruh desa di Indonesia akan terang benderang. Namun, hal tersebut sebenarnya bisa diubah dan dipercepat apabila ada kerja sama antara PLN dan Pemkab.
”Seperti sekarang ini kan belum ada kerja sama antara pemkab dan PLN. Jadi yang baru bisa dilakukan PLN adalah memberikan listrik ke-2 desa setiap tahunnya. Namun, dari Dinas Pertambangan Banyuasin beberapa waktu lalu telah melakukan kerja sama dengan PLN,” tandasnya. Dia mengungkapkan, kerja sama yang dilakukan dalam bentuk pembangunan jaringan PLN di dua desa, yaitu Pulau Rimau sepanjang 27 kilometer dan Desa Tebing Abang sepanjang 5 kilometer. ”Ke depan, kita akan terus melakukan penambahan jaringan listrik secara bertahap,” pungkasnya. (jemi astuti/sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan