Sebanyak sembilan perusahaan telah mengajukan minat melakukan eksplorasi batu bara ada di beberapa kecamatan dalam wilayah Kab Banyuasin. Sembilan perusahaan tersebut adalah PT Tri Marta Benua, PT Graha Minergi,PT Tubindo, PT Basin Coal Mining, PT Sriwijaya Bintang Energi. Selain itu, ada juga PT Sumber Alam Utama Makmur, PT Mitra Business Harvest, PT Basindo, dan PT Adani Global Group. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kab Banyuasin Parigan Minggu (10/2) kemarin.
“Perusahaan-perusahaan tersebut akan melakukan penyelidikan potensi batu bara yang dimiliki Banyuasin. Kalau perusahaan Adani Global Group dari India akan segera melakukan survei dan datang ke Banyuasin minggu depan,” ujarnya. Bahkan lanjut dia, ada tiga perusahaan yang telah melakukan feasibility study(FS), diantaranya PT Tri Marta Benua. Menurut Parigan, proses eksplorasi bakal dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut setelah nantinya mereka mengetahui potensi yang ada melalui FS.
Sementara itu, untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya alam (SDA) batu bara low calorie yang dimiliki Banyuasin, pihaknya juga telah melakukan kerja sama dengan PT PLN dan menggandeng PT Basin Power Energi (BPE) untuk pembangunan power plant, berkapasitas 2 x 125 Mega Watt (MW) yang sekarang sedang berproses.
Pembangunan power plant mulut tambang batu bara tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk terus memanfaatkan dan menggali kandungan batu bara yang masih tersimpan rapi di perut bumi Banyuasin.
Tidak hanya itu, ke depan, pihaknya pun berencana untuk melakukan pembangunan power plant di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), dengan kapasitas yang cukup besar yaitu 500 MW. Pembangunan tersebut merupakan imbas dari keberadaan TAA yang bakal menjadi sentra industri Sumsel dan sekitarnya.
Dengan demikian, aktivitas industri dan pelabuhan tidak lagi mengambil pasokan listrik dari luar.Sebab,dengan kandungan batu bara yang ada, Banyuasin mampu menyediakan daya listrik, tentunya setelah dibangunnya power plant.
”Kita juga akan mencari investor yang akan melakukan pembangunan power plant di TAA dengan kapasitas 500 MW,” terangnya.
Wakil Bupati Banyuasin Rahman Hasan menjelaskan, Banyuasin menyimpan sebanyak 2 miliar ton batu bara low calorie yang masih tersimpan di beberapa kecamatan dalam wilayah Banyuasin. Potensi batu bara tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Sebab, untuk menggali batu bara low calorie, membutuhkan dana yang lebih besar dan proses yang lebih rumit. Namun, pihaknya yakin dengan masuknya para investor, batu bara tersebut akan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Kandungan batu bara yang dimiliki Banyuasin adalah jenis batu bara low calorie. Batu bara tersebut berbeda dengan batu bara yang dimiliki Tanjung Enim atau jenis batu bara high calorie. Kandungan kalori batu bara Banyuasin hanya berkisar 4.000–5.000 kalori. Dengan kondisi ini, pemberdayaan batu bara menjadi barang yang berdaya guna membutuhkan proses yang lebih rumit dengan pembiayaan yang juga lebih besar,” ungkapnya. (yopie cipta raharja/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan