Mayoritas warga di Kabupaten Banyuasin mendambakan aliran listrik. Saat ini,sekitar 60% warga Banyuasin terutama yang bermukim di kawasan perairan belum menikmati listrik. Padahal, Sumsel adalah lumbung energi.
Dari hasil pantauan SINDO, ada beberapa wilayah yang belum menikmati aliran listrik hingga kini, seperti desadesa di Kecamatan Muara Padang, Muara Sugihan, Pulau Rimau,Tungkal Ilir, dan lainnya. Bahkan, ada daerah yang sejak dibuka menjadi wilayah transmigrasi, belum mendapatkan listrik sama sekali.
Sarkowi , 52, warga Argo Mulyo,Kecamatan Muara Padang, mengatakan, sejak dirinya mendiami daerah transmigrasi 27 tahun yang lalu, daerahnya belum tersentuh pasokan listrik hingga kini.
“Saat malam hari, warga sekitar tidak bisa melakukan aktivitas seperti warga lainnya yang telah dialiri listrik, kecuali ada di antara warga yang memiliki genset sendiri, itu pun hanya cukup untuk satu rumah karena daya yang dihasilkan kecil,” katanya.
Dihubungi terpisah, Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengaku, dari seluruh daerah di Kabupaten Banyuasin yang terdiri dari perairan dan daratan, hampir 60% wilayahnya belum dialiri listrik. Kondisi itu menurutnya, memang mengkhawatirkan. Namun, pihaknya tidak bisa begitu saja membangun instalasi listrik di wilayah yang hampir sebagian besar perairan.
“Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya didominasi daerah perairan, karena kita mengalami kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut. Butuh dana yang besar untuk pembangunan jaringan listrik,” katanya. Bupati mengatakan, untuk meng-cover semua wilayah di Banyuasin dengan aliran listrik dibutuhkan waktu selama 10 tahun, sebab menjangkau daerah perairan yang tersebar luas di Banyuasin sangat sulit.
“Untuk memasuk seluruh wilayah tersebut, kita juga membutuhkan daya yang tidak sedikit.Setidaknya dibutuhkan sekitar 2×500 mega watt (MW). Sementara, hingga kini potensi batu bara low calorie yang diperuntukkan bagi pembangunan power plant belum bisa dimanfaatkan,” katanya.
Banyuasin, lanjut dia, memang memiliki potensi batu bara yang cukup besar, bahkan jika nanti dapat dimanfaatkan, kemungkinan tidak hanya akan mengaliri daerah Banyuasin, tapi juga daerahdaerah lainnya. Untuk membangun sebuah pembangkit listrik membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu, dibutuhkan dukungan investor yang banyak. (yopie cipta raharja/SINDO)


















Tinggalkan Balasan