Guna memenuhi kebutuhan air bersih di daerah perairan dalam Kabupaten Banyuasin, Pemkab Banyuasin Tahun Anggaran 2008 ini akan membuat program panen hujan. Program ini masih menggunakan bahan baku air hujan yang lebih dulu diolah dengan perlakukan khusus, sebelum dikonsumsi masayarakat.
Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed, Senin (28/1) seusai menghadiri pelantikan PPK se Kabupaten Banyuasin mengatakan, pada Tahun 2008 ini pihaknya membuat program panen hujan. Program ini diyakini akan dapat memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat di wilayah perairan, yang sangat sulit memperoleh air bersih bagi konsumsi sehari-hari.
“Proyek panen hujan ini nantinya hujan lah yang akan dijadikan bahan baku, ditampung dan diberi perlakukan sedikit (treatment,Red). Jika telah diberi perlakukan, maka air akan bisa langsung dikonsumsi masyarakat,” ucap Amiruddin.
Dicontohkan, jika dibuat bak penampungan air hujan dengan ukuran 10 x 10 meter dengan tinggi 5 meter, akan ada sekitar 150 meter kubik air yang tertampung. Sehingga akan mencukupi konsumsi air untuk 1 RT (Rukun Tetangga).
“Banyak rejeki Allah yang terbuang sia-sia ke laut dan ke sungai. Ini disebabkan kurangnya pemikiran ke sana, akan kita coba dulu di kantor Pemkab dan kantor kecamatan. Sebab kalau air siap minum untuk kebutuhan sehari-hari, selama ini terlalu mahal dan sangat memberatkan masyarakat,” ucapnya.
Dia berjanji pada Tahun 2008 ini dengan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Banyuasin akan memprogramkan proyek panen hujan tersebut. Dengan sasaran daerah-daerah perairan yang sulit dijangkau instalasi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), seperti Muara Sugihan, Muara Telang dan daerah peraiaran lainnya.
“Dalam pelaksanaan program ini, Pemkab akan menggandeng perguruan tinggi untuk program panen hujan ini. Sebab teknologi ini sudah banyak diterapkan di negara-negara luar. Prioritas kita daerah perairan, yang memang belum tersentuh PDAM, bukan hanya PDAM yang menjadi perhatian kita, panen hujan ini pun akan kita lakukan, demi kebutuhan air bersih pada wilayah sulit air,” tandasnya. (udn/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan