infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

RPAPBD Banyuasin Disahkan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Sebanyak tujuh fraksi DPRD Banyuasin menyetujui Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RPAPBD) Banyuasin sebesar Rp 66.118.162.772,81. Namun, dalam pengesahan tersebut, dewan meminta agar permasalahan yang dialami pada 2007 di Banyuasin segera diselesaikan. Juru bicara (jubir) Golkar Irian Setiawan mengatakan ada beberapa kritikan yang disampaikan kepada Bupati Banyuasin.

”Di antaranya, secepatnya menyelesaikan permasalahan sengketa tanah antara PTPN VII dan masyarakat, dan sengketa lahan yang selama ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Kedua, mahalnya harga pembuatan sertifikat dan bertele-telenya birokrasi dalam pengurusan surat tersebut,” katanya.

Irian menambahkan, program pembangunan dinilai juga belum merata karena beberapa warga di daerah Banyuasin masih menggunakan alat transportasi spead boat dan getek. Akibatnya, daerah tersebut terkesan tertinggal. Oleh sebab itu, ke depan Pemkab Banyuasin dapat segera membangun jembatan sebagai salah satu jalan penghubung antardesa. ”Misalnya saja di Muara. Untuk menempuh ke daerah tersebut cukup sulit, begitu juga dari desa ke desa. Tidak ada jalan lain selain membangun jembatan penghubung, baik antardesa maupun antarkecamatan. Kalau bisa pembangunan ini dimasukkan APBD induk 2008 mendatang,” harapnya.

Sedangkan perwakilan fraksi PDIP Doni Antoni mengungkapkan, masalah gaji para honorer di Banyuasin harus segera diselaikan. Dia menuturkan, ada beberapa usulan seperti Kesbangpol yang meminta dana tambahan untuk membayar gaji yang belum dibayar. ”Padahal gaji sudah masuk dalam APBD induk, dan mengapa sekarang justru minta lagi untuk bayar honorer. Pergunakan dana ini sebaik mungkin, jangan disalahgunakan dan prioritaskan dalam penggunaannya,” katanya.

Selanjutnya, FPDIP juga menilai dana pembuatan baju hansip sebesar Rp5,3 miliar dinilai tidak realistis. Sebab, APBD provinsi menganggarkan yang sama untuk Pilkada 2008. ”Kalau menurut keterangan, satu setelnya dianggarkan Rp850.000 untuk 6.500 orang. Terlalu besar, kalau menurut kami, sebesar Rp350.000. Jadi, uang yang dipakai hanya Rp2 miliar lebih dan sisanya Rp3 miliar.Kalau bisa uang tersebut digunakan untuk keperluan lain,seperti pembayaran honorer, bayar listrik, air dan lain sebagainya,” ucap Doni.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengatakan anggaran yang diajukan Pemkab Banyuasin sesuai ketentuan. Mengenai terdapat kekeliruan, pihaknya segera menyelesaikan. ”Begitu juga dengan permasalahan lain yang belum diselesaikan akan segera dilaksanakan,” janji Bupati. (jemi astuti/sindo)

•••

14 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca