Ternyata ada enam anak sungai di Kota Palembang yang telah raib, beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman penduduk. Dalam pemetaan eksisting sistem drainaese Kota Palembang di Dinas Pekerjaan Umum Kota Palembang, hanya terdata sebanyak 98 anak-anak sungai yang mengalir ke 19 sistem drainase Daerah Aliran Sungai (DAS) Musi. Padahal, sebelumnya ada 104 anak sungai di Palembang.
Salah satu anak sungai yang raib terletak di Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Sungai telah beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. Kondisi serupa itu mengancam Sungai Lebak Keranji di Kelurahan Bukit Lama, Ilir Barat I.
Permukaan Sungai Lebak Keranji nyaris rata dengan tanah akibat sedimentasi. Air bahkan tidak lagi mengalir karena ada bagian sungai yang telah beralih fungsi menjadi tempat tinggal warga. Jika dibiarkan, sungai itu terancam hilang menyusul enam anak Sungai Musi yang saat ini telah raib.
Air Sungai Lebak Keranji bewarna kehitaman, menggenang, dan banyak dihuni jentik-jentik nyamuk. Warga RT 9, RT 10, RT 11, dan RT 15 yang menetap di sekitar sungai juga mengeluhkan bau yang tidak sedap. Dari jembatan di Jl Sultan M Mansyur terlihat ada bagian badan sungai yang sudah rata dengan tanah dan satu unit rumah kayu berdiri di atas sungai menghalangi aliran air.
Menurut warga, sedikitnya ada lima unit rumah lain yang berdiri di atas daerah aliran sungai (DAS) Musi itu. Akibatnya, fungsi Sungai Lebak Keranji sebagai penampung air hujan di lingkungan pemukiman warga tidak berjalan baik. Dalam pemetaan eksisting sistem drainase Kota Palembang, DAS ini masuk dalam Sistem Lambidaro yang memiliki luas area 50,52 Km2 (Nomor dua setelah Sistem Borang 71,21 Km2). Ketika Musi pasang, air mengalir menuju Sungai Lebak Keranji lewat Sungai Kedukan di Kelurahan 35 Ilir.
Informasi dari warga sekitar, Pemerintah Kota Palembang telah melakukan optimalisasi fungsi sungai dengan melakukan pengerukan sedimentasi 14 November lalu, tetapi baru dilaksanakan di hulu sungai. Kawasan hilir, yang mempunyai akses ke Sungai Itam di kawasan Padang Selasa, belum tersentuh. Saat itu pengerukan dilakukan secara manual karena tidak ada akses jalan untuk alat berat.
Kepala Subdin Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PU Kota Palembang, Ir H Yahya Ilyas MM mengatakan, optimalisasi Sungai Lebak Keranji akan dilanjutkan tahun 2008 mendatang mengantisipasi banjir di kawasan Bukit Lama, Kemang Manis, dan Padang Selasa.
Yahya menyesalkan kelakuan tidak simpatik warga yang mendirikan rumah di atas Sungai Lebak Keranji karena mengancam keberadaan dan fungsi sungai. “Kita telah mendata sungai yang telah dibangun rumah, kalau dibiarkan lama-lama dangkal dan bisa hilang. Seperti sungai di Kelurahan 1 Ulu dan anak-anak sungai lainnya. Dulu kita punya 104 sungai, sekarang tinggal 98,” katanya, Senin (26/11). (ahf/sripo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan