Diperkirakan puncak hot spot di Sumsel akan terjadi September mendatang. Demikian disampikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Ir H Hendiyadi melalui Kasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Achmad Taufik. “Karena September sudah memasuki musim kemarau. Hal ini, berdasarkan pengalaman tahun lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini di Muara Enim, warga sudah terlihat melakukan kegiatan panen. Sehingga, masyarakat disekitar mulai membuka lahannya dengan cara membakar lahan. “Diminta, kepada warga untuk menghindari pembakaran lahan dan hutan. Karena memasuki bulan kemarau, khususnya warga petani, tidak membakar lahannya,” tukasnya.
Masih kata dia, memasuki musim kemarau 2008, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, bersama masyarakat, Satgas, TNI, Polri, serta instansi yang terkait, bersama Gubernur Sumsel, telah melakukan pembahasan antisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengatakan hot spot pada Juli 2008 masih menunjukkan stabil dan normal. Karena pada bulan Agustus, masih terdapat adanya hujan yang turun, berdasarkan info dari BMG. Selain itu, pihak Dinas Kehutanan juga telah mempresiapkan regu pemadaman beserta peralatan.
“Jadi pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait langsung. Diantaranya, mempersiapkan regu Manggala Agni, regu masyarakat desa terlatih, satgas perusahaan perkebunan, satgas kehutanan, ditambah dengan anggota polhut dan TNI-POLRI”, katanya.
Ditambah pula dengan diaktifkannya kembali posko-posko yang berada di tingkat Provinsi, Kecamatan Kabupaten. Achmad Taufik juga menuturkan bahwa kondisi hot spot, bulan Agustus 2008 masih terlihat normal. Akan tetapi, ada dibeberapa tempat di daerah yang memiliki titik api.
Achmad Taufik juga menjelaskan untuk bulan Juli 2008, titik panas di beberapa daerah masih turun naik. Artinya, jika satu hari terdapat 200 titik api, dan berada ditempat yang sama, maka dipastikan hot spot.
Sedangkan, apabila titik api dalam satu hari berjumlah dibawah 100, dan berada di tempat-tempat yang tersebar, maka dinamakan titik panas. Tetapi untuk sekarang, titik api masih berada dalam kondisi turun naik. Diakibatkan, dibeberapa daerah masih terjadi turunnya hujan. (mg27)
***Harian Sumeks









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan