infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Tren Golput Makin Meningkat

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr Heru Nugroho mengatakan hasil pilkada di beberapa wilayah Indonesia menunjukkan trend meningkatnya jumlah yang tidak memilih (golput). “Tingginya tingkat golput ini sejalan dengan kecendrungan semakin melemahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada parpol. Hasil survey itu tercermin dari  ketidakpercayaan masyarakat terhadap wakil-wakil parpol di DPR,” katanya  kepada para wartawan di Wisma Inayah, kemarin (2/8).

Menurut Heru, parpol sebagai lembaga yang melakukan reqruitment anggota perlemen, menjadi aktor utama sistem demokrasi di Indonesia semakin tidak dipercaya. Kesetiaan mereka terhadap beberapa partai juga melemah. Parpol juga dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

“Kecendrungan parpol yang tidak serius membendung kebijakan yang tidak pro rakyat seperti kenaikan BBM, menjadi hal penting. Wakil-wakil parpol pun dianggap memiliki andil besar menggolkan UU yang justru menambah derita rakyat,’’ katanya

Dikatakan Heru, kecendrungan golput bisa jadi menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sistem demokrasi semakin menurun. Proses politik seperti pilkada dapat juga dianggap tidak memberikan kebaikan kepada masyarakat. Di samping biaya demokrasi yang mahal, konflik horizontal akibat kisruh pilkada yang dapat mengancam kestabilan di tengah masyarakat.

Dijelaskannya, kecenderungan penggunaan kekuatan politik uang sangat kental pada parpol di Indonesia. Berbeda halnya dengan di Amerika dimana sebuah parpol mengajukan anggotanya menjadi pemimpin atau anggota parlemen didasarkan pada track record.

“Jika banyak pemilih yang golput, legitimasi pemerintahan yang dipilih oleh rakyat sangat lemah. Untuk itu yang perlu menjadi perhatian bagi parpol adalah pola rekruitmen caleg yang berkualitas dan memiliki kompetensi,” katanya.

Berdasarkan catatan Lembaga Survei Indonesia (LSI), jumlah pemilih golput dalam Pilgub Sumatera Utara sekitar 41% rakyat tidak ikut memilih. Dalam pilkada Jawa Barat di Jawa Barat hanya diikuti 65% rakyat. Hal ini berarti golput sebesar 35%.

Selanjutnya, pada pilgub DKI Jakarta,terdapat 39,2% masyarakat golput. Nilai ini setara dengan 2,25 juta orang pemilih. Untuk pilgub Jawa Tengah angka golput sangat tinggi, mendekati 50%. Sementara tempat lain juga angka golput cukup tinggi seperti Kalsel (40%), Sumbar (37 %), Jambi (34%), Banten (40%) dan Kepri (46 %). (mg16)

***Harian Sumeks

•••

19 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Tren Golput Makin Meningkat”

  1. Avatar Info Kiat

    Partai Politik sudah saatnya membuka peluang bagi calon independen untuk menjadi rivalnya

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca