infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

40 Hektare Hutan Hangus

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Kebakaran hutan di kawasan Dusun I Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sedikitnya menghanguskan 40 hektare lahan, Kamis (7/8) siang. Termasuk di antara yang terbakar adalah kebun sayur dan kebun buah.

Kebakaran hutan itu juga memacetkan lalu lintas sampai lima kilometer karena asap tebal menutupi penglihatan pengendara. Penyebab utama api belum dapat diketahui karena lahan tersebut adalah lahan kosong yang tidak pernah digunakan.

Petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) dan personil penanggulangan kebakaran hutan Pemkab OI, baru datang sekitar satu jam setelah sebagian kebun warga luluh lantak. Api yang menjalar sangat cepat didukung kondisi angin kencang mengakibatkan kebakaran hampir merambat ke pemukiman warga yang jaraknya sekitar 300 meter dari titik api. Kebakaran ini memupus harapan petani sayuran dan buah-buahan karena areal pertanian garapannya ikut terbakar.

“Petugas baru datang setelah api hampir padam dengan sendirinya. Terpaksa untuk bulan puasa nanti saya beserta petani lainnya yang kebanyakan menanam buah timun suri gagal panen. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi karena api sangat besar dan susah dipadamkan. Jadi kami cuma dapat memadamkan dengan alat seadanya,” ujar Eteh, salah satu petani buah Belewa di Dusun I Desa Pulau Semambu sambil berharap pemerintah setempat dapat memberikan solusinya.

Sementara Kepala UPTD PBK Kabupaten OI, MT Efendi SH mengatakan, pihaknya sejak awal Juni 2008 hingga saat ini telah menangani 24 kasus kebakaran hutan yang 90 persen terjadi di wilayah Kecamatan Indralaya Utara.

Sarana dan prasaran perlengkapan pemadam kebakaran yang dimiliki PBK OI antara lain dua unit kendaraan jenis truk bermuatan 3000 liter air dan 5000 liter, perlengkapan selang air, racun api, 1 unit mesin apung pompa air, dengan jumlah personil 50 orang. Sementara Dinas Kehutan hanya memiliki 1 unit truk beserta mesin penyedot air dengan 18 orang petugas pemadam kebakaran.

Sementara dari Kabupaten OKI dilaporkan, ada beberapa kecamatan yang rawan terjadi kebakaran hutan. Menurut Kepala Dinas Kehutanan, Hasan Basri, SH melalui staf Tataguna Hutan, Alibudin, wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai itu antara lain, Kecamatan Pedamaran, Pedamaran Timur dan Kota Kayuagung (wilayah sepucuk lahan gambut), Kecamatan Pampangan, Tulung Selapan di daerah ini petani mengolah sawah dengan cara sonor, dan Kecamatan Air Sugihan.

“Sampai sekarang belum ditemukan titip api, mudah-mudahan tahun ini akan terhindar dari kebakaran hutan,” kata Alibudin.
Dari Kabupaten Lahat dilaporkan, sejak seminggu terakhir kota Lahat kerap diterpa angin kencang, namun belum terlihat kabut asap yang biasanya terjadi ketika memasuki musim kemarau.
Guna menanggulangi kemunginan kebakaran lahan dan hutan, Pemkot Prabumulih segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk membahas persoalan pembakaran lahan di wilayah Kota Prabumulih. Walau belum membawa dampak negatif, namun antisipasi terhadap kabut asap akibat pembakaran lahan perlu dilakukan.
“Kita tentu saja ingin antisipasi sejak dini, apalagi saat ini musim kemarau sedang terjadi,” ujar Wakil Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya MM saat ditemui, Kamis (7/8). Menurutnya sejumlah instansi tersebut, antara lain pihak kepolisian, TNI, Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (PPK), serta para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Pantauan di lapangan, aktivitas pembakaran untuk membuka lahan banyak terdapat di kawasan Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), seperti Desa Karya Mulya, Rambang Senuling, dan desa-desa lainnya. Hal sama juga banyak ditemui di kawasan Desa Sungai Medang, Kecamatan Cambai. Warga biasanya membuka lahan, dari semak belukar untuk dijadikan lahan kebun karet, dan sawah tadah hujan.
Dilaporkan juga dari Kabupaten Muaraenim, walaupun belum ditemukan titik api baik secara manual maupun melalui satelit NOA, namun dalam menghadapi musim kemarau ini Pemkab Muaraenim menyiagakan 15 regu pemadam api. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya sedikitnya ada sembilan kecamatan rawan kebakaran hutan dan lahan yakni, Sungai Rotan, Muara Belida, Gelumbang, Penukal, Talang Ubi, Penukal, Abab, Tanah Abang dan Penukal Utara. (ono/udn/std/nik/ase/ari/SRIPO)

•••

83 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca