infokito.net – Melonjaknya harga cabai di pasaran hingga Rp28.000/kilogram -sebelumnya berkisar Rp18.000/kg- mengharuskan para pemilik rumah makan mencari strategi jitu untuk mengatasinya. Pilihan menaikkan harga jual nasi per porsi belum bisa menjad pilihan utama, ancaman berkurangnya pelanggan yang datang menjadi bahan pertimbangan tersendiri.
Untuk menyiasati ini, ada pemilik rumah makan yang menerapkan ‘strategi khusus’ dengan mencampurkan pewarna merah untuk makanan pedas serta mencampurkan pewarna kuning untuk makanan bersantan kuning.
Menurut liputan harian sumeks dari lokasi di seputaran jalan Beringin Janggut, satu bungkus plastik pewarna ukuran kecil dapat dicampur untuk dua kilogram cabai, yang biasanya dimanfaatkan pada ikan sambal dan sambal goreng.
Begitu juga proses pencampuran warna kuning untuk makan bersantan.
Naiknya harga bahan baku pokok dan harga kebutuhan lainnya, menuntut mereka mencari strategi ‘jitu’ agar tetap bertahan dengan hasil maksimal, dan tentu berdampak adanya ‘pihak’ yang dikorbankan. Wallahu a’lam [infokito-net]










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan