Target kebutuhan semen Provinsi Sumsel mencapai 176.242 ton sampai bulan Maret 2008. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Abdul Shobur menuturkan, kebutuhan untuk bulan Maret saja ditargetkan sebesar 63.027 ton dengan perkembangan pasokan semen dari produksi PT Semen Batu Raja dan semen dengan merek lainnya.
Menurutnya, saat ini data kebutuhan per kabupaten kota se-Sumsel sudah konkret, walaupun data belum menyeluruh. Karena, terlambatnya input data dari beberapa daerah.
”Kini, rencana atau target kebutuhan semen tersebut dikalkulasikan dari seluruh kebutuhan semen untuk 15 kabupaten dan kota. Pada Februari lalu pihaknya telah mengalkulasikan sebanyak 58.701 ton kebutuhan Sumsel dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, kebutuhan 176.242 ton merupakan perhitungan konkret dari laporan terakhir masing-masing daerah,” katanya Rabu (5/3) kemarin.
Sebelumnya sempat terjadi keterlambatan mengenai pasokan semen tiga roda karena gelombang besar sehingga menyulitkan distribusi semen untuk masuk ke Sumsel. Kini sudah teratasi dan diperkirakan Maret berjalan lancar.
”Kebutuhan semen selalu meningkat setiap tahunnya, hal tersebut karena penyelesaian beberapa proyek infrastruktur yang digarap oleh pihak pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, dan juga perorangan,” katanya. Dia menambahkan, proyek swasta juga membutuhkan pasokan semen yang banyak seperti pada proyek properti atau pembangunan perumahan.
”Perkiraan volume penggunaan semen kita prioritaskan pada pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan oleh publik, seperti penyelesaian proyek flyover yang membutuhkan bahan material yang cukup banyak, sehingga perhitungan yang pas apalagi pada saat ini terdapat berbagai sektor proyek fisik pemerintah lainnya dan komponen industri lainnya sehingga diperkirakan stok cukup sampai akhir tahun 2008,” katanya.
Abdul mengatakan, ada dua sasaran penting pengguna semen dalam situasi dewasa ini terutama kepada pihak distributor dan pemakai semen.
”Terkait persoalan semen, pihak kita mengharapkan agar para distributor jangan sampai melakukan penimbunan untuk antisipasi semen langka. Masyarakat juga diminta mengonsumsi material semen dalam jumlah sesuai proporsi kebutuhan. Sementara, untuk proyek infrastuktur pemerintahan sejauh ini dapat dikontrol sesuai target kebutuhan yang direncanakan,”tandasnya.
Sementara itu, Kasubdin Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disperindag Provinsi Sumsel Hasanah mengatakan, menjelang Maret 2008 kebutuhan semen meningkat dan harga semen masih standar karena ditopang stok yang masih mencukupi. Harga semen per zak diperkirakan Rp54.000 dengan kualitas baik.
”Stok semen kita ditopang oleh produksi PT Semen Baturaja dengan asumsi 4.000 ton per hari terdiri dari produksi Pabrik Palembang, Pabrik Baturaja, dan Pabrik Lampung. Terdapat pula pengadaan semen merek lain sebesar 14.100 ton per bulan,” katanya.
Terpisah, Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran PPDN Disperindag Provinsi Sumsel Mukhlis menambahkan untuk Sumsel, diprediksikan sampai semester pertama tahun 2008 stok semen Sumsel aman.
Menurutnya, saat ini dibutuhkan keteraturan semua pihak,mulai dari penanganan proyek-proyek infrastruktur,swasta,dan perorangan dengan pola volume penggunaan yang proporsional sesuai kebutuhan. ”Kita harap tidak ada masalah lagi soal semen, dis-tribusi bisa lancar kembali,dan tidak ada proyek yang terhambat,” katanya. (CR-13/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan