infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pasokan Lancar Harga Sayur di Pasar Tradisional Palembang Turun

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional di Palembang mulai turun, Kamis (18/10), setelah pasokan barang dari daerah penghasil sayuran kembali lancar. Sebelumnya, pasokan sayur ke Palembang sedikit terhambat akibat liburan Lebaran yang panjang, sehingga harga mengalami kenaikan.

Ana, pedagang sayuran di Pasar 26 Ilir mengatakan, sejak Kamis pasokan sayuran mulai lancar, tidak seperti sehari sebelumnya. Hal itu menyebabkan harga sejumlah komoditas sayuran mulai turun.

Pasokan dari Pagar Alam, Padang, dan Bandung sudah lancar. Sekarang harga kol Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram, kemarin waktu pasokan seret harganya Rp 4.000 per kilogram,” kata Ana.

Menurut Ana, harga cabai merah yang sempat mencapai Rp 12.000 per kilogram sekarang turun menjadi Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram. Harga kentang juga turun dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 4.500-Rp 5.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit tetap tinggi karena banyak permintaan untuk membuat cuko pempek. Sekarang harga cabai rawit Rp 25.000 per kilogram, padahal sebelumnya Cuma Rp 15.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurut Sopyan, pedagang sayur di Pasar Cinde, pasokan sayur ke Palembang telah normal sejak dua hari lalu. Sayuran yang dijual Sopyan berasal dari Pagar Alam dan daerah sekitar Palembang, tidak ada yang berasal dari luar Sumsel.

“Harga cabai merah turun jadi Rp 10.000 per kilogram. Cabai rawit harganya tetap tinggi Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram,” kata Sopyan. (WAD/kmps)

•••

78 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca