Desa Tanjung Baru, Kec Indralaya Utara, luas lahan sekitar 300 hektar, menjadi sentra penghasil cabai terbesar di Ogan Ilir dengan hasil petikan per hari mencapai 25 ton. Menurut Pjs Kepala Desa Tanjung Baru M Zaini, kehidupan ekonomi masyarakatnya mulai berubah sejak tahun 1992.
”Saat itu (1992) dari 225 KK, sekitar 70% miskin. Tahun 2007 lalu,kondisi itu berbalik. Dari sekitar 300 KK, sebanyak 70% sudah sejahtera,” ungkapnya Kamis (10/1) kemarin.
Sejahtera, menurut dia, dilihat dari sudut pandang warga yang dulunya miskin, kini sudah mampu mendirikan rumah. Pada tahun 2007, 12 orang warga Desa Tanjung Baru mampu membangun rumah baru. Tahun ini, 9 warga yang lain segera menyusul membangun rumah baru senilai Rp60–70 juta.
”Kondisi ini menjadi parameter meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” katanya. Zaini mengungkapkan, kegiatan perkebunan cabai di desanya mampu menyerap sekitar 800 pekerja, baik dari Desa Tanjung Baru maupun sekitarnya. Selain itu, dari 300 KK yang ada, sebanyak 295 KK menekuni usaha perkebunan cabai.
Mengenai pemasaran tidak sulit karena kendaraan langsung datang ke desa untuk mengambil hasil petikan pada sore harinya, kemudian dibawa ke Lampung, Jambi dan Padang. Untuk wilayah Sumsel,di antaranya dikirim ke Lahat, Muaraenim, dan Palembang. (muhlis/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan