Jaringan telekomunikasi di sebagian wilayah Sumatera Selatan mengalami gangguan sejak kemarin menyusul putusnya jaringan Fiber Optic (FO) di Palembang. Akibatnya, jutaan pengguna jaringan Telkom di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) tidak dapat melakukan komunikasi seperti biasa. Bahkan hingga sore kemarin, berbagai fasilitas telekomunikasi yang menggunakan jaringan ke arah pulau Jawa belum dapat dioperasikan secara normal.
Kakandatel Sumbagsel Muchlis menjelaskan, gangguan jaringan Telkom yang terjadi kemarin diakibatkan putusnya jaringan fiber optic atau serat optik di lokasi pekerjaan proyek pembangunan flyover di Simpang Polda Sumsel, Palembang.
”Memang ada jaringan serat optik di lokasi flyover yang terputus,” ungkap Muchlis saat dihubungi SINDO, Jumat (29/2) kemarin.
Menurutnya, terputusnya jaringan serat optik di kawasan flyover tersebut telah menyebabkan lumpuhnya layanan komunikasi Telkom di Sumsel, termasuk hubungan ke Pulau Jawa secara total. Gangguan layanan Telkom terjadi sekitar pukul 04.30 WIB kemarin dan baru bisa diperbaiki setelah sekitar pukul 11.00 WIB.
”Layanan sudah mulai berfungsi lagi, tetapi belum maksimal,”ujarnya.
Menurut Muchlis, akibat terputusnya serat optik di lokasi flyover tersebut, tim teknisi Telkom telah mengambil tindakan darurat dengan mengalihkan jaringan yang semula dari STO Talang Kelapa–STO Jalan Kapten A Rivai dialihkan ke STO Sungai Buah Palembang.
”Kita masih terus berupaya agar nanti malam (kemarin malam) layanan sudah normal kembali,” sebutnya.
Mengenai kerugian yang diderita Telkom atas kejadian ini, Muchlis mengaku belum bisa memperhitungkannya. Termasuk upaya komplain yang akan dilakukan terhadap pengelola proyek flyover dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terputusnya jaringan serat optik yang terpasang di kawasan flyovertersebut.
”Kita belum membahas masalah komplain. Sekarang kita fokus untuk mengatasi gangguan ini sehingga secepatnya layanan kepada masyarakat dapat kembali normal,” paparnya.
Untuk mengantisipasi terhambatnya komunikasi secara berkelanjutan, lanjut Muchlis, pihaknya terpaksa mengalihkan sambungan teresterial ke arah Palembang–Lampung–Batam hingga Kalimantan, sebagai jaringan alternatif lain memperlancar telekomunikasi.
Lumpuhnya komunikasi Sumatera–Jawa ini juga sempat mengganggu kegiatan perbankan dan sejumlah perkantoran di kota Palembang. Sejumlah perkantoran tidak dapat menjalankan aktivitas telepon, faksimili hingga pengiriman e-mail sebagaimana mestinya. Terutama akses menuju Pulau Jawa. Bahkan kalangan perbankan mengaku tidak dapat masuk ke dalam sistem Manajemen Information Sistem kantor pusat masing-masing.
Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan dan Jembatan Metropolitan Palembang Aidil Fiqri membenarkan telah terjadi kerusakan serat optik milikTelkom, akibat pengerjaan proyek flyover simpang Polda Sumsel. Menurut Aidil, hal ini disebabkan saat pemasangan, pihak Telkom tidak berkoordinasi.
”Mereka (Telkom) juga tidak mengindahkan peringatan kita. Bahkan pernah kita suruh untuk menghentikan kegiatan, tapi pemasangan serat optik masih tetap dilanjutkan,” sebutnya.
Menurut Aidil, pemasangan serat optik di sekitar proyek flyover sangat rentan. Pasalnya, berbagai kegiatan proyek mengharuskan pekerja melakukan penggalian. Bila tanpa koordinasi tentu bisa mengenai serat optik yang telah dipasang.
”Kami juga heran, sudah tahu ada proyek tapi kontraktor kita memberi tahu kita. Padahal, proyek ini kan sudah lama. Bahkan di lokasi tidak ada tanda letak serat optik yang telah ditanam,” katanya.
Dia menambahkan, pemasangan serat itu dilakukan di sekitar Jalan Basuki Rahmat, dekat Rumah Makan Sederhana, beberapa bulan lalu. Untuk itu, pihaknya tidak akan bertanggung jawab terhadap kerusakan ini.
”Untuk apa bertanggung jawab karena sudah lama kita peringatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, staf Sistem DatadanInternet Telkom Sumbagsel Nur Yusuf menjelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan dan recovery sembari mengalihkan ke jaringan alternatif. Namun, perbaikan ini belum dapat mengembalikan komunikasi secara normal dalam waktu yang cepat.
”Benar memang terjadi off line secara massal. Sebab, ada jaringan penghubung antara Sumatera dan Jawa terputus. Tetapi untuk penggunaan internet ke luar negeri tetap bisa, tidak ada masalah. Sekarang kita terus lakukan perbaikan khususnya di Kalimantan,” ungkapnya.
Menurut salah satu pejabat Telkom Cabang Baturaja,Heri Mulya, kerusakan jaringan internet termasuk e-mail, jaringan komunikasi telepon seperti Flexi sejak pukul 04.00 WIB hingga sore kemarin lumpuh total.
”Telkom Baturaja telah menghubungi Telkom Palembang dan mendapat informasi kerusakan jaringan tersebut karena adanya kerusakan fiber optic di daerah Talang Kelapa Palembang. Kerusakan jalur itu menghubungkan antara Prabumulih sampai Lampung .Artinya, kerusakan itu mencakup Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan, dan OKI,” ujarnya.
General Manager Telkom Baturaja Sriyanto membenarkan bahwa kerusakan terjadi di Palembang, dan sampai saat ini masih dalam perbaikan. Dia tidak dapat memastikan kapan jaringan telepon di wilayah kerjanya itu kembali normal. Begitu juga untuk kerugian, sejauh ini belum bisa dipastikan.
Hal senada dibenarkan Kepala Telkom OKUS Mat Tjchik. Dia mengakui, terganggunya layanan telepon akibat putusnya jaringan Telkom di Prabumulih dan Palembang yang sampai kemarin masih dalam perbaikan. Akibatnya, jaringan telepon, internet, dan Flexi putus total di seluruh kawasan OKU, OKUT, dan OKUS.
”Belum jelas kapan selesainya perbaikan karena tim teknis sedang bekerja,” ujarnya. (komalasari/siera/jimi octa/ashariansyah/alfrenzi pb/SINDO)










![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan