Sistem drainase di sekitar flyover atau jembatan layang di Simpang Polda Kota Palembang menjadi sorotan. Hal ini disebabkan kerapnya terjadi genangan air di sekitar lokasi. Bahkan, dari pantauan SINDO di lapangan, Kamis (3/4), genangan air yang terjadi akibat hujan yang terus mengguyur Kota Palembang sejak kemarin malam mencapai ketinggian sebetis hingga lutut orang dewasa. Akibatnya, terjadi kemacetan hingga berpuluh meter karena banyak kendaraan roda empat dan dua terjebak di tengah flyover yang sedang dibangun.
Ketua Komisi III DPRD Palembang Ilyas Hasbullah mengatakan, sistem drainase yang ada di Kota Palembang masihmembutuhkanperbaikan dan penambahannya. Dia melihat terjadinya genangan air dalam waktu yang cukup lamamenandakansistemdrainase masih buruk.
”Kita perlu mewaspadai kondisi alam yang tidak menentu. Kalau hujan berlangsung lama, mengakibatkan terjadinya debit air suatu tempat. Bila tidak tertampung, maka menimbulkan banjir,” katanya kepada SINDO Kamis kemarin.
Terkait sistem drainase di flyover, Sekretaris Komisi III DPRDTaufik Hidayat menyayangkan sikap kontraktor yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Pasalnya, di sekitar Polda sebelumnya tidak pernah terjadi banjir. Namun, sejak dibangun flyover, banjir pun terjadi. ”Kontraktor harus bertanggung jawab,kalau begini berarti tidak ada pengaturan pembuangan dengan baik,” katanya.
Dia menuturkan, bila tidak segera diatasi sistem drainase tersebut,maka akan menimbulkan masalah baru. Dalam hal ini, tegas dia, kenyamanan masyarakat menjadi terganggu.
”Kita minta segera diatur lagi dengan cepat, kalau tidak masyarakat akan kecewa,”ujarnya. Sementara itu, Site Manager PT Sumbersari Cipta Marga (SCM) Sugiyanto selaku kontraktor flyover mengakui kondisi drainase masih belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan sedang dikerjakannya pembuatan drainase baru.
”Kapasitas saluran tidak berimbang dengan curah hujan yang datang. Belum lagi, kolam retensi meluap dan menggenangi jalan,” katanya sambil menunjukkan saluran yang sedang dibuat.
Menurut dia, pengerjaan saluran air akan semakin dikebut. Dia yakin saluran dengan lebar 1,5 m dan kedalaman 1 meter dapat rampung dalam bulan depan.Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa mengerti dan bersabar.
”Kita akui saluran yang lama tidak mengalir dengan baik. Namun, secepatnya akan kita pindahkan. Rencananya akan kita bikinkan gorong-gorong untuk mengalirnya air di bawah jembatan,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Kasatker Jalan dan Jembatan Metropolitan Palembang Aidil Fiqri. Menurutnya, selain daya tampung kolam retensi dan saluran tidak baik, pengerjaan saluran terkendala ada lahan yang belum dibebaskan. Tepatnya, di depan kantor pengacara Alamsyah Hanafiah sehingga pembuatan saluran belum bisa disambung.
”Kalau sudah tersambung, maka genangan dapat diminimalisasi,” ungkapnya. Menurutnya,pihaknya akan melakukan pembetonan jalan sehingga tidak cepat rusak terhadap genangan air. Namun, terkadang kondisi naiknya air sulit ditampung pada sistem drainase yang ada. ”Dana flyover sendiri kan kurang sehingga mempengaruhi pembangunan yang lain,” tukasnya. (siera syailendra)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan