Kepala Pusat Penerangan Depdagri Saut Situmorang mengatakan, pembentukan Kab Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan ditangguhkan. Berdasarkan kajian administratif, kedua kabupaten tersebut belum layak untuk dimekarkan.”Kita sudah lihat berkasnya, ternyata data administratifnya masih ada yang belum lengkap,” ujar Saut Kamis (25/10) kemarin, seperti dilansir harian sindo. Dia menyatakan, berkas yang belum lengkap itu belum adanya keputusan bupati kabupaten induk untuk dapat menganggarkan dana dari APBD selama tiga tahun berturut-turut. Keputusan dari provinsi berupa surat Gubernur Sumsel mengenai kepastian alokasi dana bantuan bagi kedua kabupaten tersebut selama tiga tahun berturut-turut pun belum ada.
”Kita belum mendapat kepastian dananya sehingga kajian administratif dinyatakan gugur. Berkasnya belum dapat diteruskan dalam waktu dekat ini,” tegas dia. Di luar itu, saat ini proses pemekaran daerah baru diperketat. Untuk pemekaran kabupaten/kota, daerah induk minimal harus berusia tujuh tahun dan untuk provinsi 10 tahun. ”Untuk daerah yang sudah dimekarkan akan terus dievaluasi sehingga daerah otonom harus betul-betul menjangkau pelayanan kepada masyarakat,” jelas dia. Indikasi ditundanya pembentukan kabupaten baru itu terlihat dari tidak adanya pembahasan di DPR.
Buktinya, dari 12 usulan inisiatif DPR yang tengah dibahas, tidak ada satu berkas pun soal pembentukan Kab Muratara dan Kab PALI. Di lain pihak, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel Mulyadin Roham mengaku bahwa berkas Muratara dan PALI telah disampaikan kepada Mendagri pada 22 Juni 2007 lalu. ”Hingga sekarang kita belum dapat petunjuk lebih lanjut. Kalau ada, tentu kita akan disurati sebagai bentuk pemberitahuan,” jelas dia. Dia yakin berkas yang disampaikan telah memenuhi persyaratan.
”Kita mencoba memfasilitasi keinginan masyarakat terhadap pembentukan kabupaten baru ini. Kita lengkapi data, tentu pusat yang akan memprosesnya. Kenyataannya, sampai sekarang belum ada pemberitahuan,” ungkap dia seraya mengkhawatirkan jika proses pemekaran masih belum dibahas dapat mempengaruhi tertundanya pembentukan.
Ketua Forum Pembentukan Kab Muratara Syarkowi Wijaya mengancam akan menutup Jalan Lintas Timur (Jalintim) bila pembentukan Kab Muratara dihambat atau ditunda. Dia menilai, penundaan berarti telah terjadi pengekangan terhadap aspirasi masyarakat Muratara. ”Jangan main-mainlah. Masyarakat akan marah kalau pembentukan Muratara dihalangi. Kita akan blokade jalan,” tukasnya. (siera syailendra/sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan