Pasar kerja dan penyerapan tenaga kerja di Sumsel, sepertinya masih didominasi kaum pria (laki-laki) dibanding wanita. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel pengungkapkan fakta bahwa di tahun 2008 peningkatan jumlah laki-laki yang bekerja di semua sektor sebesar 103.094 orang, sementara wanita hanya terserap 30.743 orang. Ini artinya, angka pengangguran dari sisi gender, wanita terbanyak menganggur.
Kepala Bagian Sosial BPS Sumsel, Dyiah Anugrah Kuswardani kepada wartawan, Rabu (4/2) mengungkapkan beberapa alasan penyebab penyerapan tenaga kerja laki-laki lebih banyak dibanding wanita. Diantaranya adanya dorongan ekonomi berupa tuntutan mencari nafkah dan menambah penghasilan.
Selain itu, perdagangan umum masyarakat di beberapa daerah yang masih menganggap bahwa pencari nafkah utama adalah laki-laki sehingga ikut mempengaruhi tingginya jumlah penduduk laki-laki yang bekerja. Tenaga laki-laki sebagian berasal dari laki-laki yang sebelumnya hanya berstatus sekolah dan lainnya.
Namun, secara keseluruhan, lanjut Dyiah, keadaan ketenagakerjaan di Sumsel diwarnai dengan perubahan beberapa indikator yang cukup signifikan ke arah yang lebih baik. Misalnya, hasil survei Agustus 2008, jumlah angkatan kerja mencapai 3.472.012 orang bertambah 17.701 orang dibandingkan Agustus 2007 sebesar 3.372.332 orang. Peningkatan jumlah angkatan kerja laki-laki selama referensi waktu setahun terakhir (Agustus 2007-Agustus 2008) sebanyak 86.061 orang jauh lebih besar dibanding dengan peningkatan jumlah angkatan kerja perempuan yang hanya 13.619 orang.***(husin-sripo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan