Di tengah perekonomian yang kurang begitu baik, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) di
triwulan kedua tahun 2008 justru tumbuh pesat. Data per triwulan kedua 2008, ekonomi tumbuh sebesar 2,1 persen dibandingkan triwulan pertama lalu. Begitu pula dengan perekonomian Indonesia yang tumbuh 2,4 persen, sedangkan perkembangan year on year (y on y) tumbuh 6,4 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, MHaslani, MA. Menurutnya, perkembangan ekonomi year on year tahun ini dibanding tahun 2007, mengalami perlambatan pertumbuhan 5,0 persen. Sedangkan besaran Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II tahun ini mencapai Rp 33.922.590 juta. “PDRB atas dasar harga konstan 2000, triwulan yang sama hanya Rp 14.356.163 juta,” ungkapnya.
Haslani menjelaskan secara berurutan sektor-sektor ekonomi yang mengalami pertumbuah yakni sektor pertanian sebesar 7,0 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 2,5 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 1,4 persen, sektor bangunan 1,4 persen, angkutan dan komunikasi 1,3 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan hanya 0,7 persen, sektor pertambangan dan penggalian 0,5 persen, sektor jasa-jasa 0,5 persen dan industri pengolahan sebesar 0,4 persen.
Sektor ekonomi yang menunjukan nilai tambah bruto terbesar terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 9.261.772 juta, disusul sektor pengolahan Rp 7.726.300 juta, sektor pertanian Rp 5.693.401, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp 3.929.682 juta. Berdasarkan harga konstan 2000, nilai tambah bruto keempat sektor masing-masing Rp 3.384.706 juta, Rp 2.88.302 juta untuk sektor pertanian, Rp 2.513.637 juta untuk sektor industri, sedangkan sektor perdagangan, hotel & restoran hanya Rp 1.998.356 juta. (Arsep Pajario/SRIPO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan