Hingga sesi penutupan Jumat (5/10), saham PTBA melejit menembus angka Rp 7.750 per lembar. Sejak Go Public pada 2002, baru kali ini, saham perusahaan tambang di Tanjungenim ini tembus di atas Rp 7.000 per lembar. Naiknya harga saham PTBA ini menunjukkan kinerja keuangan yang terus membaik. Direktur Utama PTBA Tbk Ir Soekrisno mengatakan Sabtu (6/10), di Tanjung Enim, booming-nya saham-saham emiten batubara, selain didukung oleh rapor triwulan ke III yang kinclong, juga akibat naiknya lonjakan harga batu bara di pasaran dunia serta kondusifnya iklim investasi di Indonesia.
Dengan naiknya harga saham itu, ujar Sukrisno, target PTBA untuk laba bersih pada tahun 2007, yang menetapkan kenaikan 20 persen dari target Tahun 2006 sebesar Rp 486 M, hingga triwulan ketiga sudah tercapai. Dia menambahkan, target laba bersih pada 2008, PTBA berencana minimal menaikkan sekitar 20 persen dari pencapaian target
dari Tahun 2007.
“Semenjak PTBA go public pada 23 Desember 2002 dengan pembukaan harga saham Rp 575 per lembar, terlihat trennya terus naik. Beberapa waktu yang lalu, akibat anjloknya saham di Amerika Serikat telah menyebabkan imbas turunnya IHSG maupun sahamsaham di dunia termasuk di Indonesia. Sebelumnya, saham PTBA pernah tinggi pada Mei 2007 sebesar Rp 7.400 per lembar saham, lalu turun sedikit dan sekarang naik cukup signifikan menjadi Rp 7750 per lembar.
“Mudah-mudahan ke depan dengan ditopang kinerja perusahaan dan kerjasama yang baik dengan seluruh elemen masyarakat akan bisa meningkatkan kinerja perusahaan,” harapnya. Sukrisno menjelaskan, untuk meningkatkan kinerja perusahaan, secara internal, telah diterapkan sistem efisiensi di segala bidang. Di sisi lain, pihaknya terus mengupayakan peningkatkan penjualan produksi batu bara dengan cara membentuk anak perusahaan bernama PT Bukit Asam Prima di Kalimantan yang membeli batubara berkalori rendah 5.300 dari perusahaan dan masyarakat di Kalimantan.
“PTBA juga bersama PT KA telah menjajaki untuk membuat perusahaan bersama di Sumsel di bidang kereta api sehingga akan bisa mengangkut batubara lebih besar lagi,” katanya. (ari/sripo)


















Tinggalkan Balasan