infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

PDRB Sumsel Naik Rp 3,3 Triliun

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel 2009 mencapai Rp 136,6 triliun, atau mengalami kenaikan hingga Rp 3,3 triliun, bila dibanding PDRB tahun 2008 yang sebesar Rp 133,3 triliun. Sumbangan terbesar berasal dari industri pengolahan senilai Rp 31,6 triliun serta industri pertambangan dan penggalian sebesar Rp 27,9 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, M Haslani Haris melalui Kepala Bidang Neraca Wilayah, M Habibullah kepada wartawan, Rabu (10/2) mengungkapkan hal tersebut. Dikatakannya, selama 2009 hampir semua sektor ekonomi pembentuk PDRB mengalami perlambatan pertumbuhan. Namun justru sektor pertambangan dan penggalian serta ektor bangunan mengalami kenaikan. Timbulnya perlambatan, kata Habibulah lantaran krisis ekonomi global di akhir 2008. Keadaan itu menurunkan geliat perekonomian.

“Turunnya permintaan dunia dan harga komoditi industri perkebunan yakni karet dan kelapa sawit, juga berdampak kepada melambatnya produksi di sektor pertanian dan sektor perdagangan, terutama ekspor luar negeri Sumsel,” kata Habibullah.

Selanjutnya dia katakan, penurunan tidak berlangsung lama. Lantaran pada triwulan IV 2009 kondisi ekspor Sumsel mulai membaik. Peningkatan disebabkan adanya upaya pemulihan ekonomi yang berlangsung cukup cepat di beberapa negara tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat dan tumbuhnya negara ekonomi baru, seperti Cina dan India.

Sementara sektor-sektor yang mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi, diantaranya sektor pertanian yang hanya tumbuh 3,1 persen atau melambat dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh 4,1 persen. Sektor Industri pengolahan tumbuh 2,1 persen lebih rendah dibanding 2008 yang tumbuh 3,4 persen. Sektor listrik, gas, dan air bersih tumbuh melambat dari 5,2 persen menjadi 5,1 persen. Sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh melambat dari 6,9 persen menjadi 3,1 persen. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sektor angkutan dan komunikasi sebesar 13,8 persen dan sektor jasa yang tumbuh sebesar 11,4 persen dari posisi 2008 yang hanya tumbuh sebesar 9.4 persen.

Lebih lanjut, kata Habibullah, PDRB atas dasar harga berlaku 2009 sebesar Rp 136,6 triliun sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga, yakni Rp 92,6 triliun. Sementara untuk komponen penggunaan lainnya seperti konsumsi rumah lembaga swasta nirlaba Rp 2,2 triliun, pengeluaran untuk konsumsi pemerintah Rp 12,9 triliun, dan pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar Rp 31,5 triliun.

Khusus pendapatan per kapita Sumsel 2009 mencapai Rp 16,1 juta dengan laju peningkatan sebesar 1,3 persen. Angka ini meningkat dibandingkan pendapatan per kapita 2008 senilai Rp 15,9 juta. (sta/SRIPO)

864 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “PDRB Sumsel Naik Rp 3,3 Triliun”

  1. Avatar anita
    anita

    pendaptan perkapita keluarga brapa?

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca