Pelaksanaan pemilihan Wali Kota Lubuk Linggau yang dijadwalkan hari ini, Senin (14/1), akhirnya ditunda Rabu, 23 Januari mendatang. Keputusan mendadak yang diambil Komisi Pemilihan Umum tersebut cukup mengejutkan karena TPS-TPS sudah disiapkan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuk Linggau Santoso yang ditemui seusai mengumumkan penundaan, Minggu (13/1), mengatakan, putusan KPU sudah sesuai dengan peraturan karena diambil dalam rapat pleno anggota KPU yang berlangsung Minggu dini hari pukul 01.45 dan berakhir pukul 02.00.
“Sehubungan dengan munculnya potensi kerusuhan dan gangguan keamanan, maka pelaksanaan pilkada diundur. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 Pasal 149 Ayat 2, maka hari pemungutan suara akan dilaksanakan Rabu, 23 Januari 2008,” ungkap Santoso.
Dia mengatakan, selain penyelenggaraan pilkada antara PPK, PPS, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), keputusan KPU ini juga harus diketahui oleh kelima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Putusan pleno KPU ini akan disosialisasikan kepada masyarakat dan dilaporkan ke KPU Provinsi Sumsel, Pusat, Gubernur Sumsel, dan Menteri Dalam Negeri.
Kepala Resor Lubuk Linggau Ajun Komisaris Besar Refdi Ambri yang ditanya tentang alasan KPU menunda pilkada karena faktor keamanan, mengaku tidak bisa menerima penundaan alasan tersebut. Sebab, sejak tahap proses pilkada enam bulan lalu, jajaran Polres Lubuk Linggau sudah terbukti menciptakan rasa aman di daerah ini. Meski demikian, karena sudah menjadi putusan KPU, pihaknya siap mengamankan.
Pantauan Kompas di sejumlah kelurahan di Kota Lubuk Linggau, Sabtu dan Minggu, terlihat kesibukan warga menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS). Lokasi TPS tampak sengaja dipilih di lapangan dekat pinggir jalan atau berdekatan dengan kantor kelurahan, rumah ketua rukun tetangga (RT), atau lapangan yang gampang diakses warga.
Di Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahmah, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I, misalnya, TPS yang disiapkan tampak menggunakan tenda terpal serta dilengkapi meja dan kursi.
“Warga sudah tidak sabar untuk mencoblos karena semua sudah mendapatkan kartu pemilih. Bahkan, saking antusiasnya warga untuk ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung ini, sebagian besar sudah menyatakan untuk tidak ke kebun dan ke sawah pada hari pemilihan,” kata Hendrajit dan Legiman, dua warga Kelurahan Air Temam yang ditemui Minggu kemarin.
Pelaksanaan pilkada langsung pertama di Kota Lubuk Linggau memang tidak luput dari protes, terutama dari tim sukses para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Bahkan, sejak dua hari belakangan, ada tim sukses pasangan calon memprotes KPU Kota Lubuk Linggau dan meminta agar pilkada diundur saja.
Alasannya, data-data pemilih tidak akurat karena banyak pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), tetapi sampai dua hari menjelang pencoblosan tidak mendapat undangan dan kartu pemilih.
Menanggapi protes tersebut, Ketua KPU Lubuk Linggau Santoso mengatakan, KPU akan menyelesaikan semua persoalan, termasuk data pemilih. (zul/kompas)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan