Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera meresmikan pembentukan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan nama BPR Sriwijaya Primadana yang khusus membantu permodalan usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut rencana, BPR ini akan diresmikan pada 21 Januari 2008, dengan modal awal yang disediakan sebesar Rp6 miliar.
”Uang itu sebagai modal awal yang kita persiapkan. Nantinya secara kontinu kredit akan diberikan kepada masyarakat sebagai modal usaha dan lainnya,” kata Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin NS di Palembang Minggu (13/1) kemarin.
Wagub menambahkan, semua tahapan proses dan persyaratan yang diwajibkan sudah terpenuhi, seperti kepengurusan untuk izin usaha dan izin prinsip pendirian BPR Sriwijaya Primadana. Modal sebesar Rp6 miliar itu terdiri dari Rp5 miliar dari Pemprov, serta dari Perusahaan Daerah Pertambangan dan Pengembangan Energi (PDPDE) Rp1 miliar.
Dia menegaskan, BPR Sriwijaya Primadana ini merupakan upaya mengembangkan potensi usaha mikro kecil dan menengah yang sering terganjal dengan kebutuhan modal usaha. BPR ini akan lebih mudah diakses pelaku bisnis skala kecil. BPR juga akan menyediakan fasilitas yang lebih mudah dan cepat.
Asisten Ekonomi dan Keuangan Sekda Sumsel Budi Rahardjo mengungkapkan, Pemprov selalu mencarikan peluang pendapatan melalui pengoptimalan peran BUMD. Selain akan meluncurkan BPR Sriwijaya Primadana, Pemprov Sumsel juga akan menggaet perusahaan asing untuk bekerja sama dengan PD Prodexim. (berli zulkanedi/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan