Pasar hewan terpadu di Kel Sungai Pinang, Kec Sungai Pinang, Kab Ogan Ilir (OI), segera dioperasikan pada 2008. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Ogan Ilir Noorman Yussalwan di Kantor Pemkab OI, Selasa (2/10). Dia mengatakan, pembangunan pasar hewan terpadu dimulai sejak 2006 dengan anggaran sharing dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kab OI.
”Pasar hewan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas los kandang ternak, tempat penimbangan hewan, gedung puskeswan (pusat kesehatan hewan),dan kantor pengelolaan pasar hewan,” ungkapnya.
”Sekarang Pemkab Ogan Ilir sudah menyelesaikan bangunan los ternak dan pagar sekeliling pasar hewan. Selanjutnya, melalui APBD Perubahan Kab OI 2007 sebesar Rp400 juta akan diteruskan dengan pengerasan jalan masuk ke pasar hewan berikut areal di dalamnya, termasuk pembuatan saluran air drainase,” ungkapnya.
Noorman mengatakan, pengoperasian pasar hewan harus dipercepat, karena kondisi fisik pasar hewan yang ada di Tanjung Raja sekarang sudah memprihatinkan. ”Sejak diresmikan tahun 1980 hingga 2005 hanya pernah mengalami rehab ringan pada 1998, itu pun terbatas kantor,” katanya.
Dia menambahkan, akibatnya, banyak sarana dan prasarana los perkandangan yang rusak, sehingga sebagian pedagang melakukan transaksi di luar lingkungan pasar sampai ke pinggiran Jalan Lintas Timur.
”Akibatnya, mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar,” katanya. Dia optimistis, kepindahan pasar hewan dari Tanjung Raja ke Sungai Pinang nanti akan meningkatkan transaksi ternak dan gairah peternak untuk mengembangkan populasi ternak di Ogan Ilir, sehingga dapat menunjang program Pemprov Sumsel dalam swasembada daging 2010.
Dihubungi terpisah, Kasi Perencanaan Disnakan Kab OI Hasan Hery mengatakan, peningkatan fasilitas pasar hewan terpadu akan terus dilakukan, termasuk pengembangan SDM. ”Sekarang kita telah memiliki enam sarjana peternakan, dua dokter hewan, dan dua sarjana muda peternakan. Selain itu, telah ada delapan tenaga sukarelawan kesehatan hewan (sukakeswan) dan petugas pengelola lainnya yang akan mendukung operasional pasar hewan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kab Ogan Ilir Rahmadi Djakfar mengharapkan, pembangunan pasar hewan terpadu tersebut segera selesai dan dapat berfungsi maksimal. ”Sarana dan prasarana pasar terpadu dilengkapi fasilitas penunjang lainnya,”ungkapnya. (muhlis/sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan