Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir meresmikan pemakaian Rumah Sosial Asuhan Anak (RSAA) Mawar Putih di Indralaya, Senin (21/1) kemarin. RSAA ini sengaja dibangun dalam meningkatkan pelayanan sosial bagi masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial, khususnya anak telantar.
Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya mengatakan, kehadiran RSAA ini sebagai pelengkap pelayanan sosial yang sudah ada sebelumnya, seperti Loka Bina Karya (LBK) untuk penderita cacat di Tanjung Raja dan pendirian sekolah luar biasa (SLB) di Tanjung Pering, Indralaya Utara. Demikian dilaporkan harian SINDO.
”Kepedulian terhadap masyarakat tidak mampu merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi, pembangunan SDM-nya sangat berat,” ujar Mawardi seusai meresmikan rumah sosial itu di Indralaya, kemarin. Hal itu menjadi tantangan bagi semua pihak.
Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan KB Kab Ogan Ilir Nina menambahkan, kehadiran RSAA akan menjamin kehidupan anak terlantar. ”Di sini, akan kita penuhi kebutuhan fisik dan mental mereka dan menjadikannya sebagai SDM yang berkualitas,” terang Nina.
Dia meneruskan, sasaran penghuninya yaitu anak yatim piatu berumur 0–18 tahun, anak yang terlantar karena broken home, dan anak terlantar karena orang tuanya tidak ada atau tidak mampu melaksanakan kewajibannya.
”RSAA ini berkapasitas 30 orang. Saat ini telah dihuni 12 orang anak. Apabila animo masyarakat meningkat, tentu kapasitasnya dapat kita tingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Peningkatan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Kab Ogan Ilir Syarkowi menjelaskan, RSAA memiliki luas 735 meter persegi. RSAA ini dibangun dengan biaya Rp342 juta melalui APBD 2006.
Rencananya, tahun ini Departemen Sosial akan memberikan bantuan berupa pembangunan ruang kantor dan aula yang berukuran 7×15 meter persegi sebanyak dua lantai. ”Bila ini terwujud, akan sangat membantu program RSAA,” tambahnya. (muhlis/SINDO)


















Tinggalkan Balasan