Pelaksanaan wukuf bagi calon haji dari seluruh dunia bakal disambut musim dingin, sehingga bagi jamaah haji Indonesia yang terbiasa berada di iklim tropis dibutuhkan fisik yang prima untuk menghadapinya.
Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Asnawi Muhammadiyah di Makkah, Senin (3/12), mengingatkan jamaah haji dari Tanah-Air hendaknya menjaga fisik sejak sekarang. Pelaksanaan wukuf amat penting dalam ibadah haji, karena itu fisik harus prima.
Anawi menyayangkan banyak jamaah haji dari Tanah-Air mementingkan ibadah sunah, seperti melaksanakan thawaf dan i’tikaf di Masjidil Haram tanpa memperhatikan kondisi fisik. Terlebih bagi usia lanjut yang bisa menyebabkan kondisi kekuatan fisik menurun drastis.
Thawaf memang penting, namun harus pandai melihat waktunya. Jemaah dari berbagai negara sekarang sudah berkumpul di Makkah. Masjidil Haram kini penuh sesak, ia menjelaskan.
Dalam kaitan ini, Asnawi membenarkan bahwa hingga kini sekitar 60 persen jamaah Indonesia sudah berada di Makkah dan membaur dengan jamaah dari berbagai negara lainnya untuk melaksanakan ibadah.
Sampai Senin (3/12) sudah masuk jamaah haji Indonesia sebanyak 77.129 orang dari 190 kelompok terbang (Kloter) dari berbagai embarkasi di Tanah-Air. Sesampai di Makkah Almukarrahmah, jamaah haji Indonesia melaksanakan umrah di Masjidil Haram.
Pada Senin hingga petang diperkirakan akan datang 7.933 orang jamaah haji Indonesia akan datang ke Makkah. Mereka ini berasal dari Madinah, berasal dari 20 Kloter, setelah melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi. Sedangkan dari Tanah-Air yang langsung ke Makkah sebanyak 9.042 orang berasal dari 16 Kloter.
Sementara itu jamaah haji Indonesia yang masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah sebanyak 20 orang. Sedangkan yang wafat di Madinah dan Makkah sebanyak 18 orang.
Sementara itu dari Batam dilaporkan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarksi Batam menganjurkan jamaah haji kelompok terbang (Kloter) terakhir tetap melaksanakan haji tamatu ketimbang ifrad.
Meski Kloter terakhir berangkat dari Batam Rabu (12/12), namun masih sempat menjalankn haji tamatu, kata Pembina Jamaah dan Petugas PPIH Embarkasi Batam Achmad Ridha Amir di Batam, Senin (3/12).
Tamatu adalah melaksanakan umrah terlebih dahulu dan setelah itu baru melakukan ibadah haji, sedangkan ifrad sebaliknya.
Pada Kloter terakhir yang berangkat delapan hari sebelum Idul Adha, maka diperkirakan tempat-tempat melaksanakan ibadah umrah lebih padat oleh JCH dari penjuru dunia, ketimbang Kloter yang berangkat duluan.
Dengan demikian, beberapa jamaah memilih mendulukan ibadah haji ketimbang umrah.
Apalagi yang tua-tua, tentu sulit bagi mereka berdesak-desakan, ujarnya.
Menurut Achmad, tamatu lebih ringan dibanding ifrad, karena usai melaksanakan umrah yang hanya tiga sampai empat jam, jamaah bisa melepaskan ihrom dan melakukan kegiatan yang dilarang ketika memakai ihrom. Sebaliknya, ifrad mewajibkan JCH tetap memakai ihram dan mematuhi larangan ketika memakai ihram sampai Idul Adha.
Kegiatan yang dilarang ketika memakai ihrom antara lain memotong kuku, memotong rambut, memakai wangi-wangian dan berhubungan suami istri.
Namanya saja juga tamatu, artinya bersenang-senang. Haji ini lebih dianjurkan Rasul Allah, katanya.
Ia membantah haji ifrad memiliki pahala lebih besar ketimbang tamatu.
Itu hanya pendapat beberapa orang, tapi tidak ada dalil yang menguatkan, katanya.
Ia mengharapkan para petugas Kloter menjelaskan haji ifrad dan tamatu kepada JCH agar tidak ada kesalahpahaman mengenai mekanisme keduanya. (dik/ant/pelita)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan