Jamaah calon haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, hari ini (18/12) berada di Arafah untuk melaksanakan wukuf. Sehari sebelumnya, jamaah dari Indonesia diberangkatkan secara bergelombang menuju Arafah.Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Salim Segaf Al-Jufrie, mengatakan setelah melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar yang dilakukan secara jamak takdim, para jamaah akan mendengarkan khutbah wukuf. Khutbah rencananya akan disampaikan oleh salah satu anggota Amirul Hajj.
Khutbah ini, kata Salim, akan dilakukan di tenda sentral Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang kemudian diperdengarkan ke seluruh tenda jamaah. ”Kami berharap jamaah bisa khusyuk menjalani wukuf,” kata Salim kepada Republika melalui telepon, Senin (17/12). Selama di Arafah dan Mina, ungkap Salim, jamaah mendapatkan jatah makan secara prasmanan. Menurutnya, ini memang telah menjadi keputusan Pemerintah Indonesia dan tak dapat diundur, meski sejumlah kalangan masih meragukan cara ini berjalan lancar.
Namun, Salim berharap semuanya berjalan sesuai harapan. Mengantisipasi antrean saat pembagian jatah makan di Arafah, pihaknya sudah menyiapkan strategi. ”Persediaan piring diperbanyak agar antrean tidak panjang,” katanya. Pembagian makanan juga bisa langsung dari dapur jika antrean prasmanan di tenda bakal butuh waktu lama. Sebagian besar dari 191.816 jamaah, kata Kepala Satuan Operasi Arafah-Mina (Armina) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi, Sukiman Azmi, diberangkatkan langsung dari pemondokan di Makkah ke Arafah. Mereka diangkut menggunakan bus yang disediakan maktab.
Seluruh jamaah diharapkan sudah tiba di Arafah pada Senin (18/12) pukul 23.00 waktu Arab Saudi. ”Paling tidak setiap bus memerlukan waktu satu jam perjalanan dari pemondokan di Makkah menuju Arafah,” katanya. Menurut Sukiman, lalu lintas di dalam Kota Makkah memang sangat padat. Jalanan dipenuhi jamaah, baik berkendaraan maupun berjalan kaki yang bergerak ke Arafah. Namun, bila telah mencapai jalan bebas hambatan di luar Makkah menuju Arafah, lalu lintas lancar.
Sekitar 10 ribu dari 191.816 jamaah Indonesia, sambung Sukiman, diberangkatkan dari Makkah ke Mina terlebih dahulu, sebelum akhirnya ke Arafah. Mereka melakukan tarwiyah dengan bermalam di Mina. Baru setelah Subuh pada Selasa (18/12), mereka bergerak ke Arafah. Jamaah yang melakukan tarwiyah kemudian bergabung dengan jamaah yang telah terlebih dahulu tiba di Arafah. Sukiman menambahkan, seluruh persiapan di Arafah kini telah selesai. Dapur-dapur di Arafah yang menyediakan makanan prasmanan kepada para jamaah juga telah siap.
Mereka siap memasok makanan bagi jamaah yang ada di setiap maktab. ”Bahkan, banyak maktab yang memberikan makan siang kepada jamaah yang telah tiba duluan di Arafah,” katanya. Usai melaksanakan shalat Maghrib pada Selasa (18/12), jamaah akan segera meninggalkan Arafah. Mereka diberangkatkan menggunakan bus menuju Muzdalifah dan bermalam di sana, sebelum akhirnya menuju Mina untuk melempar jumrah. (fer/republika)



















Tinggalkan Balasan