Pelaksanaan wukuf di Arafah pada 18 Desember mendatang tak akan berpengaruh pada jadwal kepulangan jamaah. Meski waktu wukuf lebih awal sehari dengan perhitungan pemerintah sebelumnya, yaitu pada 19 Desember 2007.
Direktur Pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Sistem Informasi Haji Departemen Agama, Abdul Ghafur Djawahir mengatakan perubahan waktu wukuf tak berdampak pada jadwal pemulangan jamaah haji. ”Pemulangan jamaah haji ke Tanah Air sesuai jadwal yang ada,” katanya melalui telepon, Rabu (12/12).
Menurut Abdul Ghafur pemerintah telah siap untuk memulangkan mereka meski terjadi perubahan waktu pelaksanaan wukuf. Sebab, kata dia, tak ada perubahan dengan rencana penyelenggaraan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Justru, kata Abdul Ghafur, pelaksanaan wukuf lebih awal akan memberikan waktu bagi jamaah untuk istirahat. Sebelum akhirnya para jamaah tersebut dipulangkan ke Tanah Air. ”Mereka memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat,” katanya. Abdul Ghafur mengatakan panitia penyelenggara ibadah haji baik di Arab Saudi maupun di Tanah Air telah siap melaksanakan proses pemulangan jamaah. Panitia di setiap embarkasi juga telah siap menyambut kepulangan jamaah.
Direktur Pelayanan Haji, Depag, Zakaria Anshar, mengatakan jadwal pemulangan jamaah tak mengalami perubahan akibat perubahan waktu pelaksanaan wukuf. Kecuali, perubahan jadwal pemulangan yang telah terjadi sebelumnya. Zakaria mengatakan kloter pertama dari empat embarkasi yaitu Solo, Palembang, Balikpapan, dan Aceh mengalami perubahan jadwal pemulangan. Mereka mestinya dipulangkan pada 25 Desember namun kemudian karena perubahan slot time Garuda Indonesia maka jadwal pun berubah.
Jamaah kloter pertama dari empat embarkasi tersebut dipulangkan pada 24 Desember. ”Tak ada perubahan jadwal pemulangan selain yang terjadi pada empat embarkasi tersebut. Perubahan ini pun bukan karena perubahan pelaksanaan waktu wukuf melainkan slot time,” katanya.
Dengan demikian, jelas Zakaria, jamaah dari embarkasi lain yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia tak mengalami perubahan jadwal pemulangan. Hal yang sama juga terjadi pada jamaah dari embarkasi yang diangkut dengan pesawat dari maskapai Saudi Arabian Airlines (SVA). Secara terpisah, Koordinator Haji Saudi Arabian Airlines (SVA), Gembong Murtadi, mengatakan pula perubahan waktu wukuf tak berpengaruh pada jadwal pemulangan jamaah yang dilakukan oleh SVA. Ia mengatakan pemulangan pertama akan dilaksanakan pada 25 Desember.
Menurut Gembong, jamaah yang dipulangkan pada pada 25 Desember dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, adalah mereka yang tergabung pada kloter 1 Surabaya (SUB), Jakarta (JKS), dan Batam (BTH). Kloter 1 Surabaya diberangkatkan dari Jeddah pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi. Sedangkan, pemulangan Kloter 1 Jakarta dan Batam diberangkatkan pada malam harinya. Menurut Gembong, para jamaah haji tersebut akan tiba di Tanah Air pada 26 Desember. ”Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempersiapkan kepulangan jamaah,” katanya.
Gembong mengungkapkan hal paling jelas yang akan dihadapi pada pemulangan pertama adalah kepadatan yang terjadi di bandara. Sebab dalam saat bersamaan banyak maskapai penerbangan lain yang juga memulangkan jamaah haji ke sejumlah negara. Namun demikian, kata Gembong, pihaknya akan berupaya untuk mempersiapkan segalanya sehingga kepadatan di bandara tak terlalu berpengaruh. Pengisian bahan bakar dan pengecekan pesawat akan dilakukan lebih dini sehingga bisa siap lebih dini pula.
Gembong berharap pula semoga kerusakan teknis tak terjadi pada saat pemulangan nanti. Ia menyatakan dengan tak adanya kerusakan teknis atau hambatan yang lainnya maka pemulangan jamaah haji akan dapat berjalan dengan lancar. (fer/republika)


















Tinggalkan Balasan