infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Antara Kenyamanan dan Ibadah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Kenyamanan memang relatif bagi setiap orang. Pada saat seseorang mendapatkan tempat yang nyaman, maka bila akan pindah ke lain tempat, tentunya berharap mendapatkan yang lebih nyaman. Kalau keadaannya malah dirasakannya tidak nyaman, maka proteslah yang keluar.

Protes itulah yang terjadi pada beberapa jamaah Indonesia yang sedang melakukan ibadah haji. Ketika di Madinah dalam pelaksanaan arbain (shalat 40 waktu), pemondokan yang didapatkan jamaah umumnya dirasakan lebih dari memadai dan sangat nyaman. Terlebih lagi, kenyamanan itu dirasakan oleh jamaah yang berada di lokasi terdekat dengan Masjid Nabawi.

Di Madinah, jamaah mendapati ruang kamar pondokan yang hanya lima orang per ruang. Di dalam kamar ada satu kamar mandi yang airnya mengalir jernih. Pondokan pun bersih dan tertata rapi dengan tatanan tempat tidur di kamar yang leluasa. Meski sering antri untuk mendapatkan lift, namun, secara keseluruhan, jamaah dari Jawa Barat, Medan, Batam, Surabaya mengaku puas dengan kenyamanan yang ada.

Selesai arbain di Madinah, jamaah kemudian melakukan bayan tarhil (berangkat ke Makkah). Sebelum memondok di Makkah, mereka melakukan umrah sebelum ibadah haji (haji tamattu). Baru setelah itu, mereka pun menempati pemondokannya di Makkah. Di sinilah masalah kemudian timbul. Setelah mendapatkan pemondokan yang nyaman di Madinah, jamaah mulai protes dengan keadaan pemondokan di Makkah. Beberapa keluhan dan kritik mulai berdatangan karena perbandingan-perbandingan yang dilakukan jamaah antara pemondokan di Madinah dengan Makkah.

Protes pertama muncul dari jamaah asal Embarkasi Banda Aceh (BTJ) yang tak terima dengan letak pondokannya yang jauh. Mereka memprotes soal ketidaksesuaian data yang didapat jamaah waktu di tanah air dengan di Tanah Suci. Mereka berpikir mendapatkan pemondokan di Syib Amir, namun yang didapat di Hafair yang lebih jauh dari Masjidil Haram.

Kemudian, berdasarkan pembicaraan dengan pihak pembuat kebijakan di Daerah Kerja (Daker), dijelaskan bahwa sesuai kur’ah dari tanah air, jamaah kloter 1 dan 2 itu mendapatkan di daerah Syib Amir dan sekitarnya, bukan Syib Amir saja.

Namun, berdasarkan pertimbangan banyaknya jamaah lanjut usia, maka dipindahkanlah jamaah tersebut ke daerah Sulaimaniyah yang lebih dekat, namun kondisi pemondokannya tidak lebih bagus dari yang sebelumnya. Meski pun begitu, jamaah BTJ kloter tersebut akhirnya menerima.

Pada Jum’at (30/11) pagi waktu setempat, jamaah asal Kloter 3 Medan (MES) Sumatra Utara juga menyampaikan protesnya. Mereka tinggal di rumah nomor 464 di Kawasan Misfalah, Makkah, yang masuk di Sektor 9.

Ketua Sektor 9, Anas Mahduri menceritakan, jamaah asal Sumatra Utara itu memprotes kondisi pemondokan yang jauh lebih rendah kualitasnya dibandingkan di Madinah. ”Mereka mengeluhkan pondoknya tak layak, bunyi AC yang keras, air kurang bagus, WC mampet, dan kebersihan yang kurang ditangani.”

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh jamaah dari embarkasi yang sama, yaitu Medan di rumah nomor 713 di Sektor 15 yang berasal dari kloter 4 MES. ”Di sini, kami satu kamar sembilan orang dan satu kamar mandi untuk digunakan oleh ber-27 orang. Ini jelas mengganggu waktu ibadah kami,” kata Maznah Jauhari,67 tahun.

Menanggapi soal protes yang ada, Kepala Pengamanan Jamaah (PAM) Agus Purwoto akan me laporkan soal ini ke Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah. Ia meminta agar jamaah tidak berbuat anarkis di pemondokannya. Karena pemondokan tersebut milik orang Arab. Untuk melihat keadaan sebenarnya, lanjut Agus, pihaknya tadi malam melakukan survei guna melihat kondisi pemondokan yang sebenarnya. Namun ia mengaku untuk mengukur kenyamanan sebuah pemondokan tentu parameter setiap orang berbeda.
(Dewi Mardiani – Wartawan Republika)

•••

68 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Antara Kenyamanan dan Ibadah”

  1. Avatar H.SUSANTO.SJ.MONTU,SH
    H.SUSANTO.SJ.MONTU,SH

    mungkin ini agak melenceng dari permasalahan,dalam hal ini saya hanya ingin mengutarakan sebagian kecil usulan,dalam hal pengambilan air zam zam oleh jamaah haji,bukan hanya indonesia,tapi seluruh jamaah haji.di karenakan banyaknya penjual air zam zam di sekitar masjidil haram yang sudah memonopoli kran kran air zam zam yang sudah di sediakan,hal ini bukan berarti kami para jamaah tidak mau antri atau mau gampang,tapi di karenakan para penjual tersebut mengisi air zam zam dalam jumlah yang besar (antara 50 gelon ukuran 5 liter dan 10 liter) sedangkan kami jamaah hanya mengisi 1 gelon saja,yang bervariatif antara 5 atau 10 liter,sehingga untuk mengambil air zam zam kami harus menunggu antara 1 sampai 2 jam,mereka (para penjual) seperti tidak mau memberikan kesempatan untuk para jamaah mengambil air zam zam dari tempat yang sudah di sediakan,tapi harus membeli dari mereka,sedikit usulan yang saya maksudkan,apa tidak sebaiknya pemerintah dalam hal ini departemen agama,berkordinasi dengan pemerintah arab saudi untuk menertibkan masalah pengambilan air zam zam.kalaupun susah untuk membuat tempat khusus para jamaah,alangkah baiknya para penjual di atur,mereka (para penjual) 2 gelon atau 3 gelon,para jamaah 1 gelon.agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak.wassalam

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca