Sejumlah handrail atau pipa besi pengaman sisi jembatan baja sepanjang jalan provinsi antara Kab Lahat sampai ke Kota Pagaralam terus dicuri.Ketua Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Jaringan Jalan dan Jembatan (PJ3) wilayah I Sumsel (Kab Lahat dan Kota Pagaralam) MG Yuzal mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Bahkan, pencuri juga mempreteli puluhan guardrail atau bentangan besi pengaman sepanjang tepi liku jalan. Beberapa titik jembatan yang kerap menjadi sasaran pencurian itu, antara lain Jembatan Air Mata Hitam, Jembatan Endikat, dan Jembatan Lematang Indah.
”Saya lihat semua besi pegangan (handrail) di jembatan itu sudah habis dicuri maling. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan keselamatan jiwa bagi yang melintas di jembatan,” ujar Yuzal. Dia menambahkan, sepanjang tiga tahun terakhir belum ada satupun sindikat pencurian besi itu terungkap. Hal ini sebagai indikator lemahnya sistem keamanan di titik jembatan. Titik jembatan rawan pencurian itu umumnya jauh dari pemukiman dan pos keamanan polisi. Meskipun demikian, seharusnya keamanan untuk fasilitas umum itu harus tetap terjamin.
Sejauh ini UPTD belum bisa melaporkan setiap perkembangan kehilangan besi jembatan di sepanjang jalan provinsi, termasuk juga di wilayah Kota Pagaralam. ”Kita berharap pihak berwajib bisa membantu mengawasi masalah ini (pencurian besi jembatan). Memang selama ini kita diminta melaporkan setiap ada tindak pencurian terhadap segala besi jembatan dan jalan,” tambahnya. Yuzal menyebutkan, sepanjang jalan antara Lahat–Pagaralam, UPTD PJ3 wilayah I Sumsel mengawasi sebanyak 67 jembatan negara, yang terdiri dari 58 jembatan beton dan 9 jembatan baja.
Jembatan provinsi sebanyak 144 buah, terdiri dari 127 jembatan beton dan 17 jembatan baja. Sebagai solusi agar pencurian besi jembatan tidak terjadi lagi, menurut Yuzal, ada baiknya pemerintah mengubah 27 jembatan baja menjadi jembatan beton. Selain dapat mengurangi niat pencurian besi, daya tahan jembatan beton juga mampu bertahan dua kali lipat dari kekuatan jembatan baja. Jembatan baja paling lama bertahan sampai 50 tahun.
”Tapi kalau jembatan beton bisa sampai 100 tahun,” tukasnya. Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP K Rahmadi, melalui Kasat Intelkam AKP Andriko Bagus Penuntun mengatakan, dengan adanya sindikat pencurian kelas kakap dalam aksi pencurian besi jembatan baja di Pagaralam, ke depan pihaknya akan memantau semua lokasi jembatan yang rawan pencurian, apalagi jembatan tersebut jauh dari pemukiman. ”Kita sampai saat ini belum menerima laporan dari dinas yang menangani besi jembatan. Sebaiknya UPTD melaporkan dulu besi yang hilang itu, di mana dan kapan kejadiannya. Kalau ada laporannya insyaAllah kita bisa melacak sindikat pencuri besi jembatan itu,” janjinya. (CR-10/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan