Pemerintah Provinsi Sumsel menegaskan, hingga H-10 Lebaran,70% kondisi jalur mudik dengan menggunakan jalur darat sudah lebih baik. Ditargetkan pada 2008 semua jalan dalam kondisi mulus. ”Kondisi jalan, khususnya pada jalur mudik sudah lebih baik dari tahun sebelumnya, meskipun masih ada jalan yang rusak, seperti jalur Lahat–Tebing Tinggi,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Sumsel Musyrif Suwardi seusai apel kesiapan angkutan Lebaran di Terminal Alang-Alang Lebar Palembang, Kamis (4/10).
Musyrif menjelaskan, lonjakan arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 dan H+5 Lebaran. Dengan peningkatan arus mudik ini, faktor penting bagi moda angkutan jalan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
”Dalam arus mudik sering terjadi kecelakaan. Untuk itu, perlu kesiapan sarana dan prasarana. Selain itu, penumpang dihadapi dengan kesulitan memperoleh tiket, kurangnya armada dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Semua harus dapat diantisipasi,” jelas dia.
Dia menjelaskan, tingkat pertumbuhan penumpang pada tahun ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data, kenaikan penumpang rata-rata 5% dibandingkan dengan angkutan tahun sebelumnya. Misalkan saja untuk angkutan jalan perkiraan naik 5,7% dari 12.704 orang pada 2006 menjadi 13.428.Angkutan kereta api naik 5% dari 6.555 orang pada 2006 menjadi 6.888 orang. Angkutan penyeberangan penumpang naik 4% dari 345 orang pada 2006 menjadi 380 orang.
Angkutan laut yang tahun lalu mencapai 2.602, tahun ini diperkirakan naik 10% menjadi 2.862orang.Angkutanudaranaik 10% dari 3.992 menjadi 4.435 orang. Sedangkan angkutan sungai hanya naik 2% dari 1.833 orang pada 2006 menjadi 1.870 orang tahun ini. ”Akibat peningkatan jumlah penumpang, armada cadangan diperkirakan meningkat 6%,”ujar Musyrif.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman mengakui sebagian besar ruas jalan yang digunakan sebagai jalur mudik dalam kondisi lebih baik, terutama kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim), meskipun masih ada pengerjaan beberapa proyek jalan, seperti pembuatan gorong-gorong yang ditargetkan selesai H-7 Lebaran.
”Kondisi jalan yang masih mengkhawatirkan di Jalan Lintas Tengah seperti Lahat–Tebing Tinggi. Jalan sepanjang 20 km sudah dalam kondisi mulus, namun 50 km masih dalam perbaikan,” kata Syahrial yang menjelaskan Jembatan Pangi yang sempat mengalami kerusakan telah dapat dioperasikan.
Kondisi Jalan Lintas Tengah dari Palembang–Prabumulih– Baturaja, jelas dia, saat ini kondisinya paling baik. Namun, ada kondisi jalan yang masih perlu perbaikan seperti juga di daerah Tanjung Raya–Bengkulu yang diakibatkan tertutupnya Jembatan Pangi beberapa waktu lalu. Sementara itu,menjelang Lebaran, Dinas Perhubungan (Dishub) KotaPalembang akan fokus pada 19 titik kawasan rawan macet. ”Di kawasan tersebut Dishub akan menyiagakan petugas berikut peralatan pendukung,” ujar Kepala Dishub Kota Palembang Syaidina Ali di Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (4/10).
Syaidina menerangkan, pada kawasan tersebut kemacetan terjadi pada jam-jam tertentu, seperti pada siang dan sore hari. Selain itu, juga ada tempat atau ruas jalan yang dijadikan tempat mangkal oleh angkutan umum yang dapat menyebabkan kemacetan.
Selain macet karena padatnya arus kendaraan, tambah Syaidina, juga ada kawasan yang macet akibat dari banyaknya angkutan umum yang mangkal. Seperti di sepanjang Jalan Sudirman antara lain di bawah jembatanpenyeberang, pangkal Jembatan Ampera, depan IP, Simpang Charitas, Simpang Candi Angsoko, Simpang Polda, dan KM 5. (siera/berli/sindo)


















Tinggalkan Balasan