Gubernur Sumsel Syahrial Oesman mengatakan menurut rencana, jalan lintas tengah Sumatera di Sumatera Selatan, persisnya di ruas jalan antara Lahat- Tebing Tinggi yang rusak parah, tahun ini akan kembali diperbaiki.Bahkan kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah mengulang kembali tender proyek perbaikan jalan negara tersebut pada akhir bulan Mei lalu. Proyek perbaikan jalan sepanjang 75 kilometer itu ditargetkan selesai dalam dua tahun, yakni tahun 2007 sampai 2009.
”Insya Allah Oktober tahun ini, perbaikan Jalinteng dimulai. Pengerjaannya akan dilakukan dua perusahaan kontraktor. Yakni setengah jalan dari Tebing Tinggi dikerjakan oleh satu kontraktor, dan satu kontraktor lagi mengerjakan setengah jalan dari Lahat,” kata Syahrial Oesman yang melaksanakan kunjungan ke Tebing Tinggi beberapa waktu lalu.
Kerusakan jalan negara sepanjang 75 kilometer yang menghubungkan wilayah Sumatera, antara Lahat- Tebing Tinggi itu, telah lama menjadi sorotan masyarakat maupun pihak-pihak terkait. Kondisi Jalinteng di ruas Tebing Tinggi-Lahat semakin hancur-hancuran sejak tujuh tahun terakhir ini. Lubang-lubang besar bertambah, aspal mengelupas, dan badan jalan yang retak-retak hampir merata di sepanjang Jalinteng.
Sebagian lagi jalan miring dan hampir putus akibat longsor atau tanah amblas. Beberapa jembatan rusak parah dan belum selesai diperbaiki. Di antaranya seperti Jembatan Air Pangi, di Kec Kikim Barat. Jika hujan turun, lubang-lubang besar di Jalinteng dipenuhi air dan berlumpur serta licin sehingga medan jalan semakin berat dilalui.
Kondisi jalan yang bak kubangan kerbau menyulitkan pengendara truk saat melintas, menyebabkan mesin mobil cepat panas dan rentan akan kerusakan. Sebaliknya, memasuki musim kemarau seperti saat sekarang ini, ruas Jalinteng kini diselimuti debu. Kerusakan jalan dan tebalnya debu tak hanya menyiksa pengendara.Warga yang tinggal di tepi Jalinteng justru lebih menderita karena terus-menerus berhadapan dengan kerusakan jalan dan segala kesengsaraan yang ditimbulkannya.
Terlebih lagi saat kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bus AKAP (Antarkota- Antarprovinsi) melintas, membuat debu jalan beterbangan dan menempel di dinding dan atap rumah serta tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan. Parahnya lagi, debu yang beterbangan juga terhirup bersama udara serta menghalangi pandangan para pengguna jalan. Kondisi tersebut memaksa para pengguna jalan semakin ekstra berhati-hati karena tebalnya debu juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan.
Terpisah, Kepala Dinas PU Lahat Ir Chandra Zulbhakti mengungkapkan kendati pihaknya tidak mempunyai kewenangan penuh atas pengerjaan Jalinteng, namun pihaknya turut mempunyai tanggung jawab moril atas kondisi jalan tersebut, terutama pada sisi pengawasannya.
”Sejauh ini, kalau untuk arus mudik lebaran, bisalah jalinteng dilewati.Apalagi di beberapa titik kerusakan telah dilakukan perbaikan sementara menunggu perbaikan total yang akan dilaksanakan Oktober tahun ini,” kata Chandra. (hendri/sindo/infokito)


















Tinggalkan Balasan