Kerusakan pada jalur lintas tengah (Jalinteng) Sumatera antara Lahat dan Tebingtinggi makin kentara saat musim hujan, badan jalan negara sepanjang 76 kilometer itu masih banyak berlubang dan tergenang air saat musim hujan, kendisi lubang berair itu makin parah karena dilintasi kendaraan.
Selain licin, lubang juga menjadi tambah dalam sehingga cukup menyulitkan pengemudi melintasinya apalagi kendaraan kecil dan rendah. Kurang nyamannya melintasi jalur ini mulai terasa sejak 10 kilometer dari Kota Lahat.
Kerusakan badan jalan yang berlubang dan aspalnya terkelupas mulai terlihat sejak dari kawasan Desa persiapan Pajarbulan, Kecamatan Gumay Talang. Di kawasan Desa Sukarame terdapat badan jalan longsor beberapa bulan lalu, satu alat berat terlihat meratakan tanah untuk memperlebar badan jalan di lokasi itu, Minggu (2/12).
Beberapa lubang cukup lebar dan dalam terlihat di kawasan Desa Endikat Ilir, ditempat ini lubang digenangi air akibat hujan, kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Lubang pada badan jalan masih banyak pada jalur ini, seperti di kawasan Desa Bungamas hingga Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur.
Di wilayah Kecamatan Kikim Tengah, kondisi badan jalan relatif lebih baik karena sudah diaspal, setelah melalui jalan beraspal sepanjang sekitar 25 kilometer itu, lubang pada badan jalan kembali terlihat di sejumlah tempat hingga Tebingtinggi, ibukota Kabupaten Empat Lawang.
Kendati demikian, ruas Jalinteng antara Lahat – Tebingtinggi cukup aman dilalui kendaraan, namun bagi kendaraan kecil dan rendah harus berjalan ziksak untuk menghindari lubang. (ase/sripo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan