Arus mudik Lebaran Idulfitri 1428 Hijriyah melalui jalan lintas timur (Jalintim) boleh dibilang mulus. Pengerjaan jalan tinggal proses akhir, pengaspalan tahap ketiga. Hanya saja, khusus jalan lintas tengah (jalinteng) masih dalam tahap pengerjaan dan dipastikan hingga Lebaran belum selesai. Pendek kata, masih akan ditemui jalan yang berlubang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Sumsel, Ir Darna Dachlan, menegaskan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Provinsi Sumsel, kemarin (14/9). “Saya tegaskan kalau Jalintim oke untuk digunakan Lebaran nanti. Tapi, Jalinteng belum mendukung untuk menghadapi pemudik,” kata Darna.
Ruas Jalinteng yang tengah dikerjakan, antara lain, jalan negara Lahat menuju Tebing Tinggi sepanjang 75 km. Menggunakan APBN Rp108 miliar, perbaikan butuh waktu dua tahun. Kemudian, untuk Jembatan Pangi. Menurut Darna, perkiraan seminggu sebelum Lebaran sudah bisa dibuka. Sedangkan, jalan Provinsi Tanjung Raya menuju Bengkulu prioritas pengerjaan menutupi lubang besar. Menyinggung soal akses jalan Danau Ranau, lanjut Darna, proses pengerasan jalan masih kurang. Selain itu, ada beberapa tikungan di wilayah tersebut banyak terdapat patahan, sehingga butuh kehati-hatian yang ekstra.
Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Budi Antoni Al Jufri berharap agar jalan Lahat-Tebing Tinggi cepat diselesaikan sebelum Idulfitri. “Kita harap proses tendernya cepat, dan pengerjaannya bisa segera diselesaikan. Akses itu luar biasa penting bagi masyarakat. Jika Lebaran ini tidak bisa selesai, kita harap Lebaran haji kelar,” katanya ditemui usai rapat.
Sementara itu, arus mudik Lebaran menggunakan jasa kereta api (KA) dipastikan lebih lancar. Pasalnya, sejumlah perbaikan rel KA sudah rampung. Malah, dengan adanya pergantian rel dan bantalan baru akan mempercepat laju KA.
“Kita bisa pastikan, kalau pemberangkatan dengan kereta api tahun ini bisa lebih lancar,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumsel Ir H Sarimuda MT didampingi Drs H Nofri Dhalimunthe, Kasubdin LLAJ dan Perkeretaapian di Pemprov Sumsel, kemarin.
Menurut Nofri, sejumlah jalur KA yang sebelumnya rawan, saat ini sudah tertanggulangi. Seperti jalur KA dari Lahat–Tebing Tinggi–Lubuk Linggau sudah dilakukan penggantian rel dari R 24 menjadi R 42 dengan bantalan beton.
“Selama ini jalur tersebut belum pernah disentuh perbaikan. Makanya, pada 2007 ini cair dana sekitar Rp56,94 miliar untuk penggantian rel. Kalau tidak, jalurnya bisa putus,” katanya lagi. Ia berharap dengan peningkatan bantalan besi dari R 24 menjadi bantalan beton dengan R 42, muatan sumbu terberat (MST) bisa ditingkatkan yang sebelumnya 11-13 ton bisa menjadi 18 ton. Dengan demikian, KA yang melintas dengan bebas mencapai 50 ton tidak akan ada masalah.
Tidak itu saja. Lanjutnya, jalur Palembang–Lubuk Linggau yang biasa ditempuh sekitar 8 hingga 10 jam bisa menjadi hanya sekitar 5 hingga 6 jam. Malah, frekuensinya bisa ditambah menjadi tiga kali. “Jadi, jika ada lonjakan penumpang bisa dilakukan antisipasi dengan penambahan frekuensi. Kita juga sudah siagakan KA sapu jagat.” Kondisi jalur rawan longsor? “Sudah diantisipasi. Lokasinya hanya ada di daerah Saung Naga yang sering lonsor. Tapi sudah diperbaiki dengan menggeser turap sejauh 10 meter dan saat ini sudah tidak ada masalah lagi,” tegasnya. (sumkes)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan